Ruang Kekayaan Milik Saga

Ruang Kekayaan Milik Saga
Chapter 100. Goblin In The Chamber (Revised).


__ADS_3

...Chapter 100. Goblin In The Chamber (Revised)...


Pekerjaan utama Saga sebenarnya membuat dan menjaga perbatasan antara dunia bumi dengan dunia lain dalam bentuk Chamber.


Didalam sinilah juga kedua orang tua Saga menimbun harta warisannya.


Setelah beberapa bulan bekerja, keadaan Chamber sangatlah damai ini dikarenakan persekutuan antara Chamber, Kerajaan Grindwald dan kerajaan Baharuth.


Namun, setibanya Saga di Chamber. Dia dihadapkan dengan sekelompok Goblin yang datang. Saga kala itu tidak sendiri, dia bersama gurunya Aritoteles dan Nicol menemui kelompok itu.


Awalnya Saga pikir sosok Goblin merupakan sosok yang menakutkan tapi pemikiran itu salah. Dihadapan Saga, Goblin itu terlihat kecil dengan pakaian yang minim, senjata berkarat, perisai kayu bahkan untuk memegang senjata saja mereka gemetar.


"Selamat datang di Chamber! Aku pemilik dari Chamber ini, ada urusan apa kalian kesini?"


Para Goblin itu saling menatap satu sama lain. Lalu, tiba-tiba mereka bersujud dihadapan Saga.


"Tuan, tolong desa kami! Raja Iblis telah bangkit. Tapi, kami tidak ingin ikut perang!" ucap salah satu Goblin.


Saga terdiam bukan ragu untuk menjawab melainkan, dia penasaran mengapa dirinya bisa berbicara dengan monster. Operator pun memberikan penjelasan itu karena aura mana yang berada di Chamber yang mampu menerjemahkan semua bahasa dari berbagai ras.


"Bagaimana kalian tahu kalau aku bisa membantu? bisa saja aku membunuh kalian disini?"


"Saya melihat aura anda bukan aura membunuh melainkan aura penguasa," jawab salah satu Goblin.


Saga melihat kearah Aritoteles, Aritoteles hanya mengangkat kedua bahu dan tersenyum. Dia memberikan kode agar keputusan terserah Saga saja.


Saga yang memahami itu hanya menghela nafas panjang. "Baiklah, karena kalian monster. Aku belum izinkan kalian masuk kota chamber. Sekarang berdiri lah dan jelaskan kepadaku disini! Apa yang sebenarnya terjadi?"


Salah satu dari mereka pun menjelaskan bahwa Goblin merupakan monster yang lemah apalagi beberapa tahun ini, wilayah mereka semakin sempit dan sumber makanan mereka semakin menipis. Hal ini sebabkan benua kegelapan telah membangkitkan raja iblis. Hal itu pun tidak hanya dirasakan oleh Goblin saja tapi, beberapa monster lainnya kena imbasnya salah satunya Ras Orc. Demi untuk mencari sumber makanan. Mereka melakukan penjarahan di beberapa hutan termasuk desa Goblin. Maka dari itu, Orc dan Goblin pun saling berperang namun, kemampuan Orc yang lebih unggul jadi banyak Goblin yang menjadi korbannya.

__ADS_1


Begitulah cerita dari salah satu Goblin.


"Aku mengerti dengan cerita kalian. Tapi, jika kalian ingin tinggal disini ada beberapa aturan yang harus kalian penuhi! Pertama, kalian tidak diizinkan menyerang manusia dan kedua, kalian tidak diizinkan saling membunuh apalagi ikut berperang! Jika, kalian melanggar! kalian bisa menurutinya!" seru Saga.


"Baik, kami akan laksanakan!"


Sesudah itu, beberapa Goblin kembali ke desa untuk menjemput rekan dan sanak famili mereka. Sedangkan, Saga memutuskan untuk membuat lantai baru yang berada dibawah kota Chamber bernama Monster Island.


Meski itu bukan pulau. Tapi, Saga menganggapnya itu keren.


Beberapa hari kemudian, para Goblin yang lain pun datang dan jika dihitung, Monster Island terisi sekitar 800 Goblin. Melihat jumlah sebanyak itu, Saga pun membuat struktur organisasi terhadap mereka dengan pemilihan satu ketua dan beberapa kelompok diantaranya kelompok peternak, kelompok petani dan kelompok prajurit.


Meskipun kelompok prajurit tidak digunakan untuk bertarung dan berperang tapi menurut Saga itu perlu untuk membela diri mereka.



Sesudah Saga lelah mengurusi Chamber disetiap harinya. Saga selalu mengunjungi tunangannya, Agitta. Yang dimana saat itu, Agitta juga sedang sakit. Waktu itu Saga pun bertanya kepada gurunya Avicenna, Agitta mengalami kutukan penurun waktu yang dimana semakin mendekati umur 16 tahun dirinya bisa meninggalkan dunia dan saat ini usia Agitta sudah 15 tahun. Jadi, Saga dan para guru berusaha untuk mencari penawar kutukan tersebut.


Maka dari itu, Agitta hanya bisa berdiam di rumah melakukan aktifitas yang santai seperti merajut, melukis dan bermain musik. Seperti saat ini, Saga masuk ke dalam kamar tidur yang dimana Agitta sedang merajut.


Saat melihat Saga, Agitta menghentikan merajut nya dan ingin beranjak dari kursinya, "Saga, kamu sudah selesai? apa kamu sudah makan? Aku masakan?"


Saga pun tersenyum dan mengarahkan Agitta untuk duduk kembali, "Agitta, kamu tidak perlu beraktifitas banyak. Biarkan aku yang melayanimu!"


Agitta tersenyum dan menuruti Saga dengan duduk kembali. "Iya, Sayangku."


"Mari kita makan bersama! kamu ingin makan apa?"


"Apapun aku suka."

__ADS_1


"Baiklah, tunggu disini!"


Seusai itu, Saga pun membuat makanan kesukaan Agitta seperti fried chicken dan nasi goreng. Lalu, mereka pun makan siang bersama.


Saat itu mereka pun saling bertukar cerita yang membuat Agitta terkagum dengan kisah perjuangan Raya.


Seusai makan, Agitta beranjak dari kursi, "Suamiku, tunggu sebentar disini!"


"Ada apa memang?"


"Tunggu saja," jawab Agitta seraya senyuman lebar.


Lalu, Agitta pergi ke lemari baju dan mengambil sebuah syal disana. Setelah itu kembali ke Saga.


"Suamiku, ini untuk mu," ucap Agitta seraya memberikan sebuah syal merah untuk Saga.


Saga yang menerima itu, dia pun membuka mata dan tersenyum lebar. "Terimakasih, apa ini kamu merajutnya sendiri?"


"Iya, aku buat sendiri dan khusus untuk orang yang aku cintai," jawab Agitta.


Saga pun beranjak dari kursinya dan berdiri menghadap Agitta lalu, mencium kening nya.



Catatan kecil:


Hai, Aku ingin memberitahu bahwa aku akan membuat revisi alur Chapter 86 - Chapter sekarang. Karena kritik cerita tidak jelas. Semoga hari ini kekejar.


Terimakasih atas dukungan, like, hadiah dan vote nya. Maaf jika ada yang kurang berkenan dalam novel ini. Aku hanyalah manusia yang tak luput dari kesalahan. hehehe...

__ADS_1


See you next chapter...


__ADS_2