Rine And Shine

Rine And Shine
7. Awal bencana Emily


__ADS_3

"Apa yang kau lakukan pada anak ku, kenapa bukan kau saja yang di tabrak." Saina, menarik keras tubuh Emily dan menjambak rambutnya. Emily jelas melihat wajah ganas itu, Saina adalah ibunya Leon tentu saja melihat anaknya terkapar kaku dengan luka di sekujur tubuhnya membuat dia marah dan emosi.


Hanya diam dan pasrah yang bisa Emily lakukan, tidak ada yang bisa membuktikan jika bukan dirinya penyebab Leon seperti ini. Melainkan wanita di dalam mobil itu, dia melarikan diri setelah menabrak Leon saat hendak menyelamatkan Emily yang hampir saja di srempet pengendara sepeda. Dan sialnya kamera mobil Leon rusak saat kejadian naas itu.


"Tante, demi Tuhan bukan aku pelakunya. Aku bersama Leon saat itu tapi kecelakaan ini bukan aku pelakunya, Leon di tambrak saat hendak menyelamatkan aku."


Plak ....


Sebuah tamparan keras mendarat di pipi Emily. Dan ia tidak punya tenaga untuk membela diri, jadia ia membiarkan Saina memukulnya. Emily berfikir mungkin setelah melakukan itu mungkin Saina bisa menjadi sedikit tenang dan kembali seperti biasa. Namun, hanya diam tidak membuat wanita itu melembut, ia terus memukulinya. Emily hanya menutup mata menahan semua rasa sakit itu.


"Hentikan Saina!" Romaria setengah berteriak saat melihat Emily yang begitu kesakitan dengan pukulan-pukulan yang di berikan mantan istrinya itu. Ia menunduk dan mengangkat Emily membawanya berdiri di belakangnya untuk menghindari pukulan Saina. "Apa yang kau lakukan! Kau pikir dengan menyakitinya semua akan kembali. Lagi pula apa salah Emily."


Saina berdecak dengan mengangkat sudut bibirnya. "Kau bertanya padaku apa salahnya? Romario, karena dia anak kita sekarang sekarat. Leon di vonis mengalami lumpuh apa kau dengar apa yang dokter katakan, anak kita lumpuh."

__ADS_1


"Aku tahu, tapi semua ini bukan kesalahan Emily," ujar Romario. Ia bahkan tidak tahu bagaimana caranya agar Saina menjadi tenang.


"Aku tidak peduli! Singkirkan dia dari sini atau aku yang akan melakukannya dengan caraku."


"Saina!"


"Aku sudah menghubungi polisi untuk membawanya, dia harus bertanggung jawab untuk apa yang sudah terjadi."


"Apa! Kau ingin menolongnya lagi, sudah cukup anakku di jadikan alat untuk keserakahanmu. Aku akan mengambilnya kembali mulai dari sekarang."


"Keserakahan apa yang kau maksud, Leon adalah anakku, mereka berjodoh sejak kecil lalu apa salahnya. Sahabatku, adalah orang baik begitupun dengan Emily, bagaimana mungkin aku membuang mereka begitu saja."


Emily terlihat sangat terpukul"Daddy, aku berjanji akan menghilang dari kehidupan kalian, tapi aku mohon jangan penjarakan aku." wanita muda itu membungkuk memohon pengampunan untuk hal yang sama sekali tidak ia lakukan.

__ADS_1


"Emily bangunlah, mana tega aku memenjarakan anak ku sendiri." Romaria menghapus air mata Emily, memberi tatapan kasih sayang layaknya seorang ayah kepada anaknya. Dia tidak bisa melakukan apa-apa karena jika Saina sudah bertindak apapun akan ia lakukan demi tujuannya.


"Dasar anak tidak di untung," teriak Saina sambil Menjambak rambut Emily hingga gadis itu memekik karena kesakitan. "Bawa dia, dan jebloskan dia ke penjara," perintahnya pada para penjaganya.


"Tante Saina, aku mohon jangan lakukan ini padaku." Emily merangkak dan memohon di bawa kaki wanita itu.


Saina menendang kakinya hingga tubuh Emily terhempas darinya. "Bawa dia cepat!"


"Saina, hentikan! Apa yang kaulakukan, lepaskan dia!"


Wanita dengan balutan gaun hitam ketat selutut itu berbalik dengan tatapan yang cukup tajam "Jika kau menghalangi kali ini, maka aku akan membawa Leon pergi jauh hingga kau tidak bisa menemuinya."


Sebelum Romaria menjawab wanita yang sudah resmi memutuskan hubungan keluarga dengannya itu sudah lebih duluh melangkah dengan membawa Emily bersamanya.

__ADS_1


__ADS_2