
Emily sudah kembali ke Mansion, dan tiba-tiba saja bel berbunyi menandakan sesorang datang. Sungguh aneh bagi Emily karena semua anggota keluarga ada di dalam rumah, lalu siapa yang datang? Gadis itu mengira-ngira jangan sampai pria asing itu, atau mungkin Bibinya dan gadis angkuhnya itu yang pura-pura datang unruk berkunjung. Namun, hanya ingin melihat penderitaannya.
Beberapa menit kemudian Melisa masuk ke ruang keluarga dengan membawa seorang petugas kepolisian. Emily yang sedang mengobrol bersqma Joya di halaman samping ruang keluarga merasa kaget. Bulu kuduknya sedikit berdiri, tentu saja dia merasa takut. Itu adalah petugas kepolisian, bagaimana jika dia ingin membawa kembali Emily ke penjara dingin itu.
"Pierda! Apa anda baik-baik saja?"
Pertanyaan joya membuat pikiran liar Emily buyar. "Si. A-aku baik-baik saja." Emily mulai memasang pendengarannya fokus ke ruang keluarga.
"Maaf, apa ini kediaman Nona Emily Burman?" Polisi jangkung itu bertanya sambil melirik bergantian Romario dan Leon.
Emily membulatkan mata. "Untuk apa polisi itu mencariku?" Saat ia ingin menghampiri, Leon sudah lebih dulu menjawab. Membuat langkah kakinya terhenti dan tidak berani mendekat.
Leon berdiri mempersilahkan polisi itu untuk duduk. "Silahkan."
__ADS_1
"Terima kasih."
"Apa ada sesuatu yang membawa anda ke rumah kami?" tanya Romario.
"Yah anda benar Tuan Mugel. Aku datang untuk menyampaikan kepada Nona Emily agar berhenti mengganggu Nyonya Catalina dan putrinya Penelope. Mereka memberikan laporan jika Nona muda di rumah ini sering mendatangi mereka dan mengatakan hal-hal konyol."
"Maksudmu Catalina Burman?" Romario sedikit tertawa. "Kenapa dia harus merasa terganggu dengan keponakannya sendiri? Itu terdengar konyol pak polisi."
Emily mengepal di sana. "Mengganggu?"Gadis itu menerawang langit-langit rumah dengan tertawa kecil, matanya langsung berair mengingat kalimat itu. "Bukankah kalian yang lebih dulu mengangguku."
"Apa aku bisa bertemu dengan Nona Emily, seharusnya dia mendengarnya langsung agar tidak lagi melakukannya," ujar polisi itu. Leon hampir saja membuat polisi itu bungkam dan tidak bertingkah. Namun, karena Emily sama sekali tidak membaca maksudnya dia dengan bodohnya menghampiri polisi itu.
"Aku di sini."
__ADS_1
Leon langsung memasang wajah datar. "Dasar bodoh! Untuk apa dia keluar." Karena masih kesal dengan polisi yang membawa laporan juga kebodohan Emily, Leon dengan langkah panjang menarik istrinya dan menyeretnya naik ke kamar. "Jangan keluar jika aku tidak memanggilmu."
Leon mengunci kamar dan trun ke lantai bawah membiarkan Emily yang hanya diam saja. Ia tahu jika Leon sedang marah, maka dari itu dia tidak ingin melawan karena niatnya dia harus merayu suaminya untuk membereskan masalahnya dengan bibi Catalina dan Penelope.
"Maaf, tapi istriku tidak bersalah. Silahkan, kembali dan katakan kepada Catalina dan dan putrinya kalau aku akan mengajukan laporan balik."
Romario yang tadinya santai langsung kaget. "Leon! Jangan aneh-aneh."
"No Daddy. Aku tidak aneh, tapi kedua wanita itu yang aneh. Seharusnya mereka tahu jika yang mereka laporkan adalah istriku."
"Tuan Leon, apa anda punya bukti untuk melaporkan balik?" tanya polisi itu dengan wajah serius.
Dia ingin segera pergi karena berurusan dengan keluarga Mugel memang akan sangat merugikannya. Namun, bukankah dia harus punya alasan kuat untuk meninggalkan mansion Mugel. Dia mendapatkan bayaran dari Catalina untuk datang, jadi seharusnya dia membawa pulang meskipun berita buruk.
__ADS_1
"Katakan pada mereka, aku akan menuntut mereka karena melakukan pemalsuan dokumen atas rumah milik mendiang mertuaku yang mereka jual."