Rine And Shine

Rine And Shine
Bab 69


__ADS_3

Sudah beberapa hari ini Emily menjadi asisten pribadi Leon, gadis itu melakukan tugasnya dengan baik dan benar karena banyak pasang mata yang masih terus memperhatikannya, bahkan tidak banyak yang ikut menyindirnya jika ada kesempatan. Jika ia bekerja tidak benar, jelas nama Leon akan buruk.


Leon sendiri pun seperti merasa terus waspada takut jika ada yang melakukan hal yang sama seperti Jane kemarin. Kekhawatirannya juga bukan hanya itu saja, akhir-akhir ini Leon terlihat sangat gelisah karena Cessy terus saja mengirimkan pesan-pesan aneh padanha. Emily mengetahui suaminya gelisah bukan karena raut wajahnya atau tingkahnya tetapi dari mulut pria setengah wanita yang tiap menit berada di dekatnya.


Sebenarnya Emily tidak berminat tahu tentang perasaan Leon atau hubungan asmaranya dengan kekasihnya itu. Akan tetapi, Robbin selalu tiada henti memberitahunya. jadi mau tidak mau, Emily jadi ikut membedakan raut wajah dan tingkah Leon saat sedang bekerja. Apakah dia sedang stres atau sedang baik-baik saja.


Seperti kemarin, ketika Emily sedang memeriksa beberapa kelengkapan berkas untuk di tanda tangani Leon, tiba-tiba Robbin datang dan mengatakan jika Cessy baru saja mengajak Leon untuk bertemu. Awalnya dia tidak terlalu peduli, tetapi lama-lama ia menjadi panas saat pria gemulai itu terus menerus menyebut nama wanita itu.


"Apa kau mengenal wanita itu?"


"Maksudmu Nona Cessy?"


Emily menganggukkan kepala.


"Tentu saja, dia kekasihnya Tuan Leon yang sering ia bawa ke kantor. Bukan rahasia lagi, siapa pun tahu akan hal itu," jawab Robbin dengan gaya anggunlinya.


"Begitukah?"

__ADS_1


"Dan kau, apa kalian pernah bertemu?" Robbin mengulang pertanyaan yang sama untuk Emily.


"Tidak. Aku hanya tahu dia adalah seorang model," jawab Emily dengan wajah polosnya.


"Apa Tuan Leon pernah menyinggungnya saat kalian sedang bersama?"


"Tidak!"


"Kau pernah bertanya kepadanya?"


"Untuk apa?"


Emily sontak tertawa mendengar ucapan Robbin. "Untuk apa aku khawatir."


"What?"


Robbin menganga dengan mulut sedikit terbuka.Umumnya semua orang akan khawatir dan marah saat suami mereka memiliki hubungan dengan wanita lain, lalu kenapa wanita di depannya ini malah biasa saja dan sama sekali tidak marah atau khawatir. Apa dia benar-benar wanita normal seperti pertanyaan Leon waktu itu? Robbin menggelengkan kepalanya, merasa menyesal sudah menanyakan hal itu kepada Emily.

__ADS_1


"Apa kau mencintainya?" tanya Robbin karena rasa penasaran dengan sikap dingin Emily.


"Entahlah..."


Robbin membuang napas kasar. "Lalu untuk apa kalian menikah, apa hanya untuk bermain-main di atas ranjang?"


"Kami belum pernah melakukannya, hanya tidor seranjang."


Robbin membuka bola matanya dengan sepurnah. "Oh God! Jadi selama kalian menikah, Leon belum pernah menyentuhmu?"


"Suuutt... Pelankan suaramu atau orang-orang mengetahuinya."


"Ruangan ini memiliki peredam suara, tidak ada yang bisa mendengar terkecuali dia berada di sini atau pintu itu terbuka." Robbin menunjuk pintu hang tertutup rapat.


"Tentu saja sudah, dia memeluk ku, mencium ku, tapi saat dia melakukan itu dia menjadi orang lain." Wanita itu melanjutkan ceritanya setelah merasa aman.


"Huh? Ada apa dengan pasangan ini. Kenapa mencium dan memeluk saja harus menjadi orang lain?" Robbin terus d buat tercengang dengan setiap kalimat dari cerita Emily.

__ADS_1


"Hubungan kita berbeda Robbin. Di mata orang-orang, kami adalah sepasang suami istri. Tetapi tidam bagi aku dan Leon, dia selalu menganggap ku tidak ada dan aku yang selalalu berharap dia ada."


__ADS_2