Rine And Shine

Rine And Shine
Chapter 25


__ADS_3

"Hallo Gadis pembawa sial, sedang apa kau di rumahku. Apa kau membutuhkan roti dan selimut untuk bisa bertahan hidup?"


Mata Emily bergetar mendengar sindiran Penelope padanya, sungguh pas sekali anak dan ibu ini. Mereka menindas orang lain seakan-akan hidupnya bergantung kepada mereka. Setelah Oliver, Ayah dari Emily meninggal. Catalina mengumumkan jika dia tidak bisa menjadi wali dan membesarkan Emily. Alasannya sangat tidak masuk akal, karena ia memiliki seorang putri yang seumuran dengan Emily jadi tidak mungkin menambah satu lagi karena tidak ingin mereka saling berdebat karena memiliki pilihan yang sama.


Jika mengingatnya lagi, membuat Emily ingin tertawa dengan keras. Mereka tidak menginginkan Emily. Namun, mendambakan harta miliknya. Sangat memalukan. Saat itu, bahkan kedua mahluk memalukan ini bekerja sama dengan baik untuk mengalihkan semua harta milik Ayahnya kepada mereka dan hutang-hutang yang entah berasal dari mana di alihkan kepada Emily. Semua harta tersisa di sita sebagai jaminan dan hanya tersisa rumah itu dan kini mereka menjualnya, sungguh tidak bisa di biarkan. Kali ini Emily akan membuat mereka membayar semuanya hingga tak tersisa.


"Hallo Nona Penelope yang agung. Bagaimana kabarmu, apa uang orang tuaku masih cukup untuk membeli barang-barang impianmu?" Ucapan Emily cukup santai tetapi menusuk hingga ke jantung.


Penelope mencibir dengan tatapan tidak suka. "Bicara apa kau, siapa yang memakai uang keluargamu. Lagipula bukankah seharusnya kau berada di penjara sekarang? Apa kau menjajalkan tubuhmu untuk mendapatkan kebebasan."


Palak

__ADS_1


Satu tamparan keras Emily berikan kepada Penelope, membuat wanita itu meringis memegang pipinya yang terasa panas. Satu keluarga ini cukup mengesankan, kemampuan menjebak orang dan memfitnah orang benar-benar luar biasa. Apakah mungkin karena sering melakukannya hingga merasa biasa jika mengatakan itu kepada orang lain.


"Hari ini aku datang bukan untuk mendebatkan hal-hal yang tidak perlu kau singgung. Tetapi aku datang untuk mengambil kembali rumah yang sudah kalian jual."


"Ha-ha-ha-ha!" Suara tawa Penelope begitu nyaring. "Rumah mana yang kau maksud." Penelope menoleh pada ibunya. "Apa yang di maksud adalah rumah yang baru saja ibu jual kemarin?"


Mendengar candaan anak dan ibu itu membuat Emily geram dan dengan cepat melangkah manu mendekati Catalina. "Dengar, aku sudah sangat berlapang dada jika kalian menjadikan Ayahku sebagai ladang harta. Namun, jika kalian menyentuh yang bukan milik kalian. Kembalikan rumah itu padaku dan aku tidak akan lagi datang untuk mengganggu kalian. Tetapi jika tidak, maka aku akan merampasnya dengan paksa." Tatapan nyalang Emily memperlihatkan jika garis itu benar-benar serius dengan perkataannya.


"Jangan berani menyentuhku!" Pekikan Emily membuat tangan Penelope turun. "Aku masih bersama keluarga Mugel, jika kau tidak ingin berurusan dengan mereka maka perhatikan sikap aroganmu itu Nona Penelope."


Kedua ibu dan anak itu menelan ludah kasar, Catalina memang sudah menyadari sejak Emily datang. Namun dia tidak berfikir jika gadis ini akan berani menggertak dengan menggunakan nama keluarga Mugel.

__ADS_1


Takut jika Romario akan menyingkirkan mereka, Catalina bergegas mengambil cek dan menuliskan beberapa angka di atasnya. "Emily, bibi tahu kau pasti sangat menderita sejak kepergian orang tuamu, tapi rumah itu memang harus di jual karena sudah tidak layak di tempati. Ini, ambillah. Kau bisa memakainya untuk kebutuhanmu." Catalina memberikan cek itu dengan senyum yang ia paksakan.


"Ibu!" Penelope merampas selembar cek itu. Namun, di tahan oleh Catalina.


"Ambillah, dan pergi dari sini. Anggap saja urusan kita sudah selesai."


Emily mengambil cek itu, mata gadis berambut panjang itu hampir tidak percaya melihat angka yang tertera di atasnya. "Apa kau bercanda? Apa Kau memberiku ini agar aku bisa membeli roti dan selimut tebal?" Gadis itu merobek cek dan menghaburkannya ke wajah Catalina.


"Dasar perampok, jadi ini yang kalian inginkan. Baiklah!" Emily mengangkat tegak wajahnya. "Kita akan lihat bagaimana kalian akan hancur."


Emily melangkah pergi meninggalkan Catalina dan Penelope, yang terus mengutuknya. Ia tidak peduli, setelah ini Emily akan memohon kepada Romario untuk membereskan kedua wanita itu. Apapun akan dia lakukan untuk mendapatkan kembali rumahnya.

__ADS_1


__ADS_2