Rine And Shine

Rine And Shine
Bab 75


__ADS_3

"Ketulusan mu. Yah, ketulusan mu yang membuat aku sadar jika kau memang yang terbaik. Dan untuk kejadian terakhir kali, aku benar-benar menyesal. Aku minta maaf sudah membohongi mu, juga melakukan hal kasar padamu." Mata Leon mulai meredup. "Percayalah Emily. Perasaanku, sikapku sekarang ini, benar-benar tulus. Aku tidak pernah memohon kepada orang lain seperti ini, apalagi untuk seorang wanita."


Emily menatap wajah suram pria di depannya. Dalam hati wanita itu berkata, apakah Leon benar-benar menyesal? Emily trauma jika harus percaya. Namun, ujung-ujungnya dia di tipu lagi seperti kemarin.


"Aku minta maaf."


Mata Leon membulat sempurna mendengar kata maaf dari istrinya. "Untuk apa?"


"Untuk semuanya."


"Emily kau tak ha--"


"Aku yang salah," potong Emily dengan cepat. "Seharusnya aku tidak membenci mu seperti ini. Sangat wajar jika keluargamu marah dan memenjarakan aku karena kecelakaan itu. Jika saja kau sadar, mungkin aku tidak akan menjadi seorang mantan narapidana." Mata gadis itu mulai berkaca, otaknya memaksa dia harus mengingat kejadian di mana awal kehancurannya di mulai.


Leon meraih jemari Emily dan menggenggam-nya erat. "Maafkan aku, aku benar-benar minta maaf Emily."


Emily menatap Leon lalu menghela napasnya.


"Jadi, apa sekarang kita sudah bisa memulainya dari awal?" tanya wanita itu dengan raut wajah berbinar.

__ADS_1


"Ku-ku pikir begitu," jawab Leon ragu-ragu.


"Aku sudah memaafkan mu suamiku."


"Benarkah?" ucap Leon dengan wajah sumringah. Ini adalah kebahagiaan lebih dari saat ia terbangun dari koma dulu.


"Tapi..."


"Tapi apa?"


"Cessy. Bagaimana dengan dia?"


"Aku hanya memastikan saja."


"Memastikan apa? Kau tidak percaya padaku?" tanya Leon dengan tegas.


"Bukan begitu. Itu karena..." Emily sedikit memberi jedah pada ucapannya sebelum melanjutkan. "Aku dengar dari Robbin, kau menyuruhnya untuk mencari di mana Cessy berada. Ku pikir kau dan dia masih ..."


"Dasar biang kerok. Aku sudah curiga dia pasti akan menceritakannya kepada Emily." Leon bergumam di dalam hati menyumpahi sekretaris pribadinya itu.

__ADS_1


"Dengar Emily, aku menyuruh Robbin mencari Cessy bukan karena hubungan kami yang masih baik, tapi karena ada sesuatu yang membuatku tidak mengerti. Makanya aku menyuruh pria setengah wanita itu untuk mencari tahu keberadaannya."


"Sesuatu?" Emily menatap penuh selidik pada Leon.


Leon membuang napas kasar, sepertinya ini waktu yang tepat untuk mengatakan semuanya kepada Emily. "Dulu, waktu hubungan kita sempat renggang, aku mencarinya kesana kemari bahkan menyuruh semua anak buah ku untuk mencarinya. Namun, dia benar-benar menghilang. Bahkan sebelum dia menghilang, aku pernah memohon padanya untuk kembali dan tetap bersamaku. Tapi dia bersikeras untuk mengakhiri hubungan kami. Dia pernah kembali saat aku mengalami kecelakaan. Namun, dia dan ibuku ternyata membuat satu perjanjian. Tetapi setelah dia tahu aku koma dan kecil kemungkinan untuk sadar lagi. Dia membatalkan perjanjian itu dan pergi. Sekarang, ketika aku sudah memiliki orang lain, dan sudah melupakannya dia terus-terusan mengganggu ku dengan berbagai pesan text yang aneh. Dia selalu mengatakan apapun, tapi ketika aku bertanya di mana dia, tidak ada jawaban."


"Lalu?"


"Lalu, tidak ada lagi Emily."


"Apa perasaanmu masih ada padanya?"


"No! Aku benar-benar sudah menyelesaikan semua perasaanku padanya. Itu selesai, dan tidak ada lagi."


"Benarkah?"


"Tentu saja. Sekarang, hanya ada kau. Dan aku berjanji tidak akan ada siapa pun selain kau untuk selamanya."


"Jangan berjanji jika kau tidak yakin bisa menepatinya."

__ADS_1


"Akan ku pastikan untuk menepatinya."


__ADS_2