
Waktu berlalu cepat dan matahari pun sudah tenggelam. Emily dan Leon kembali ke Mansion keluarga Mugel setelah menyelesaikan kencan romantis pertama mereka.
Raut bahagia dari kedua orang itu tidak padam setelah keduanya menumpahkan isi hati masing-masing, lalu saling memaafkan, kemudian berjanji untuk terus bahagia bersama-sama.
"Mandilah, bersihkan tubuhmu," ujar Leon ketika keduanya baru memasuki kamar. Bagi Leon, rasanya memang canggung mengatakan hal seperti itu. Namun, ia harus memperbiasakannya agar rasa canggung dan asingnya yang dulu bisa hilang.
Begitupun dengan Emily, rasanya sedikit kaku ketika tiba-tiba ia mendapatkan perhatian lebih dari orang yang pernah menolaknya. Bahkan mengutuk dirinya untuk tidak akan mencintainya.
"Ayolah Emily, kau sudah memafkan Leon juga menerima dia untuk memulai hari baru. Jangan lagi mengingat masa lalu pahit itu," gumam Emily di dalam hati.
Emily menaruh tas tangan yang biasa iya kenakan ke kantor lalu melangkah ke kamar mandi. ia memang sedikit merasa geli dengan tubuhnya sendiri. Di kantor tadi cukup banyak kerjaan yang menguras tenaga dan keringat, jadi tubuhnya sedikit lengket dan juga lelah. Mandi air hangat akan membuat ia lebih segar dan rileks.
__ADS_1
20 menit berlalu dan Emily selesai dengan mandinya. Terlalu lama di dalam kamar mandi sampai ia lupa jika Leon masih ada di kamar. Wanita dengan manik hitam itu keluar dengan bath robe dengan bagian pada belahan dada yang sedikit terbuka. sambil melilit handuk di kepala ia keluar tanpa ada rasa malu.
"Ah... Segarnya."
Emily melangkah sambil melepas lilitan pada kepalanya hingga eambut hitamnya yang panjang itu tergeraih basah. Di depan kaca riasnya Emily yang sedang mengusap rambut untuk di keringkan itu tiba-tiba gerakannya tertahan.
"Oh my God!" Emily memekik kaget saat bayangan Leon tiba-tiba muncul pad akaca riasnya. Dengan cepat ia menghindar, namun tubuhnya di tahan oleh Leon agar tetap berada di poisinya.
"Berikan handuknya, biar ku keringkan rambutmu."
"Sampho apa yang kau pakai?" tanya Leon sambil sesekali mencium aroma wangi yang keluar dari rambut Emily.
__ADS_1
"Aku memakai yang tersedia di kamar mandi."
"Teruslah memakainya, aku sangat suka aromanya. Wanginya menenangkan."
Emily menelan salivanya dengan sangat susah. Ia terkejut dengan perlakuan Leon yang tiba-tiba berubah sangat manis seperti ini. Ia tidak tahu, apakah ini hanya larena ingin membodohinya ataukah benar-benar tulus.
"Leon, aku bisa melakukannya sendiri," ujar Emily merasa tidak enak. Tadi d restoran dia memanggilnya sayang, dan sekarang sedang mengeringkan rambutnya. Entah, selanjutnya nanti apalagi.
"Anggap saja, aku sedang menebus semua kesalahanku. Jadi biarkan alu melakukannya."
"Aku sudah memafkanmu, tidak perlu seperti ini."
__ADS_1
"Karena kau sudah memafkanku, juga sudah mau menerima perasaanku, maka biarkan aku melakukan ini."
Emily terdiam, ia tidak tahu lagi harus berkata apa. sepertinya suasana hati Leon setelah kejadian itu mulai menjadi baik, dia tidak lagi menjadi pria kaku dan dingin. Bahkan tidak ada lagi suara-suara kasar yang sering ia keluarkan untuk Emily. Sekarang Leon terlihat baik dan juga sedikit romantis. Meski semua ini sangat tiba-tiba, itu membuat Emily merasa legah. Semoga, hari-harinya nanti berlalu dengan banyak kebahagiaan.