Rine And Shine

Rine And Shine
Bab 79


__ADS_3

Emily melangkahkan kaki menuju balkon untuk menerima panggilan teleponnya. "Hallo."


"Hallo Emily."


"Hay Robbin."


Terdengar pintu yang terbuka. Namun Emily mengabaikannya karena sedang asik mengobrol dengan Robbin. Si pria gemulai yang beberapa hari terakhir ini menjadi kawan baiknya dalam segala suasana.


"Apa kau tahu besok adalah ulang tahun Tuan muda mu?"


"Tentu saja aku tahu."


"Apa kita akan di undang?"


Emily mengerutkan dahinya. "Bukankah kau adalah sekretaris pribadinya. Orang kepercayaan Leon, tentu saja kau akan undang Robbin."


Pria itu menggeleng dengan wajah sedih di sana. "Nyonya besar tidak pernah mengijinkan orang kecil seperti kita untuk hadir di sana."


"Maksudmu?"


"Meskipun aku adalah sekretaris pribadi tuan muda, aku tidak pernah di undang setiap ada acara di Mansion Mugel. Itu adalah acara privat yang hanya bisa di hadiri oleh orang-orang berkelas. Kami tidak bisa menembus tembok sosialita keluarga Mugel Emily, mertuamu punya kelas tersendiri."


Ucapan Robbin membuat Gadis itu diam tak bergeming. Dalam hati ia bergumam, apakah benar keluarga Mugel selalu seperti itu? Jika aturan itu di buat oleh Mommy Saina, mungkin benar. Tetapi Daddy Romario dan Leon, apa mereka juga ikut memberi standar untuk siapa saja yang harus hadir? Sungguh? Keluarga ini memang tampak sedikit aneh bagi Emily. Terkadang, mereka bisa tampak sangat mengerikan.


"Hallo Emily! Apa kau masih di sana?"


"Ya," jawab gadis itu sedikit menoleh ke belakang. Ia merasa jika ada yang sedang memperhatikannya dari tadi.


"Ya sudah, sampai bertemu nanti malam.Jangan lupa pakai dres kodenya."

__ADS_1


"Apa ada acara?"


Pria setengah wanita itu mendesis seperti ular di sana. "Apa kau tidak membaca pesanku di grup chat kita?"


"Belum, aku baru saja makan malam bersama mertua ku untuk merayakan hari jadi perkawinan mereka."


"Oh yah... Kalau begitu kau baca saja nanti, aku malas untuk menjelaskan."


"Baiklah."


"Sampai bertemu nanti. Jangan lupa dandan yang cantik."


Gadis bermanik hitam itu tertawa. "Baiklah, sampai nanti."


Nada panggilan yang di matikan terdengar.


Seketika Emily menjatuhkan ponselnya ke lantai. Ia sangat terkejut ketika tiba-tiba Leon muncul dari arah belakang.


Leon menunduk dan mengambil ponsel milik Emily. "Siapa yang menghubungi mu sampai harus terkejut seperti itu."


"Tidak, hanya Robbin."


"Lalu kenapa kau begitu kaget, seakan aku sudah menangkap basah kau berselingkuh."


"Mana mungkin aku berselingkuh sedangkan hanya 3 pria yang aku kenal di Kota ini."


Emliy menerima ponsel yang di berikan Leon dan melangkah menuju pembaringan.


"Tiga pria?" Dahi pria itu berkerut.

__ADS_1


"Daddy, kau dan Robbin."


Wajah cemburu Leon berubah menjadi malu karena namanya ternyata ada pada deretan ketiga pria yang di maksud oleh Emily. "Ku pikir ada pria lain," gumamnya pelan.


Gadis yang sudah berganti pakaian tidur itu menggelengkan kepalanya.


"Apa kita harus belanja?"


Emily menoleh pada pria yang sedang terbaring di sampingnya. "Belanja? Untuk apa?"


"Oh Tuhan Emily, besok adalah ulang tahun ku dan akan di rayakan sekaligus dengan peringatan pernikahan Mommy dan Daddy. Apa kau lupa?"


"Tidak," jawabnya singkat.


"Lalu kenapa kau bertanya lagi?"


"Aku hanya bingung, kenapa kita harus belanja. Padahal semua di urus oleh EO keluargamu."


Leon meruba posisinya menjadi duduk. "Maksudku adalah, kau harus memiliki gaun untuk bisa menghadirinya Sayang. Apa kau ingin memakai pajama ini besok?"


Emily tidak menjawab. Ia meraih ponselnya lalu pura-pura sibuk untuk menghindari kontak mata dengan Leon. Meski hubungannya dengan Leon sudah membaik dan kecanggungan juga sedikit hilang. Namun rasanya masih aneh saja ketika mendengar kalimat mesra dari pria itu.


Melihat Istrinya yang hanya diam saja membuat Leon sedikit curiga. "Jangan katakan jika kau tidak akan menghadiri acara itu."


"Bukankah seharusnya seperti itu? Aku tidak ingin membuat kalian malu dengan kehadiran ku. Lagi pula ibu mu pasti tidak akan setuju aku ada di dalam acara itu."


"Tapi Kau istriku."


"Dan kau juga tahu aturan keluarga mu, apalagi untuk ku yang tidak memiliki apa-apa."

__ADS_1


__ADS_2