Rine And Shine

Rine And Shine
Bab 68


__ADS_3

Sambungan telepon terputus dan Emily tersenyum seakan sedang menertawakan dirinya sendiri. Ternyata, ia bagaikan berlian mahal pada acara lelang. Di incar oleh siapa pun yang melihatnya. Di rumah, dia selalu di perhatikan oleh Daddy Romario dan isteinya Saina, di kantor ada Leon dan juga Robbin bahkan semua pegawai. Dan sekarang ada lagi satu wanita gila yang seperti haus akan harta dan kekuasaan yang terus menerornya.


Wajah gadis cantik itu bisa langsung di penuhi kerutan jika terus memikirkan tentang orang-orang itu. Apalagi otak licik Penelope memang tidak bisa di kalahkan.


Penelope yang masih penasaran dengan Emily terus menghubungi wanita itu. Namun, terus di tolak olehnya.


"Dasar sampah! Kenapa dia terus menolak panggilan ku?" Penelope terus menelan tombol panggilan dengan nama Emily di atas layar. Namun, lagi-lagi ia selalu gagal. Tetapi, bukan Penelope namanya jika ia menyerah tanpa ada hasil.


Panggilan demi panggilan di tolak oleh Emily, hingga akhirnya wanita yatim piatu itu dengan sendirinya menghubungi Penelope karena 1 pesan yang ia kirim kepadanya. Isi pesannya adalah, jika Emliy tidak mau menerima panggilannya maka ia akan menyebarkan berita di perusahaan bahwa Emily adalah mantan penjahat yang pernah masuk penjara.

__ADS_1


"Apa yang kau inginkan dariku?" tanya Emily dengan datar.


Terdengar suara tawa di seberang sana. "Hahaha! Apa kau sudah tidak sanggup menahan tekanan dariku hingga dengan sendirinya kau menghubungi?"


Gadis berambut panjang itu tertawa hambar. "Berhenti banyak bicara dan katakan saja apa maumu Penelope. Aku tidak punya banyak waktu untuk melayani mu."


"Sudahlah Emily, kau tidak cocok menjadi seseorang yang jahat. Lagi pula, jika kau ingin menyombongkan diri, pastikan jika ada yang bisa kau andalkan." Gadis itu tersenyum licik di sana. "Bahkan suamimu saja tidak pernah menganggap mu ada."


Penelope awalnya begitu tenang, namun saat mendengar kata-kata Emily, wajah wanita itu langsung berubah kesal. "Sialan kau Emily, kau bisa mengejek ku sekarang. Tetapi lihatlah nanti, kau akan menagis meminta sesuap nasi di kakiku," gumam Penelope di dalam hati.

__ADS_1


Ia ingin sekali mencaci Emily seperti yang sudah-sudah. Namun, ia menahannya karena ada sesuatu yang harus ia minta agar Emily membantunya. Maka darinya gadis berambut pirang itu menahan hatinya agar tidak terpancing untuk mengkasari saudara sepupunya itu.


"Kenapa kau diam saja Penelope, katakan apa yang kau inginkan?" ujar Emily saat sejenak tidak ada suara dari lawan bicaranya. "Jika tidak ada, maka aku akan memutuskan panggilannya. Aku juga tidak punya waktu untuk berdebat dan berbicara omong kosong dengan mu Nona Penelope."


Terdengar sekali lagi gelak tawa Penelope. "Emily... Emily. Kau terlalu naif sayang. Kesombongan telah menutupi wajah polos mu itu."


"Apa kau tidak merasa bosan Penelope? Dari tadi ku perhatikan, kau hanya mengatakan hal-hal aneh. Apa kau tidak tahu, Suamiku sangat menghargai ku hingga dia meminta ku untuk menjadi asisten pribadinya. Kau tahu? Dia bahkan memecat asisten terdahulunya yang sangat cantik dan seksi itu demi menjaga perasaan istrinya," ujarnya dengan nada penuh penekanan.


Mendengar itu, Penelope tampak sangat tidak percaya. Ia berfikir jika Emily mungkin saja sedang berbohong untuk membuat dia tidak tenang dan kacau.

__ADS_1


"Jangan membodohiku Emily, aku tahu siapa Leon. kau baru mengenalnya tapi aku sudah sangat tau kebiasaannya," ujar Penelope dengan tenang, namun pada kenytaannya ia tampak sedikit gelisah. Sepertinya dia harus memastikan hal itu dengan informannya yang baru ia suruh beberapa hari ini untuk memata-matai Emily di kantor.


__ADS_2