
"Bercerai?"
"Yah!"
"Leon, ini tidak mungkin. Sejak awal kau dan Emily memang harus menikah, kalian sudah di jodohkan sejak kecil dan Daddy menyetujuinya. Ini adalah janji Daddy kepada Oliver."
"Aku tidak peduli dengan janji mu Daddy! Pokoknya aku ingin pernikahan ini di batalkan, aku masih mencintai kekasihku Daddy. Kami saling mencintai."
"Cinta?" Romario tiba-tiba menekan nada bicaranya. Menatap anak laki-laki yang sudah tumbuh begitu dewasa di hadapannya dengan intens. "Jika kalian saling mencintao, Lalu ke mana kekasihmu beberapa tahun ini? Kemana cinta yang kau banggakan itu? Bukankah seharsnya dia menemanimu di saat kau mengalami keterpurukan? Emily, gadis itu menanggung hukuman yang tidak dia perbuat karena keserakahan ibumu. Meskipun begitu, dia tetap mau menikahi pria yang sedang koma dan merawatmu berbulan-bulan. Apa ini yang kau balas padanya."
"Aku tahu ini menyakitkan baginya, tetapi aku hanya ingin kita bercerai Daddy. Fine! Aku berterima kasih karena dia mau merawatku, tetapi menjadi istriku itu sangat mustahil Daddy. Kau memutuskan itu tanpa persetujuanku."
"Leon!"
Suara lantang Romario memenuhi seisi Mansion, bahkan Emily yang berada di lantai atas bisa mendengarnya karena cukup keras. Gadis itu tidak berani berlari keluar, hanya bisa mendengar dari jauh. Dia tahu yang di perdebatan pasti adalah hubungannya dengan Leon.
__ADS_1
"Jangan membuat ku harus bertengkar denganmu hanya karena masalah yang sudah kita bahas berulang kali. Sebelum kau mengalami kecelakaan, aku sudah katakan bahwa hanya Emily yang harus kau nikahi."
"Tapi Daddy aku dan Cessy-"
"Kembali ke kamarmu dan istirahatlah, kau harus memulihkan tubuhmu karena baru saja sadar dari koma. Dan juga, kau harus mulai memperbiasakan diri untuk menerima Emily sebagai istrimu. Ke depannya, tidak ada pembahasan lagi tentang ini."
"Daddy!"
"Minggu depan kau sudah harus kembali ke kantor, lebih cepat lebih baik agar pikiranmu tidak kemana-mana." Romario melangkah pergi setelah mengatakan itu.
Kali ini dia tidak akan membiarkan Leon melakukan sesuatu yang bisa merusak masa depannya. Di tambah lagi Saina akan tinggal bersama mereka di sini. Jika Leon memanfaatkan keaadaan ini, maka hubungannya dengan Emily benar-benar akan selesai. Romario mendesah kasar mengingat jika itu benar-benar terjadi.
Dengan langkah tegas Leon mendekati ranjangnya dan naik ke atas berbaring kemudian langsung menyelimuti tubuhnya dengan selimut.
"Keluarlah!" Pria itu pura-pura menutup mata agar Emily tahu jika ia akan beristirahat.
__ADS_1
Kaget dengan suara Leon membuat Emily berbalik seketika. "Kau mengatakan sesuatu?" tanya Emily karena tidak mendegar dengan jelas apa yang Leon katakan.
"Keluarlah, aku tidak ingin melihatmu di sini."
"Why?"
Rahang pria itu mulai mengetat karena kekesalan yang kian memuncak. Leon menahan emosinya kemudian duduk dengan tegak menatap ke arah balkon di mana Emliy berdiri di sana. "Aku membenci kehadiranmu istriku, jadi bisakah kau sedikit menjauh dariku?"
Emily menatap dengan mata membulat, bukan karena kalimat kasar yang Leon berikan, tetapi saru kata di antara kalimat-kalimat itu yang membuatnya terkejut. Emily menelan ludah dengan sangat susah karena merasa canggung. Meskin ucapan Leon sedikit kasat. Namun, sepenggal kata itu membuat pipinya bersemu merah. Tanpa kalimat perlawanan, gadis itu segera melangkah cepat keluar dari kamar. Bahkan ekspersi marah dari Leon bisa membuatnya malu untuk menatap pria itu.
*
*
*
__ADS_1
Gays Giveaway masih ada yah. Buat 2 orang pemenang masing-masing akan dapat pulsa 50K. Bakal aku umumin senin besok nanti. Aku bakal ambil 2 top fans 1 mingguan dan 1 bulanan, di Novel aku yang ini. Buruan kasi vote dan dukungan kalian di sani. jangan lupa like dan komentar sebanyak² nya juga Tekan Fav. agar tiap up selalu ada notif.. 🥰😘💜
Buat para pemenang giveaway kemren. nantikan paketnya yah. Sudah di kirmkan. Semoga suka 🙏🥰