Rine And Shine

Rine And Shine
Bab 67


__ADS_3

Zzzzztt Zztttt.


Suara getar pada ponsel Emily terdengar membuat wanita yang baru saja selesai mandi itu kaget bukan main. Ia memang tidak suka memasang musik untuk nada panggilan atau pun pesan text pribadi di ponselnya, hanya menggunakan nada getar saja untuk pengingat notifikasi. Namun, meski sudah terbiasa Emily sering sekali kaget saat ponselnya bergetar.


Emily meraih ponselnya di atas nakas dan melihat jika ada dua panggilan tak terjawab dibatas layar ponselnya. Satu, ketika ia mandi tadi. Dan panggilan kedua adalah barusan.


Dahi wanita itu berkerut melihat nama yang ada pada layar ponselnya. "Penelope? Untuk apa wanita stres itu menghubungiku." Emily menggelengkan kepalanya, hanya tersenyum dan langsung meletakan ponselnya kembali. Dan kembali meraih handuk kecilnya.


Namun, beberapa menit berlalu, saat ia sedang sibuk mengeringkan rambut, tiba-tiba ponselnya bergetar kembali. Tanpa melihat lagi nama siapa yang ada di sana, ia langsung menekan tombol hijau pada layar ponselnya dan langsung menerima panggilan itu.


"Hallo!"


"Hay."

__ADS_1


"Ada apa?"


Suara kekehan kecil terdengar di seberang panggilan. "Wanita sombong! Kau akhirnya menjawab panggilan ku," jawab Penelope dengan nada mengejek.


"Tidak usah bertele-tele, katakan ada apa. Apa yang kau inginlan dariku."


Emily tahu, jika saudara sepupunya ini pasti memiliki maksud. Kalau tidak, untuk apa dia menghubunginya berulang kali.


"Apa yang kau inginkan, katakanlah. Aku tidak punya waktu mendengar ocehanmu itu."


"Uuuuhh... Saudaraku ini ternyata sudah berani mengucapkan kata-kata kasar. Siapa yang mengajarimu, suamimu? Atau ibu mertuamu yang arogan itu?"


"Jika tidak ada yang lebih penting dari sekedar ocehan sampahmu itu, aku akan menutup panggilannya."

__ADS_1


"No! Jangan!" Penelope berseru keras memohon agar Emily tidak memutuskan panggilannya. "Ku dengar kau bekerja sebagai asisten pribadi Leon. Apa itu benar?"


Mendengar kalimat itu, Emily yang tadinya masih santai langsung menampilkam waja datarnya. "Dari mana lau tahu, aku bekerja di sana?"


"Hahahahaha!" Gadis itu langsung tertawa keras mendengar nada suara dari Emily. "Apa suami kaya mu itu sudah tidak mampu lagi membiayaimu hingga kau bekerja lagi? Atau apa kau membuat kesalahan dan harus membayar utang-utang ayahmu yang banyak itu."


Emily yang hanya mendanggapi dengan sikap dingin kini mulai tersulut emosi saat mendengar orang tuanya di bawah-bawah. "Apa kau sedang mabuk sekarang? Bicaramu mulai tidak terkendali."


"Jadi, apa itu benar?" tanya Penelope memastikan jika yang ia dengar dari informan yang ia tugaskan mengikuti Emily itu benar.


"Apa aku harus mengatakannya sementara kau pun sudah tahu semuanya. Bukankah orang yang kau suru memata-mataiku itu sudah melaporkan semuanya padamu." Emily mencoba menahan Emosinya.


Kali ini Penelope sudah benar-benar keterlaluan. Dia sudah terlalu jauh mencampuri urusan pribadinya dengan memata-matainya. Entah apa untungnya bagi wanita yang memiliki segalanya itu. Kehidupan dia dengan Emily saja cukup berbeda jauh. Penelope yang bebas melakukan apa saja dan Emily yang hanya bisa melakukan sesuai perintah Romario.

__ADS_1


__ADS_2