
"Baiklah! Katakan."
Kali ini dia benar-benar siap mendengar apa yang akan di katakan Leon. Mungkin saja penjelasan pria yang sudah menjadi suaminya itu bisa meluluhkan hatinya dan diapun bisa dengan baik memberikan maaf.
"Alasan aku melakukan ini karena..." Leon menghentikan ucapannya menarik napas dalam-dalam kemudian menatap Emily yang sudah sangat penasaran dengan cerita sebenarnya.
Emily menatapnya dalam. "Ada apa? Kenapa kau tiba-tiba berhenti."
"Ti-tidak. Tidak ada apa-apa," jawab Leon sedikit gugup. Jujur saja ia khawatir Emily akan menganggap penjelsannya adalah kebohongan untuk membela diri.
"Kalau begitu lanjutkan."
Leon meliriknya sejenak dan merasa jika Emily sedikit tidak senang. Itu membuatnya sekali lagi menarik napas dan membuangnya dengan pelan agar tidak terlihat gugup.
"Sebenarnya inti dari semua kesalahan ini adalah tentang perjodohan itu." Lelaki bermanik hitam pekat itu berbicara dengn nada rendah yang berat, di sertai kekuatan memikat dari bibir yang terus ia mainkan.
Dan gaya memikat itu sukses membuat Emily tercegang. Dia hampir lupa jika pria yang ada di depannya sskaranga dalah musuhnya. Dan untuk menghindari sikap canggung yang mungkin saja akan di sadari Leon, wanita itu mengalihkannya dengan terus bertanya.
__ADS_1
"Ada apa dengan perjodohan itu. Bukankah kita sepakat untuk meminta waktu ke Daddy."
"Bisakah ku diam dan tunggu sampai aku selesaikan ceritaku."
"Kau hanya bertele-tele dengan cerita omong kosongmu itu. Sudahlah aku ingin masuk," ujarnya dengan wajah kesal. Emily tidak ingin moodnya di rusak oleh Pria itu, jadi dia langsung melangkah pergi.
"Aku melakukannya agar Mom dan Daddy membatalkan perjodohan kita," ujar Leon dengan tegas.
Langkah Emily terhenti, ia berbalik menatap dengan alis yang sedikit lebih rapat ketika dia mendengar kata-kata itu. "Apa maksudmu?"
"Apa kau sedang membodohiku?"
"Percaya atau tidak terserah padamu, tapi yang jelas aku melakukannya hanya untuk menghindari perjodohan kita. Ku pikir dengan berpura-pura koma lalu menjdi orang lumpuh, Daddy akan merasa bersalah padaku dan membatalkan perjodohan kita."
"Dan perkiraanmu itu salah bukan?"
"Yah, dan aku sangat menyesal."
__ADS_1
"Kau tahu, aku di penjara karena ulah bodoh mu itu."
"Aku tau itu salah, tapi hanya cara itu yang terlintas di pikiran ku saat itu. Demi Tuhan Emily tidak ada sedikitpun rencana untuk membuatmu di penjara. Itu benar-benar di luar kendaliku."
Emily tahu ia seharusnya berterima kasih karena Leon sempat berfikir untuk membebaskannya. Namun, ia tidak bisa mengendalikan pikirannya. Mengingat bagaimana ia melewati hari-hari buruknya di dalam penjara waktu itu. Dan mengetahui secara pribadi jika itu semua karena ide konyol dari pria di hadapannya.
"Aku butuh waktu untuk mempercayai semua yang baru saja kau katakan. Ini tidak sesuai dengan apa yang sudah terjadi kepadaku."
Sambil memikirkan itu Emily berlalu pergi meninggalkan Leon. Tidak di sangka kenyataan malah membuat dia merasa semakin di bodohi.
"Dasar penipu! Pecundang! Bisa-bisanya dia membodohiku dengan cerita konyol seperti itu. Apa? Menolongku? Huh... Dia malah hampir membunuhku, dan memperlakukan diriku seperti budak." Gadis berambut panjang itu terus mengumpat sepanjang langkahnya kembali ke kamar.
...ΩΩΩΩΩ...
Gays. Maaf bisakah kalian ramaikan karya ku ini. Di sub, like dan komentar yah. Aku baru saja merubah sedikit alurnya. Jangan bosan-bosan yah. ❤️
__ADS_1