Rine And Shine

Rine And Shine
Bab 64


__ADS_3

"Maaf, hari ini sudah sangat merepotkan mu."


Emily merasa tidak enak karena di hari pertamanya bekerja, ia sudah sangat merepotkan Robbin.


"Tidak usah sungkan. Sekarang di luar dari kau adalah istri atasanku, kau juga adalah temanku."


Wanita itu sedikit merasa tersanjung sekaligus sedih dengan kata teman dari Robbin. Robbin bisa mengatakan teman karena ia tidak tahu masa lalu Emily. Dulu wanita itu memiliki banyak teman, juga keluarga. Namun, saat ia masuk penjara, orang-orang yang pernah mengatakan teman juga keluarga mulai menghindarinya bahkan pura-pura tidak mengenalinya.


Dan sekarang, Robbin muncul dengan kata pertemanan. Pria itu tidak mengenalinya, tidak tahu tentang masa lalunya. Juga tidak tahu apa alasannya hingga ia bisa menjadi Nyonya muda di keluarga Mugel. Jika Robbin tahu, maka ia jelas tidak akan menganggapnya seperti sekarang.


"Sungguh, aku sangat menghargai rasa peduli mu dan juga karena kau menganggap ku teman."

__ADS_1


"Tidak perlu seperti ini Nona, kau membuatku merasa tidak enak."


Emily tersenyum memandangi Robbin. Pria berkepala plontos itu sepertinya sungguh-sungguh menjadikannya teman. Baru kali ini Emily merasa ada orang yang tulus menganggapnya teman. Maka dari itu, dalam hatinya berdoa semoga Robbin tidak pernah tahu masa lalunya, semoga dia tidak pernah tahu jika Emily pernah d penjara. Dan jika sampai itu terjadi, harapnya semoga Robbin tidak menjauhinya atau membencinya seperti yang lain.


"Apa kau punya kekasih Robbin?" tanya Emily di sela-sela langkah keduanya menuju parkiran.


"Kekasih?" Robbin tertawa keras.


"Kenapa kau tertawa?" tanya Emily.


"Kau mengatakan itu merepotkan karena kau belum mencobanya. Memiliki pasangan itu adalah hal yang menyenangkan." Emily terus mengajak Robbin mengobrol, bukan karena dia penasaran dengan kehidupan pribadi pria itu melainkan karena sedari keluar ruangan Leon, banyak mata yang melihatnya dengan tidak suka. Emily merasa sedikit tegang ketika melewati mereka.

__ADS_1


"Ahahaha! Kau pikir kehidupan percintaan itu seperti telenovela? Tidak cantik. Banyak lika-liku yang membuat aku merasa tidak ingin mencobanya. Contohnya seperti yang sedang terjadi ini." Robbin melirik Emily dengan senyuman lebar memperlihatkan deretan gigi kawatnya kepada wanita polos itu.


"Dasar kau! Emily mencubit lengan Robbin karena sudah berani menggodanya.


"Silahkan masuk, aku akan mengantar mu pulang Nona Emily." Robbin membuka pintu dan mempersilahkan Istri atasannya itu untuk masuk ke dalam mobil.


"Terima kasih sekali lagi Robbin."


Lelaki itu melirik dengan senyum lalu beralih masuk ke pintunya, menyalakan mesin dan melajukan mobilnya keluar dari area perusahaan menuju mansion Mugel.


Sementara itu di kantor, wajah Leon memuram. Dia sangat yakin, ada sesuatu yang di sembunyikan Emily darinya. Untuk itu dia meminta Robbin agar segera ke ruangannya setelah selesai mengantar Emily. Pria bertubuh kekar itu menghela napas berat. Niat hati ingin memperbaiki hubungannya dengan wanita berambut panjang itu, malah sekarang harus ada lagi masalah baru.

__ADS_1


"Pasti manusia setengah wanita itu biang keroknya. Awas saja kalau kau kembali."


Leon teringat kembali dengan beberapa waktu lalu. Saat dia diam-diam pergi berkencan dengan Cessy, dia berusaha menghindar dari semua mata termasuk ibunya. Namun, ternyata Robbin mengetahuinya dan menyebarkan gosip di kantor bahwa bosnya berkencan dengan seorang model. Hingga akhirnya ibunya mengetahui itu, beruntung ibunya tidak marah melainkan mendukung hubungannya dengan Cessy.


__ADS_2