Rine And Shine

Rine And Shine
Bab 60


__ADS_3

Robbin dan Emily selesai dengan makan siangnya, segera keduanya bergegas membersihkan sisa-sisa makanan untuk kembali ke ruangan sebelum Leon datang.


"Nona Emily, maaf. Tapi biarkan aku yang mengembalikan nampan ini," ucap Robbin menyela gerakan Emily yang hendak berdiri untuk mengembalikan nampan yang ia gunakan tadi saat mengambil makan siangnya.


Dengan senyum manisnya Emily menatap Robbin dengan penuh kelembutan. Ia mengmbil nampan itu kembali dan berkata dengan sopan. "Biar aku saja, Robbin."


Robbin mengangguk pelan, ia mundur selangkah dan berdiri tepat di belakang Emily mengikuti wanita dengan diam. Dia tidak tahu apa yang di pikirkan Istri bosnya itu terhadapnya, dia tidak mau menerima bantuan Robbin seperti tidak senang akan dirinya.


Saat keduanya sampai di tempat tujuan, mereka tidak menyangka jika sekawanan pegawai wanita sedang menggunjing tentang Emily. Mereka mengomentari penampilannya yang sederhana dan tentu saja hils mahalnya itu tidak terlewati. Padahal kemeja dan rok yang ia kenakan bahkan harganya setara dengan sepatunya. Mungkin karena terlihat begitu polos dan tidak bermode.


"Hei! Apa yang kalian lakukan di sini? Hentikan bergosip dan kembali bekerja," ujar Robbin membubarkan beberapa pegawai wanita yang bergunjing tanpa melihat keberadaan orang yang di gunjingkan.

__ADS_1


"Memangnya kenapa? Apa yang kita bicarakan juga betul bukan. Wanita aneh ini pasti masuk ke perusahaan karena menjadi simpanan Tuan Leon," ujar seorang wanita dengn lirikan menjijikan ke arah Emily.


Robbin buru-buru menutup mulut wanita itu. "Apa yang ka bicarakan, kau tidak tahu sedang berhadapan dengan siapa. Hentikan dan kembali bekerja sebelum Tuan Leon mengetahui ini.


Wanita itu menepis kasar tangan Robbin yang membekap mulutnya. Ia menunjukan wajah sombongnya dan mendekati Emily. "Wanita sepertinya sudah banyak ku jumpai. Mereka akan terlihat polos, lalu pelan-pelan menjadi liar."


"Jane!" Robbin meneriaki nama wanita itu dengan lantang untuk memperingatinya agar berhenti. Karena jika tiba-tiba Leon datang dan melihat ini, entah apa yang akan terjadi nanti. Mana mungkin ia melihat istrinya di hina seperti ini di depan banyak orang. "Jane! Tolong hentikan, jangan sampai Tuan Leon melihat kalian seperti ini, kau tau bukan dia tidak suka ada keributan semacm ini d kantornya."


"Dasar wanita penjilat." Jane menumpahkan sisa air minumnya ke wajah Emily.


"Apa yang kau lakukan?" Robbin berdiri dengan penuh amarah.

__ADS_1


Bukannya takut Jane malah tertawa. "Berkemaslah dan pergi dari sini. Karena aku tidak akan membiarkan posisiku di gantikan oleh wanita kumuh sepertimu. Kau tidak tahu siapa di belakangku, bahkan Leon sekalipun tidak akan mampu menekanku. Jadi jangan coba-coba untuk melawanku."


"Jane sudah cukup! Kau sudah sangat kelewatan. lagi pula bukankah kau sudah di pecat, lalu untuk apa kau masih di sini," ujar Robbin meninggikan suaranya. Ia kesal dengan perlakuan Jane pada Emily.


Emily tersenyum sambil menatap ekspresi kesal Jane. Dalam hati dia meronta ingin sekali membalas wanita di depannya ini dan meruntuhkan kesombongannya. Seharusnya ia tidak menerima tawaran dari Ayah Romario agar ini tidak terjadi padanya. Ia menyesal, karena sepertinya ia datang untuk mempermalukan dirinya sendiri.


"Kenpa kau tersenyum, apa kau sedang memikirkan alasan untuk melaporkanlu kepada Leon?" Jane tertawa. "Silahkan saja, itu tidak ada gunanya, karena tante Saina pasti akan membuatnya memecatmu."


"Wanita ini, kau_" Robbin hendak membalasnya namun Emily dengan cepat menahan Pria itu.


"Biarkan saja."

__ADS_1


"Tapi Nona?"


Emily menggeleng mencoba menenangkan emosi Robbin. Ia tahu siapa di balik kesombongan Jane, jdi ia tidak ingin Robbin terlibat hingga mengorbankan pekerjaannya hanya karena dirinya.


__ADS_2