Rine And Shine

Rine And Shine
Chapter 27


__ADS_3

Matahari cukup cerah pagi ini. Namun, udara masih terasa dingin. Terlihat dari betapa rapatnya jarak antara sepasang suami istri yang tengah tertidur di balik selimut yang tebal. Emily perlahan terbangun saat sinar matahari yang masuk dari sela-sela jendela mengenai wajahnya. Dengan mata yang masih tertutup, gadis berambut panjang itu mengecap beberapa kali bibirnya yang ranum, seakan sedang menikmati mati sesuatu yang manis di dalam mulutnya.


Perlahan, manik itu terbuka. Masih di bawah alam bawa sadarnya, Emily tersenyum menatap Leon hang menghadap padanya. Dekapan pria itu bahkan terasa sangat hangat, membuat Emily kembali memejamkan mata. Sejenak setelah menutup mata Emily seperti tersihir, gadis itu kembali membuka mata dengan cepat.


"Aaaah ...!" Emily memekik kaget saat melihat sepasang mata itu terbuka dan menatapnya. Ingin sekali dia melarikan diri. Namun, tidak bisa karena tubuhnya sedang berada di dalam pelukan Leon. Dan pria itu seakan menahannya untuk tetap berada di sana. "Le-Leon?" Emily membulatkan mata dengan tatapan takjub. "Kau .... Kau sudah sadar?"


"Bisakah kau berpindah, lenganku terasa sakit."


Suara itu benar-benar pelan hingga membuat pikiran Emily entah melayang ke mana.


"Bisakah kau berpindah?"


"Huh?"


Menyadari gerakan mata Leon, Emily dengan cepat bangun dan duduk di samping pria itu.


"Ambilkan aku segelas air, tenggorokan ku terasa kering."


Emily segera turun dari atas tempat tidur dan mengambil segelas air untuk Leon. "Apa kau baik-baik saja? Kepala mu, apa sakit? Kakimu? Tanganmu?" tanya gadis itu sembari menyodorkan segelas air putih itu. "Ah sebentar, seharusnya aku memberitahu Daddy."

__ADS_1


Emily hendak melangkah. Namun, ia di tahan oleh Leon. "Apa kau ingin orang melihat bagaimana penampilanmu dengan baju sobek itu?"


Emily segera mencari apa yang di maksud Leon dan memekik kaget saat melihat bagian lengan bajunya yang sobek.


"Apa kau ingin menampilkan jika aku adalah orang jahat yang ketika bangun langsung menerkamu."


"Ti-tidak Leon. Tidak seperti itu." Emily hampir saja mengeluarkan air mata, bagaimana bisa dia tidak menyadari jika bajunya sudah terkoyak robek dan menampilkan bagian bahu dan setengah ***********. Bagaimana jika Leon melihat apa yang pria itu lakukan padanya semalam. Emily segera menuju walk in closed dan mengganti bajunya dan melangka keluar memberi kabar kepada Romario tentang Leon.


"Daddy! Leon sudah sadar."


Suara teriakan Emily bukan saja di sambut oleh Romario, tetapi juga Saina. Emily tidak melihat jik monster wanita itu juga ada.


"Benarkah!"


Kedua orang itu Langsung belari menuju kamar Leon. Saat Emily masuk ke kamar, orang-orang termasuk para pelayan yang selalu setia merawat Leon juga ada di sana. Raut wajah sumringah dari Romario dan Saina menunjukkan betapa bahagianya mereka melihat anak yang koma bertahun tahun kini sudah sadar. Bahkan Romario yang setegar batu itu menangis karena rasa haru.


"Daddy sudah menghubungi Dokter, dia akan segera tiba dan memeriksa keadaanmu."


"Oh my Leon." Saina mengusap air matanya. "Akhirnya kau sadar juga. Ibu sangat khawatir, sudah beberapa tahun ini kau terus koma membuat kami berfikir yang tidak-tidak dengan kondisimu."

__ADS_1


"Si, Tuan mudah. Syukurlah kau sudah bangun," tambah pelayan pribadi Saina.


Beberapa menit kemudian Melisa masuk dengan membawa dokter pribadi keluarga Mugel. Dokter dengan cepat memeriksa keadaan Leon, dan syukurlah semua di nyatakan normal dan baik-baik saja. Selanjutnya dia hanya akan memeriksa organ bagian dalamnya di rumah sakit untuk lebih memastikan keadaannya secara menyeluruh.


"Istirahatlah lebih banyak, jangan melakukan kegiatan berat dulu. Jika dia merasakan sesuatu, segera hubungi aku."


"Si, dokter. Kami mengerti."


****


Romario berjalan medekati Emily dan memeluk gadis itu dengan erat. "Sayang, terima kasih. Berkat dirimu, Leon bisa segera sadar. Daddy sangat bersyukur hari ini."


"No Daddy, ini semua karena kasih sayang kalian dan tekad Leon yang ingin sembuh. Aku hanya menjalankan tugasku saja."


"Jangan terlalu memujinya, memangnya apa yang sudah dia lakukan," ujar Saina ketus. Wanita itu benar-benar tidak rela jika karena dia Leon bisa sadar.


Emily menghindari perdebatan dengan Saina. Terakhir, wanita itu hampir menyingkirkannya karena luka Leon. Melihat ketidaksukaan Saina, Romario akhirnya memutuskan agar semuanya keluar dan membiarkan Leon istirahat. Pria tua itu mengusir semuanya termasuk Saina. Namun, ia tetap membiarkan Emily untuk menemani Leon.


*

__ADS_1


*


Gays Giveaway masih ada yah. Buat 2 orang pemenang masing-masing akan dapat pulsa 50K. Bakal aku umumin tgl 30 nanti. Aku bakal ambil 2 top fans 1 mingguan dan 1 bulanan, di Novel aku yang judulnya Rine And Shine. Buruan kasi vote dan dukungan kalian di sana. jangan lupa like dan komentar sebanyak² nya juga Tekan Fav. agar tiap up selalu ada notif.. 🥰😘💜


__ADS_2