Rine And Shine

Rine And Shine
Bab 42


__ADS_3

Dengan langkah gusar Leon berjalan keluar dari ruangannya, ia harus kembali ke Mansion dan menemui Emily. Karena jika tidak kewarasannya akan hilang karena terus memikirkan wanita itu. Namun saat dirinya tiba di Mansion, wanita keras kepala itu masih belum kembali, entah kemana dia Leon bahkan tidak tahu.


"Argh... Sial! Kemana dia, apa dia sudah melarikan diri?"


Terdengar helaan napas kasar keluar dari bibir Leon. Inilah alasan mengapa dia sedikit tidak menyukai Emily. Gadis itu selalu saja berulah di saat keadaan penting seperti ini, dia selalu menghilang secara tiba-tiba dan pergi ke tempat yang tidak di ketahui oleh siapa pun. Bahkan gadis yang sudah sah menjadi istrinya itu tidak membawa ponselnya.


Hari sudah mulai petang dan Emily baru sadar jika sudah sangat lama ia berada di taman. Segera ia membereskan wajahnya yang penuh dengan air mata, merapikan rambut dan gunnya lalu melangkah sayup menuju Mansion. Beruntung, jarak antara taman dan Manison tidak terlalu jauh hingga ia tidak perlu pergi jauh dalam keadaan seperti sekarang ini. Setiba di Manison, Emily memperbaiki lagi penampilannya. Ia harus terlihat biasa saja tanpa di curigai siapapun, apalagi masalah dia dan Leon tidak ada satupun yang tahu.


Saat melewati ruang baca, terlihat Leon yang sedari tadi menunggunya langsung beranjak dari dalam dengan terburu-buru.

__ADS_1


"Dari mana saja kau! Apa kau tidak berfikir bahwa ada yang merasa cemas karena kau yang pergi tanpa memberi tahu orang rumah? Apa kau ingin membuat semua orang terkena imbas atas kesalahnmu?"


Emily menatap pria di hadapannya sambil mendengus kesal di dalam hati. "Apa dia pikir ini adalah panggung sandiwara? Kenapa dia begitu egois padahal semua ini terjadi karena ulahnya."


"Maaf." ujar Emily santai. Sambil melangkah pergi, batin Emily terus saja mengumpat. Hingga langkah Emily tercegat saat merasakan tangan kanannya di tarik keras.


"Apa yang kau inginkan." jawabnya sambil menatap mata tajam Leon, wanita yang menggunakan dres biru polos selutut itu bertanya dengan nada yang tegas. Tidak ada ketakutan sedikitpun pada raut wajahnya hingga membuat lawan bicaranya sedikit menaikkan satu alis. Dan Emily melihat dengan jelas jika gerakan itu Leon lakukan karena merasa sedikit gugup.


"Apa kau sedang menantangku?"

__ADS_1


Segera Emily menghempas lengan Leon yang mencengkeramnya, lalu melangkah mundur dengan cepat menciptakan jarak di antara keduanya. Dan Leon sangat tidak menyukai hal tersebut. Dia tidak suka jika ada seorang wanita yang dengan jelas melakukan perlawanan terhadapnya. Apalagi Emily adalah istrinya yang ia pikir sangat polos dan mustahil melakukan hal seperti itu padanya.


Namun, sepertinya ia harus memaklumi hal itu. Kesalahannya untuk Emily cukup membuat dia gugup berhadapan dengan wanita berwajah oval itu. Kali ini yang terpenting adalah dia harus memastikan jika Ayahnya tidak akan tahu tentang drama yang ia ciptakan untuk Emily.


"Apa yang kau inginkan?" tanya Emily sekali lagi masih dengan wajah yang begitu tegas.


Udara tiba-tiba membeku membuat wajah tampan itu menjdi berubah dengan mengerutkan dahi. mata Lion benar-benar menujukkan ketidakpercayaannya atas apa yang baru saja dia dengar. Emily benar-benar sedang menantangnya, dan itu sekaligus membuat dia merasa sangat tidak nyaman.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2