Rine And Shine

Rine And Shine
Bab 78


__ADS_3

Sudah pukul delapan malam dan Emily juga Leon harus segera turun untuk Makan malam bersama ayah dan ibunya Leon. Keluarga Mugel malam ini mengadakan makan malam spesial untuk merayakan hari pernikahan yang ke 30 tahun Romario dan Saina. Dan besok usia Leon menjadi 29 tahun.


Tidak ada yang Spesial malam ini, karena acaranya puncaknya akn di laksanakan besok bertepatan dengan ulang tahun Leon. Namun acara kecil ini berlangsung damai dan nikmat. Biasanya, Leon akan terus mencerca Emily setiap kali dia mengobrol dengan Romario, sekarang berubah menjadi sangat tenang. Bahkan Romario pun ikut bingung, Emily melayani Leon dengan sangat baik selayaknya sang istri yang melayani suaminya yang sedang makan. Entah, apa mungkin karena ini adalah malam spesial mereka hingga kedua putra putrinya menjadi akur.


"Apa kalian baik-baik saja?"


Romario bertanya karena merasa ada yang aneh. Biasanya, Leon selalu mengambil makanannya sendiri. Namun, malam ini. Emily menyediakan semua untuk suaminya.


"Yah, kami baik-baik saja," jawab Leon sambil tersenyum ke arah Emily yang di balas dengan senyuman juga oleh wanita berambut panjang itu.


"Apa kalian seperti ini karena hari ini adalah hari spesial Daddy dan Mommy? Kalian terlihat berbeda. Seperti..." Romario menjeda ucapannya. Pria berambut putih itu sedikit berfikir, kata apa yang pas untuk menggambarkan keakraban pasangan suami istri muda di depannya ini.


"Seperti apa? Seperti benalu?" Saina yang sedari tadi hanya diam tiba-tiba berkata dengan ketus.


"Mom?"


Saina berdecak kesal kepada anak semata wayangnya itu. Suasana makan malam semakin terasa membosankan bagi wanita setengah abad itu karena kedua pria di depannya yang terus menerus memuji menantu yang sangat ia benci.

__ADS_1


"Kalian berdua harus ingat. Terkadang, orang yang menyakiti kita paling dalam dan paling kejam bukan orang luar melainkan orang terdekat yang mengatasnamakan keluarga.


Leon sedikit mengeryitkan kening menatap ibunya. "Mom, aku mohon."


"Kenapa kau tiba-tiba berubah baik pada wanita ini, aku membiarkannya tinggal di sini dan menjadi istrimu hanya karena waktu itu kau koma. Kau tidak boleh benar-benar memiliki perasaan padanya, wanita seperti ini tidak pantas untuk mu."


Leon pura-pura tidak mendengar ucapan ibunya. Ia harus mulai belajar mengontrol dirinya dan tidak lagi terpancing dengan ucapan ibunya yang selama ini selalu membuat dia tersesat.


"Saina! Apa-apaan kau."


Romario hanya menggelengkan kepala melihat kelakuan istrinya yang sama sekali tidak berubah. Usianya sudah semakin tua. Namun, tidak ada cerminan baik yang bisa ia berikan kepada anak dan menantunya.


Saina meneguk air sambil menatap tajam Emily. Semakin merasa jengkel dengan menantunya itu.


Melihat bagaimana kelakuan mertuanya, Emily pun lebih memilih menikmati hidangan makan malam buatan Marisa dan Joya ketimbang harus melayani sikap arogan ibu mertuanya.


"Marisa."

__ADS_1


"Ya, Tuan besar."


"Sajikan dessertnya, keluarga ini harus banyak-banyak makan makanan yang manis-manis," ujar Romario sambil melirik istrinya.


Marisa tertawa kecil mendengar gurauan majikannya itu. "Baiklah." Segera ia melangkah ke belakang mempersiapkan makanan penutup dan kembali membawanya untuk di sajikan.


Sekilas sorot mata penuh cinta dari Leon kepada Emily saat wanita itu berdiri dan mengambil seporsi Crema Catalana dan magdalenas dan dan menyajikannya untuk Saina dan juga Romario. Terakhir Emily hanya memberikan Crema Catalana kepada Leon, pria berdarah Spanyol itu sangat menyukai dessert tersebut.


Crema Catalana, adalah dessert khas Spanyol yang terbuat dari krim brulee Prancis yang sangat lembut. Rasanya yang segar membuat banyak orang ketagihan menikmati hidangan ini termasuk Leon. Pria itu sangat menyukai kerak gula gosong serta puding lembut di bawahnya itu. Saking sukanya, Leon bisa menghabiskan sampai lebih dari 3 porsi sekaligus.


"Apa kau juga ingin mencoba Magdalenas?" tanya Emily saat melihat begitu rakusnya Leon menikmati Crema Catalana.


"No, cukup ini."


"Oh manisnya," seru Joya saat melihat adegan romantis antara kedua manikannya. Gadis kecil itu keceplosan, ketika ia menyadarinya segera ia memohon untuk kembali ke belakang.


Romario hanya bisa tersenyum bahagia melihat perubahan hubungan Leon dan Emily. "Semoga keluarga ku selalu bahagia seperti ini," gumamnya di dalam hati. Ia berharap. Saina segera menyadari, jika Emily adalah wanita yang tepat untuk putranya

__ADS_1


__ADS_2