Rine And Shine

Rine And Shine
Bab 83


__ADS_3

"Sedang apa kau sendirian di sini?"


Leon terhentak kaget. Meski sedikit mabuk ia masih bisa mengenal siapa yang berdiri di depannya saat ini. "Kau? Bagaimana bisa lai di sini."


Wanita itu melihat ke kiri dan kanan, matanya mencari sesuatu yang sedari tadi tak tampak olehnya. "Di mana wanita itu? Kenapa kau sendirian. Dan botol minuman itu, apa kalian sedang bertengkar?"


"Siapa yang kau maksud? Bertengkar dengan siapa?" jawab Leon acuh tak acuh.


"Tentu saja mantan narapidana itu. Istrimu."


Leon menoleh seketika pada wanita itu. laki-laki itu lalu beranjak dari duduknya sambil tertawa. "Jaga ucapanmu, jika bukan karena kau dan ibuku. Emily tidak akan pernah masuk ke penjara. Karena yang harus mendekam di sana itu kau." Leon melangkah pergi. Namun, seteleh beberapa langkah ia kembali lagi menarik lengan wanita itu dengan kasar untuk berbalik melihatnya. Seperti tidak puas jika hanya dengan kata-kata.


"Leon, lepaskan itu sakit." Wanita itu menjerit kesakitan. Namun Pria bertato singa itu sama sekali tidak menggubrisnya.

__ADS_1


"Dengar! Sudah cukup kau mempengaruhi ibu ku untuk membodohi ku. Berhenti sampai di sini atau kau akan tahu siapa aku sebenarnya."


"Leon, aku..."


"Diam kau. Seenaknya saja kau pergi di saat aku benar-benar sedang membutuhkan mu dan kembali lagi setelah badai dan kesakitan ku sudah berlalu. Hu!" Leon berdecak dengan tawa. "Cessy kau rendah. Kau tahu, kau wanita paling rendah yang pernah ku kenal. Bahkan perempuan yang menjual dirinya pun


tak serendah diri mu."


"Leon ini tidak benar, bagaimana mungkin aku seperti itu. Aku tidak pernah meninggalkan mu, aku mencintaimu, hanya saja aku tidak bisa meninggalkan karirku. Kau tahu bagaimana aku ingin menjadi role model terkenal. Jika ada kesempatan mana mungkin aku mengabaikannya."


"Leon, maafkan aku. Aku ingin kita kembali lagi seperti dulu."


Leon menepis tangan Cessy yang hendak menyentuh dadanya. "Kita sudah berakhir, dan kau yang mengakhirinya. Jangan lupakan itu."

__ADS_1


Cessy sangat terkejut melihat tatapan dingin Leon, ia lalu menarik kembali tanganya karena sepertinya caranya itu tidak akan berhasil.


"Ya aku mengerti, tapi kau tahu alasan di balik itu. Kau tahu jelas ke..." Cessy menjedah ucapannya sebab Leon yang sudah berbalik pergi. " Leon tunggu aku belom selesa," ujar gadis pirang itu dengan merentangkan tangan menahan agar pria bermanik cokelat itu tetap di sana.


"Minggir Cessy. Aku tidak sedang dalam suasana hati yang baik saat ini."


"Kalau begitu biarkan aku menghiburmu."


Leon menyunggingkan senyum hambar. "Apa ini kebiasaanmu? Menghibur orang lain dengan..." Leon menatap Cessy dari atas hingga bawah, jelas maksudnya sudah bisa di ketahui dengan tatapannya itu.


Cessy terdiam. Tidak munafik, apa yang katakan Leon memang benar, ia selalu datang dan menghibur orang-orang lalu pergi dengan bayaran kemewahan. Sedikit memberikan sentuhan ia bisa langsung mendapatkan banyak uang. Dulu, itu yang selalu ia berikan pada Leon, menghiburnya di saat ia tertekan dengan ayahnya yang terus menyuruh dia menikah dengan Emily. Memberi segalanya termasuk dirinya untuk Leon hingga pria itu nyaman lalu dengan bodohnya karena karier dan uang ia tinggalkan Leon begitu saja. Sekarang ia kembali lagi setelah impian yang ia kejar dulu hancur.


......................

__ADS_1


Gays aku akan tamatin ini yah. Tapi tenang aja. Alan ada cerita barunya Emily dan Leon. kosah cinta mereka yang sesungguhnya... Jangan lupa like komen yah. Maaf bberpa hari ini ngak up karena lagi down dengan level yg hilang samua 🥲. Makanya ku putusnya umtuk up d cerita baru.


__ADS_2