Rine And Shine

Rine And Shine
Bab 53


__ADS_3

Suara heels runcing terdengar menuruni tangga di pagi yang dingin ini. Emily turun dengan pakian rapih dan juva senyuman manis yang terus terukir di bibir tipisnya. Rambut yang biasa ia gerai kini di ikat rapih ke belakang. Bulu mata lentik dan pipi yang sedikit merona membuat ia terlihat anggun dan cantik.


"Selamat pagi semua."


Emily menyapa dengan nada lembut untuk dua orang yang selalu setia menemani sarapanya tiap pagi. Dan kali ini bukan Leon yang yang terkaget melihat penampilanya. Namun, Joya dan Romario terlihat tidak bisa berkedip melihat penampilannya.


"Emily? Ini benar-benar kau?" tanya Romario dengan tatapan takjub dan tidak percaya. Yah, menantunya itu memang selalu tampil sederhana. Untuk itu ia sangat terkejut melihat perubahan penampilan Emily pagi ini.


"Si Daddy. Maaf, apa penampilanku tidak bagus?"


Romario mengelengkan kepala cepat. "Sempurnah!" ucapanya dengan menaikkan dua jempolnya ke depan.

__ADS_1


Joya bahkan terlihat girang sampai tidak berhenti memuji majikannya itu. Gadis kecil itu terus tersenyum ke arah Emily sambil menyajikan sarapan kepada yang lain. Namun, respon Leon sangatlah berbeda. Tatapannya terlihat datar dan tidak peduli, ia duduk dan menikmati sarapannya tanpa peduli dengan keberadaan Emily. padahal Emily mengira ia yang akan banyak protes karena penampilannya ini.


"Apa ini, apa dia pura-pura tidak melihatku?" gumam Emily di dalam hati. Sesekali ia melirik ke arah pria itu untuk menarik perhatiannya. Namun, dia seperti gunung es. Sangat terlihat dingin.


"Aku sudah selesai," ucap Leon sontak membuat Emily kaget. Pria itu berdiri dan meninggalkan meja makan dengan wajahnya yang angkuh dan cuek.


"Leon, kau harus memunggu Emily, ini hari pertamanya dan dia tentu saja akan canggung. Jangan lupa kau harus memperkenalkannya kepada orang-orang di kantor jika dia adalah asisten pribadimu."


"Aku tahu Ayah."


"Tapi aku belum menyentuh sarapanku?"

__ADS_1


"Lihat jam di tanganmu Nona Emily. Kita sudah terlmbat. Jika kau tidak ingin di pecat di hari pertamamu maka bergegaslah. Aku tidak suka mempunyai bawahan lelet seperti anda."


Mendengar itu Emily langsung menatap ke arah Leon. "Ternyata sia masih saja sedingin itu," gumamnya di dalam hati. Ia tahu akan sia-sia melawan pria itu, akhirnya ia hanya bisa meneguk minumannya dan bergegas mengikuti Leon yang sudah lebih dulu keluar.


"Sepertinya besok kau harus bangun lebih awal sayang. Seorang asisten harus tiba di kantor 35 menit sebelum atasannya tiba," ujar Romario berteriak kecil ke arah menantunya yang sedang kerepotan untuk memberi semangat


"Si Daddy, aku akan mengingatnya," jawab Emily yang sedang berlari mengikuti Leon yang sudah menunggunya di dalam mobil.


Leon melihat arlojinya. "Mulai besok, kau harus lebih cepat lagi. Kita sudah terlambat, lagi pula ini bukankah hari pertamamu bekerja? Seharusnya kau memberi kesan yang baik malah membuat atasanmu menunggumu seperti ini."


Emily membuang napas, dalam hati ia ingin sekali membalas pria ini. Wajahnya sungguh menyebalkan dan minta untuk di tampar. Namun, berfikir jika ia harus sabar menghadapinya demi mengumpulkan pundi-pundi emas yang akan membawanya pada kebebasan. Ia mengurungkan niatnya itu, memasang wajah manis lalu mengangguk.

__ADS_1


"Baik, aku mengerti."


Setelah itu Leon tidak lagi berkata apa-apa. Ia memberi perintah pada supir pribadinya untuk segera berangkat menuju kantor.


__ADS_2