
Emily yang merasa kesal dengan cepat memasang sabuk pengamannya. "Cepat nyalakan mobilnya, jangan bicara yang aneh-aneh. Kau membuatku semakin lapar."
Leon terdiam dan tidak lagi berbicara. Namun, matanya jelas memperlihatkan kekecewaan.
Pria dengan postur tubuh kekar dan tinggi semampai itu dengan hati yang sedih melajukan mobilnya sesuai perintah Emily. Keduanya menuju restoran di mana biasanya keluarga Mugel sering datangi. Dan ini pertama kalinya, Leon membawa Emily untuk makan bersama di luar Mansion.
"Aku sering melihat mu mengobrol serius dengan Robbin, apa yang kalian bicarakan? Apa kalian membicarakan aku?"
Emily melirik sejenak pada pria yang sedang menyetir itu. "Pria ini, kenapa dia bisa sampai berfikir ke sana?" gumam Emily di dalam hati, bertanya-tanya bagaimana bisa Leon tahu jika dia dan Robbin sering membicarakannya.
"Tidak ada, dia hanya mengajari ku beberapa hal," jawab Emily berbohong. Jika ia mengatakan yang sebenarnya, Leon pasti alan merasa senang dan berbangga karena dirinya menjadi bahan utama di perbincangan antara Emily dan Robbin.
Leon mengangkat keningnya menatap pada kaca spion kecil di depannya. Memang benar, ada yang sedikit berbeda dengan Emily.
"Apa yang di ajarkan pria gemulai itu?"
"Banyak."
__ADS_1
"Apa?"
Emily mengerutkan keningnya. "Apa aku harus mengatakan apa saja yang Robbin ajarkan."
"Kenapa kau selalu membantah setiap perkataanku?"
"Aku tidak membantah, hanya tidak ingin bicara."
"Tidak ingin bicara tapi terus menjawab."
Mendengar itu Emily langsung berdecak kesal. "Jika kau tidak bertanya aku pun tidak akan menjawab. Lagi pula, siapa yang sedari tadi mengajak ku bicara? Dasar pria aneh."
"Kita akan makan di mana?"
"Di tempat biasa Daddy dan Mom sering makan bersama."
"Apa restoran berbintang?"
__ADS_1
"Tentu saja Emily. Kau pernah dengar Daddy bercerita bagaimana dia melamar ibuku bukan? Di situlah, tempat itu sangat romantis dan makanan yang di sajikan juga lumayan enak."
"Tapi Leon."
"Tenang saja aku yakin kau menyukainya."
"Bukan masalah romantis atau aku menyukainya atau tidak, tapi orang-orang akan mengenali mu, bagaimana jika ada yang bertanya tentang siapa aku."
Leon lagi-lagi membuang napas berat. "Berhenti berfikir orang-orang akan ini dan itu, memangnya kau siapa? Apa Lady Diana atau kendal Jener, yang ke mana-mana di ikuti paparazi."
"Bukan itu maksudku Leon Emanuel Mugel. Aku hanya..."
"Hanya Apa?" Leon menepikan mobilnya lalu berbalik menatap Emily." Apa kau takut orang-orang akan tahu aku sudah menikah dan punya istri?"
Emily hanya terdiam di tempatnya.
Leon mendekati istrinya, meraih kedua tangannya lalu menciumnya sejenak. Membuat wanita yang ia genggam tangannya membulatkan mata menatap dengan raut tidak percaya.
__ADS_1
"Dengar! Aku benar-benar minta maaf untuk kejadian kemarin. Sungguh, aku benar-benar menyesali sikap kasarku padamu saat itu. Itu karena aku belum menyadari perasaanku padamu, dan akhir-akhir ini aku sudah banyak berfikir. Dan aku memutuskan untuk memperbaiki dan memulai semua dari awal." Leon menatap lekat manik hitam di depannya. "Emily, aku mencintaimu."