Ruang Kekayaan Milik Saga

Ruang Kekayaan Milik Saga
Chapter 71. Janji Temu Senja


__ADS_3

Chapter 71. Janji Temu Senja.


Senja itulah namanya, seorang wanita yang harus terpaksa menjadi sx friend nya Rizal demi untuk biaya rumah sakit dan operasi ibunya.


Saat ini, Senja harus terdegup kencang karena dia menunggu operasi ibunya. Doa dan menarik nafas berkali-kali dia lakukan untuk menenangkan dirinya.


Hingga operasi pun selesai dengan hasil yang baik. Senja pun bernafas lega mendengar nya. Lalu, Ibunya pun dipindahkan ke ruang ICU untuk sementara waktu bahkan Senja sendiri tidak bisa mendekati ibunya yang berpakaian hijau serta selang Infus di tangan nya.


Senja hanya bisa melihat ibunya dari balik kaca.


"Terima kasih, Tuhan. Operasi ibu sukses."


Beberapa saat kemudian, sebuah pesan chat masuk dari ponsel Senja yang ternyata itu berasal dari Bos nya, Rizal.


Dalam pesan chat itu bertuliskan bahwa Rizal sudah menunggu nya di kamar 3005, Hotel Indonesia.


Senja yang melihat pesan itu, dia menghela nafas dan memperkuat mentalnya.


"Ini resiko," gumam Senja untuk memperkuat dirinya. Lalu, Senja kembali melihat ibunya, "Ibu, aku pamit dulu."


Seusai berpamitan, Senja meninggalkan rumah sakit dan pergi ke Hotel Indonesia dengan mengunakan taksi online.


Beberapa saat kemudian, tibalah Senja di hotel Indonesia dan dia pun langsung pergi ke lantai 30. Setibanya disana, Senja berjalan pelan seraya mencari nomor kamar 3005.


Lalu, tidak lama. Senja menemukan kamar itu dan mengetuk nya.

__ADS_1


"Pak Rizal, ini saya Senja."


Senja terus mengetuk namun tidak ada jawaban, dia pun mencoba membuka pintu dan ternyata pintu itu terbuka. Lalu, Senja pun masuk. "Permisi, Pak Rizal?!"


Senja terus masuk dan tidak ada tanda-tanda dari Rizal. Senja pun berpikir mungkin dirinya sedang keluar dan lupa mengunci pintu.


Senja terus menelusuri kamar itu dan Dia pun melihat sebuah gaun mewah dengan seperangkat perhiasan yang mengkilap.


"Bagusnya! Baju dan perhiasan ini."


Senja terkagum dan didapatilah sebuah kertas kecil diatas kotak perhiasan. Lalu, dia pun membacanya.


Senja, kenakan lah gaun dan perhiasan itu! Aku akan kembali.


Begitulah isi kertas itu, Tanpa keraguan lagi. Senja mengikuti perintah yang tertulis itu, dia pun mandi dan berganti pakaian serta mengenakan perhiasan yang diberikan oleh Rizal hingga Senja pun menjadi sangat cantik seperti ingin pergi ke sebuah pesta kelas atas.


Senja mencoba menghubungi Rizal dengan chat ataupun telepon namun, Rizal tidak membalas atau pun mengangkat telepon.


"Nih, cowo rese banget dah. Ada cewe nunggu dihotel malah ditinggal sendirian disini!" ucap kesal Senja.


Beberapa saat kemudian, balasan dari Rizal datang.


Maaf, My Sweety Senja. Aku tidak bisa menemui mu malam ini karena ada urusan di Tokyo, Jepang. Untuk pertemuan selanjutnya, aku akan kabarkan lagi dan juga baju, perhiasan untuk mu. Selain itu, menginap lah disana dan nikmati fasilitasnya karena aku sudah menanggungnya selama 2 hari. Happy Weekend, ya!


Senja yang melihat pesan itu, dia tersenyum juga menitihkan air matanya.

__ADS_1


"Dasar pria rendahan! Baiklah, jika itu mau mu. Aku akan menjadi orang kaya sejenak."


Seusai mengatakan itu, dia menjatuhkan dirinya ke kasur dan tersenyum-senyum sendiri.


Ditempat yang berbeda, Rizal yang sedang duduk disisi jendela pesawat Jet Pribadi tersenyum sendiri. Hal itu tentu disadari oleh Saga yang duduk tidak jauh dari Rizal.


"Rizal, ada apa? Mungkin, kamu lagi dekat sama wanita?"


Saga mencoba menebak nebak ekpresi yang ditunjukan Rizal sepertinya sedang kasmaran.


"Iya, Aga. Aku baru dekat dengan wanita yang menarik."


"Oh, begitu. Paling tidak sampai seminggu," ucap ledek Saga.


"Tidak tahu. Tapi, aku akan mencoba untuk serius."


"Oke lah, aku dukung saja," ucap Saga sambil memberikan kepalan lurus kearah Rizal.


"Iya, terima kasih," jawab Saga yang mengadukan kepalan itu.


Saga dan Rizal pun melihat kearah Raya. Lalu, Raya pun juga mengadukan kepalan mereka.


"We are together!" ucap serempak Saga, Rizal dan Raya.


Mereka pun saling melihat dan tersenyum lebar.

__ADS_1


Lalu, mereka bertiga pun pergi ke Tokyo, Jepang. Sebuah tempat yang akan menjadi tempat peperangan Saga dengan Keluarga Prima.


__ADS_2