Rine And Shine

Rine And Shine
8. Masuk penjara.


__ADS_3

"Daddy, tolong. Aku tidak bersalah, katakan pada tante Saina untuk mendengarkan penjelasanku, aku takut berada di sini." Emily semakin takut, dia pernah mendengar jika ada tahanan baru maka orang yang sudah lebih dulu akan selalu menyiksa, dan itu semakin membuat dia takut saat di seret ke dalam ruangan kecil ini.


"Sayang." Romario membelai wajah gadis yang sudah di anggap seperti anaknya itu. Dia pun sama takutnya dengan Emily, mana bisa gadis kecil ini menanggung apa yang bukan menjadi kesalahannya. "Tenanglah, Daddy akan berusaha semampu Daddy untuk membebaskanmu dari sini, jangan khawatir kau tenanglah."


Emily menggeleng dengan air mata yang terus mengalir, Saina terlihat sangat tidak menyukainya, di lihat dari tatapan wanita itu, sepertinya dia serius dengan semua ucapannya. "Tante Saina ...."


"Diam kau anak sialan! Jangan pernah memanggil namaku. Mungkon jika kau bukan penyebab semua ini, mungkin aku akan berbelas kasih dan membebaskanmu." Saina melangkah pergi setelah mengatakan semua hal menyakitkan itu kepada Emily, padahal wanita itu jelas tahu jika Saina tidak mungkin mencelakai saudaranya sendiri.


"Sayang, Daddy harus kembali. Leon mungkin akan segera sadar dan dia bisa mengatakan jika kau tidak bersalah. Kau jangan khawatir Daddy akan berusaha membuktikan kalau kau tidak bersalah dan segera membebaskanmu dari sini."

__ADS_1


Emily hanya menanngis, hanya itu jawaban terakhir sebelum Romario meninggalkannya. Malam semakin larut, Emily meringkuk di ujung ruangan yang lembab dan dingin, ia duduk bersimpuh di lantai sambil terus menangis.


Saina ternyata benar-benar memasukannya ke dalam penjara, padahal ia sudah memohon untuk melakukan apapun agar wanita mau mengampuninya. Dan Romariao, pria yang Emily sebut sebagai Daddy itu bahkan tidak bisa membebaskannya. Saina mengancam akan membawa Leon pergi jika Romario mencoba untuk membantunya. Dan tentu saja ia tidak ingin Leon, putra semata wayangnya itu pergi darinya. Romario berusaha untuk menolong Emily dengan cara lain. Namun ancaman-ancaman dari Saina terus menekannya hingga ia tak berdaya.


Akhirnya Emily harus pasrah, Romario berjanji untuk terus berusaha agar dia bebas. Dan janji itu, seperti tertelan angin karena ia tahu pria tua itu pasti dalam keadaan yang sulit. Emily habya orang luar yang kebetulan menumpang padanya dan Leon, dia adalah putra kandungnya. Mana mungkin dia memilih Emily dan membuang anaknya sendiri.


Lantai yang dingin di musim dingin ini membuat Emily merasa sedikit demam, ia berungsut menuju pembaringan dengan di alasi kasur tipis di atasnya. Keramaian kota Madrid semakin jauh dari nya, kini ia sendiri di dalam penjara wanita dan harus menghabiskan masa 6 tahun hukumannya di sini. Emily mengeluarkan tangan memeluk kedua kakinya, rasa takut membuat wanita itu tidak bisa tidur apalagi ini adalah pengalaman pertamanya berada di penjara.


Dia selalu mendengar jika ada tahanan baru maka orang yang sudah lebih dulu akan selalu menyiksa, dan itu semakin membuat dia takut saat di seret ke dalam ruangan kecil ini. Namun, sepertinya dia sedang beruntung karena saat ini hanya ia seorang yang berada di dalam penjara. Entahlah, mungkin besok atau beberapa hari ada yang datang menemaninya.

__ADS_1


"Ayah .... Ibu .... Maaf jika aku tidak bisa memgabulkan permintaan kalian untuk hidup dengan baik. Aku bahkan tidak mengerti apa yang terjadi dengan diriku saat ini." Gadis berambut panjang itu terisak di dalam ruang yang gelap, jika saja Leon sadar mungkin dia bisa menjelaskan hingga ia tidak perlu berada di dalam penjara.


Marah, merasa tidak adil berkumpul menjadi satu saat ini. Namun, ap yang hendak ia lakukan. Pada akhirnya dia hanya bisa menahannya dan memberikan ketenangan kepada dirinya sendiri. "Apa ini akhir dari kehidupanku? Apa aku akan terkurung di sini hingga mati."


Di saat Emily mulai menutup mata, terdengar suara langkah kaki datang mendekat. Ia berdiri dengan cepat untuk melihat, mengira jika Romario kembali untuk menjemputnya. Namun, ternyata hanya seorang petugas yang datang membawakan makan malam untuknya.


"Makanlah Nona."


"Si, gracias."

__ADS_1


__ADS_2