Rine And Shine

Rine And Shine
Hay Riders.


__ADS_3

Hallo semua. Apa kabar? Semoga sehat-sehat selalu yah. Maaf beribu-ribu maaf karena lama bangat tenggelam dalam malas update 😊😁🙏🙏. Sebenarnya bukan malas tapi mungkin karena lagi hamil dan bawaannya mager terus kondisi yang kemas bangar jadi buat nggak bisa fokus nulis.


Alhamdulillah udah masuk trimester akhir siap untuk lahiran jadi udah agak mendingan. Bisa aktif lagi dan update lagi karena masa depresinya udah lewat. Aku mengalami Depresi berat dan kecemasan luar biasa. Nggak bisa aku ceritain kenapa, tapi itu benar-benar membuat aku nggak bisa fokus nulis. Mohon doanya yah teman-teman. Agar aku tetap sehat, kuat sampai lahiran nanti. 🙏🙏🙏.


Sebagai info. Mulai minggu ini udah update lagi yah semua novelnya. Akan aku usahan yang terbaik buat para pembaca setiaku yang selalu menunggu. Tetap kasi suport dan dukungan kalian ke novel-novelku yah. Biar aku makin semangat juva buat nulis.


Salam kangen sekebon. Love you. Siapa yang Rindu emly dan Leon ayoo acung... Nantikan updatenya yah. Akan segerah tayang. 🙏🙏🥰


Sekali lagi maafkan aku yah. Udah buat kalian menunggu update. Aku spil cuplikan bab berikutnya di sini sedikit yah 🤭🥰...


.


.

__ADS_1


.


.


Cuplikan Bab 42


....


Hari sudah mulai petang dan Emily baru sadar jika sudah sangat lama ia bwrada di taman. Zegera ia membereskan wajahnya yang penuh dengan air mata, merapikan rambut dan gunnya lalu melangkah sayup menuju Mansion. Beruntung, jarak antara taman dan Manison tidak terlalu jauh hingga ia tidak perlu pergi jauh dalam keadaan seperti sekarang ini.


"Dari mana saja kau! Apa kau tidak berfikir bahwa ada yang merasa cemas karena kau yang pergi tanpa memberi tahu orang rumah? Apa kau ingin membuat semua orang terkena imbas atas kesalahnmu?"


Emily menatap pria di hadapannya sambil mendengus kesal di dalam hati. "Apa dia pikir ini adalah panggung sandiwara? Kenapa dia begitu egois padahal semua ini terjadi karena ulahnya."

__ADS_1


"Maaf." ujar Emily santai. Sambil melangkah pergi, batin Emily terus saja mengumpat. Hingga langkah Emily tercegat saat merasakan tangan kanannya di tarik keras.


"Aku sedang bicara padamu!" bentak Leon dengan keras sambil menarik, merapatkan bagian tubuh Emily ke dadanya.


"Apa yang kau inginkan." jawabnya sambil menatap mata tajam Leon, wanita yang menggunakan dres biru polos selutut itu bertanya dengan nada yang tegas. Tidak ada ketakutan sedikitpun pada raut wajahnya hingga membuat lawan bicaranya sedikit menaikkan satu alis. Dan Emily melihat dengan jelas jika gerakan itu Leon lakukan karena merasa sedikit gugup.


"Apa kau sedang menantangku?"


Segera Emily menghempas lengan Leon yang mencengkeramnya, lalu melangkah mundur dengan cepat menciptakan jarak di antara keduanya. Dan Leon sangat tidak menyukai hal tersebut. Dia tidak suka jika ada seorang wanita yang dengan jelas melakukan perlawanan terhadapnya. Apalagi Emily adalah istrinya yang ia pikir sangat polos dan mustahil melakukan hal seperti itu padahnya.


Namun, sepertinya ia harus memaklumi hal itu. Kesalahannya untuk Emliy cukup membuat dia gugup berhadapan dengan wanita berwajah oval itu. Kali ini yang terpenting adalah dia harus memastikan jika Ayahnya tidak akan tau tentang drama yang ia ciptakan untuk Emily.


"Apa yang kau inginkan?" tanya Emily sekali lagi masih dengan wajah yang begitu tegas.

__ADS_1


....


__ADS_2