Rine And Shine

Rine And Shine
Bab 51


__ADS_3

"Jadi Tuan mudah tampan itu tadi, bukankah sudah menyinggung orang. Oh Tuhan. Aku tidak mengira dia semenyeramkan itu. Pantas saja ibuku tidak berani melawannya, bahkan dengan mudah memberikan sertifikat tanah itu padanya."


Penelope benar-benar merasa bulu kuduknya berdiri saat membayangkan tatapan Leon padanya tadi. Ia datang dengan begitu percaya diri, tapi ketika Leon mengatakan itu dia tahu tidak ada yang bisa ia katakan selain diam. Tidak ada keberanian


Untuk mempermalukan Emily atau membuat pria itu terpesona dengan dirinya. Itu hanya akan sia-sia saja. Namun, ini belum berakhir. Dia tidak akan menyerah begitu saja. Dia harus menemukan cara untuk menaklukan Leon dan membalas Emily karena telah membiarkan suaminya mempermalukannya tadi.


Penelope terus bergumam. Ia memandang la bangunan mewah di hadapnya. Di dalam hati ia bergumam dengan ekspresi penuh percaya diri. "Sepertinya aku terlalu sopan hari ini. Tunggu saja Emily, kau akan membayar ini dengan tangisan darah di bawah kaki ku."


Ia membuka pintu Mobilnya, duduk dengan senyum manis penuh kebencian di kursi mobil alpard yang dihadiai seorang produser padanya. Menyalakan mesin dan kemudian melaju meninggalkan kediaman Mugel.


Joya yang sedang memastikan jika wanita itu benar-benar sudah pergi kemudian menggelengkan kepala. Ia tidak habis pikir jika ada wanita seperti Penelope.


"Wanita itu benar-benar membuat orang langsung bergairah setelah melihat bajunya." Pelayan itu kembali dan melaporkan ke Tuan mudanya jika Saudara dari istrinya sudah pergi.

__ADS_1


"Lain kali jangan biarkan siapapun masuk ke kamarku." Lelaki itu dengan acuh tak acu melirik ke arah Emily.


Emily hanya terdiam di tempatnya tanpa merubah eksepresi sama sekali. "Baiklah, aku mengerti."


Mendengar jawaban istrinya Leon tidak lagi mengatakan apa-apa dan langsung melangkah pergi.


Emily buru-buru mengikutinya. Ia penasaran apa yang Leon katakan kepada Penelope hingga wanita itu pergi tanpa bicara apapun padanya. Namun, Leon sama sekali tidak memperdulikan gadis berparas ayu itu, hingga akhirnya ia harus sedikit berlari untuk bisa mengejarnya.


"Apa yang kau katakan padanya tadi?" Ujar Emily dengan napas terengah-engah. Langkah pria itu cukup panjang hingga membuat dia kesulitan untuk menyeimbangi.


Emily menghentikan langkah dan menatap pria yang berlalu di hadapannya. "Dasar pria menyebalkan Selalu menggunakan kesempatan."


Mendengar itu Pria berpostur kekar itu menghentikan langkahnya lalu berbalik sektika. "Jadi bagaimana apa kau akan memafkanku?"

__ADS_1


Tidak ada raut senang sedikitpun di wajah Emily meskipun tadi suaminya itu sudah menolongnya mengusir Penelope. Dia justru membalasnya dengan tatapan datar. Saat ini sangat sulit bagi Emily untuk mengeluarkan kata maaf. Kejadian kemarin membuat ia bingung, menerima ataupun memaafkan belum bisa membuat dia lupa dengan apa yang Leon lakukan padanya. Itu sangat melukai harga dirinya sebagai seorang wanita. Menjadi dua pria yang berbeda dan menyiksanya dengan begitu tidak manusiawi.


"Apa kita bisa bicara Emily? Masalah kita belum selesai." Suara bas pria itu membuyarkan lamunan Emily.


"Tidak! Aku belum siap untuk memaafkanmu."


Leon menghela napas dan membuangnya dengan kasar. "Sampai kapan kau akan menyiksaku seperti ini? Setiap hari aku selalu di hantui rasa bersalah, aku benar-benar tidak tahu apa lagi yang harus aku lakukan agar kau memaafkanku."


"Aku tidak tahu. Bahkan untuk memafkanmu."


Emily berlalu pergi dan tak lagi penasaran dengan apa yang Leon ktakan pada Penelope tadi. Ia tidak bisa membohongi dirinya sendiri. Dia sadar, di satu sisi ia ingin hubungannya dengan Leon layaknya sepasang suami istri yang bahagia, di satu sisi lain ia tidak bisa melupakan rasa sakit hatinya atas kejadian yang sudah menimpahnya.


Perasaannya benar-benar terbagi. Ia sangat menyukai Leon meskipun pria itu selalu menolaknya. Namun, kali ini bukan soal penolakn yang membuat Emily patah hati, melainkan perlakuan kasar yang pria itu lakukan saat menjadi orang lain dan menakuti Emily di setiap malamnya. Emily bahkan trauma jika berada di dalam kegelapan. Ia membayangkan jika pria jahat yang di perankan oleh suaminya sendiri itu muncul dan menyiksanya lagi.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


maaf telat up Jaringan masih ngadat karena hujan badai.. Jangan lupa like vote dan komentar terus yah besti ❤️


__ADS_2