Rine And Shine

Rine And Shine
Chapter 34


__ADS_3

Saat pagi datang dan sudah terdengar kicauan burung di luar sana, Emily bangkit dari tempat tidur dan melihat Leon yang sedang santai di atas sofa sambil menikmati secangkir kopi. Dahi Emily berkerut, entah dia yang bangun terlambat atau Leon yang bangun terlalu pagi.


"Kenapa kau menatapku seperti itu? Apa ada yang ingin kau katakan padaku?"


Emily menghela napas dan mulai mendekati Leon. Hari ini dia harus memastikan sesuatu dengan pria menyebalkan ini. "Apa semalam kau mendengar sesuatu?"


Leon menatapnya dengan dingin. "Kenapa? Apa kau melakukan sesuatu semalam lalu takut jika aku mengetahuinya."


Mata Emily membulat. "Aku banya bertanya, jika kau tidak kendengar ya sudah," jawab Emily berlalu pergi.


Namun, tidak di sangka ternyata Leon bangkit dan melangkah mengikuti Emily. Tangan kekar itu manarik lengan Emily hingga menabrak dada milik Leon. "Apa yang sedang kau sembunyikan dariku, semalam aku begitu lelah dan tertidur dengan pulas hingga pagi. Katakan, apa yang ingin kau pastikan denganku."


"A-aku .... Tidak! Tidak ada apa-apa Leon."


"Kau tahu bukan, akibat jika kau melakukan sesuatu di belakangku." Tatapan mata Leon begitu dingin, Emily sedikit merasa dejavu dengan mata itu. Namun, sikap dinginnya berbeda dengan orang yang juga memiliki mata dingin itu.


"Tidak ada yang aku sembunyikan Leon, lepaskan aku! Kau membuatku kesakitan."

__ADS_1


Melihat Emily yang sudah memohon, Leon langsung melepaskan gadis itu. "Mulai sekarang aku akan terus mengawasimu. Bersihkan kamar dan siapkan baju ku. Aku ada urusan hari ini."


Setelah mengatakan itu Leon keluar dari kamar. Emily terjatuh ke lantai saat Leon menabraknya. Gadis itu masih merasa ketakutan karena takut Leon mengetahui apa yang terjadi setiap malam. Tanpa menunggu lagi, Emily segera merapikan kamar dan menyiapkan pakaian Leon. Menyiapkan pakaian memang adalah tugasnya sebagai seorang istri, tetapi kenapa dia harus membersihkan kamar. Dan bodohnya kenapa Emily sama sekali tidak menolak, dia malah menganggukan kepala seperti orang bodoh.


"Dasar menyebalkan, dia sengaja membuatku seperti pembantunya."


Beberapa menit kemudian Leon kembali ke kamar, ia membersihkan tubuh dan mengganti pakaian yang di siapkan oleh Emily. Hari ini Leon akan kembali bekerja, padahal seharusnya itu di lakukannya minggu depan. Namun, karena Romario ingin Leon menjauh dari Saina, dia putuskan hari ini anak lelakinya sudah mulai bekerja.


"Jam berapa kau akan kembali."


"Sore." Wajah terangkat dengan seringai licik di sudut bibirnya. Jika sore, itu artinya Emily akan punya banyak waktu luang di rumah. Leon memang biasanya akan kembali saat petang, jadi dia bisa minta ijin dan kembali mengecek pemilik baru dari rumanhnya untuk membujuk dia membatalkan pembelian rumah itu.


"Aku hanya ingin memastikan waktu pulangmu, bukankah aku harus menyiapkan air hangat ketika kau pulang nanti Suamiku."


"Hentikan panggilan itu. Aku tidak menyukainya, siapa yang menjadi suamimu."


"Hei! Bukankah waktu itu lau juga memanggilku dengan sebutan istri, maka demi keharmonisan rumah tangga kita di depan Daddy, aku juga harus memanggilmu seperti itu.

__ADS_1


Rahang Leon mengetat. Ingin sekali dia melayani wanita ini tetapi dia akan terlambat menemui kliennya. "Terserah kau saja," ujar Leon dengan wajah kesal. Dia melangkah keluar dan menutup pintu dengan keras melampiaskan rasa jengkelnya.


"Baiklah, aku akan keluar setelah Leon pergi. Akan sangat membosankan jika seharian hanya menunggu di kamar."


Sebenarnya mengingat pekerjaan Leon akan sangat banyak di kantor, Emily memutuskan untuk kembali dengan perkuliahannya. Namun, Saina tidak setuju jika dia kembali melanjutkan kuliahnya. Padahal tinggal satu langkah terakhir untuk meraih sarjananya. Wanita tua itu menginginkan Emily untuk tetap berada di rumah karena tidak ingin jika orang-orang tahu jika menantu keluarga Mugel adalah seorang wanita bodoh dan tidak berkelas seperti dirinya. Saina menginginkan Leon bertunangan dan mempunyai istri dari kalangan atas. Dan satu-satunya yang memiliki kriteria itu adalah model wanita itu, Cessy. Dia adalah kekasih Leon yang yang entah sekarang berada di mana.


Dulu saat Romario menginginkan mereka menikah, Leon menolak keras karena wanita itu. Namun, saat Leon koma, dia bahkan tidak pernah muncul. Mereka hanga akan mendekati Leon karrna tergiur dengan harta yang dia miliki. Itulah alasannya kenapa Romario memilih Emily, dia hanya ingin hartanya tidak di kuras oleh wanita-wanita gila itu. Sedangkan Saina, dia malah ingin mengusai semua harta dan menjadi bangsawan terkaya di Spanyol. Sungguh keluarga yang aneh. Meski sebenarnya Romario hanya ingin Leon tidak terpedaya oleh wanita yang menginginkan hartanya. Namun, bukankah itu sedikit terlihatenyakitkan bagi Emily. Dia menjaga Emily dengan sangat tulus. Namun, memanfaatkannya untuk membuat kekayaannya tetap aman. Seperti kata pepatah, sekali melompat dua pulau terlewati. Begitulah sifat Romario yang sebenarnya.


*


*


Holla gays maaf aku umumin give awaynya agak lambat. Jadi karena hanya satu orang yang ada di top Fans bulanan dan mingguan. Aku putuskan hadianya hanya 1 doang yah. Dan untuk sisa pulsa 50k nya. bakal aku giveawaykan di novel sebelah. Yaitu Brother Mafia. Buruan kasi dukungannya di sana ya. Caranya vakal aku tukis di sana nanati setelah up.


Dan buat pemenangnya. Selamat buat Go_Eunchan. kamu dapat pulsa 50k. Komentar di sini no hpnya yah 🙏


__ADS_1


__ADS_2