Ruang Kekayaan Milik Saga

Ruang Kekayaan Milik Saga
Chapter 84. Invansi Kerajaan Baharuth


__ADS_3

Chapter 84. Invansi Kerajaan Baharuth.


Sesaat pemberitahuan Operator datanglah pasukan berjirah besi jalan berbaris memasuki dengan dipimpin oleh satu pria dewasa diatas kuda yang mengenakan baju Jirah hitam dengan pedang besar dipinggangnya.


Para unit penjaga hutan masuk bersiaga menyerang hanya tinggal menunggu perintah atasan mereka.


Dengan sombongnya, Baju Jirah hitam itu melangkah bersama barisan pasukannya ke dalam kota dan disanalah Aritoteles yang ditemani oleh Date Masamune dan Nicol menemui jenderal mereka.


"Selamat datang di dungeon Chamber. Ada urusan apa kalian kemari?" ucap Aritoteles.


Jenderal itu tertawa remeh, "Jadi benar, dungeon pengecut yang dibicarakan itu!"


Para anak buahnya pun tertawa mengikuti atasan nya.


Date yang mendengar itu, dia marah dan ingin langsung menghabisi jenderal sombong itu tapi dihentikan oleh Aritoteles.


"Benar kah begitu. Kami sungguh tersanjung mendengar nya. Lalu, siapa anda sampai mengatakan sesombong itu?" tanya Aritoteles.


"Saya salah satu dari empat jenderal suci dari kerajaan Baharuth, Col. Tujuanku kesini hanya ingin kalian menyerahkan raja Alexander Grindwald dan putrinya Agitta Grindwald! Jika tidak, Saya akan membumi hanguskan dungeon ini!" ucap sombong jenderal Col.


"Apa?" ucap kesal Aritoteles.


Tidak hanya Aritoteles, Date pun juga lebih murka hingga tangan memegang katana yang tersarung di pinggang nya.


"Tidak mungkin aku lakukan."


Suara Saga memotong pembicaraan sehingga semua mata tertuju kepada Saga dan Raya yang berada disampingnya.


"Tuan Saga," ucap hormat Aritoteles dan lainnya.


Tidak hanya Aritoteles namun, Date dan Nicol memberikan penghormatan juga dan Saga pun melangkah terus sampai berhadapan dengan jenderal Col.


"Siapa kamu?" tanya sombong Jenderal Col.


"Aku Saga Pemilik dari Chamber."


Mendengar itu, Jenderal tertawa lepas bersama dengan para prajurit.


"Ternyata anda pemilik dari Dungeon pengecut ini berarti pemiliknya pecundang. Hahaha ..."


Saga mendengar itu, dia hanya tersenyum kecut.


"Sungguh tamu yang tidak sopan," ucap santai Saga sambil memberikan komando unit penembak untuk melesatkan tembakan.


Sesaat kemudian, satu persatu prajurit itu tertembak dan berjatuhan. Tawa mereka pun menjadi kepanikan termasuk Jenderal Col karena serangan yang tidak terlihat oleh nya.


"Apa yang kamu lakukan?!" panik jenderal Col.


"Ah, itu tembakan peluru pelahap jiwa. Dia akan terus bergerak selama ada jiwa disekitar nya," jawab santai Saga.


"Bdebah! jadi kamu memilih perang! semua seranggggg!" seru jenderal Col.


Beberapa prajurit yang masih hidup mengangkat senjata nya dan mulai menyerang.

__ADS_1


"Master, mohon izin mengunakan akses!" ucap Nicol.


"Diizinkan! namun, berikan satu kesempatan lagi kepada mereka!" seru Saga.


"Dimengerti!"


Nicol pun melangkah kedepan dan meluruskan tangannya.


"System' Call: Gravity Field. Discharge."


Sebuah kubah ungu melingkari jenderal Col dan prajurit lalu, membuat seluruh prajurit yang ada didalam kubah itu tersungkur ditanah sampai tidak bergerak sama sekali.


Saga tersenyum dan menaruh tangannya disaku lalu, melangkah mendekati jenderal Col.


"Lalu, apakah ada prososal lain? Aku beritahu, Chamber merupakan dungeon pedagang dan diplomasi. Jika, Bagaimana kamu memiliki ide lain?" ucap Saga.


Jenderal Col tertawa remeh. "Kamu tidak tahu berhadapan dengan Kerajaan apa? Raja pasti akan memusnahkan dungeon mu dan menjadikan mayat mu gantungan di gerbang kerajaan."


Saga menghela nafasnya, "Baiklah, sepertinya aku harus berkenalan dengan rajamu." seusai mengatakan itu, Saga kembali ke barisan unitnya. Lalu, memberikan perintah kepada Nicol.


"Musnahkan mereka! kecuali kepala jenderal Col!"


"Dimengerti!"


Seusai mengatakan itu, Nicol melanjutkan sihirnya.


"System' Call: Hell Flame. Discharge."


Satu persatu prajurit terbakar oleh api hitam. Jeritan demi jeritan terdengar hingga membuat jenderal Col ketakutan dan pada akhirnya. Dia pun terbakar oleh api hitam dan tersisa kepalanya.



Namun, tidak lama. Bahama mendengar dan merasakan ada sesuatu yang besar datang.


Bukk!


"Suara apa itu?" ucap resah Bahama.


Bahama yang penasaran dengan hal itu. Dia pun pergi ke balkon yang dimana dia terkejut melihat melihat sebuah mesin naga yang besar berdiri di halaman kerajaan.


"Apa ini, Naga besi?" ucap panik Bahama.


"Machina kelas SR, Dragon tipe. Kenapa ada disini?" jawab penasihat Bahama.


"Kenapa monster legendaris itu ada disini?!" panik dan kesal Bahama.


Bagaimana tidak panik? Machina dragon tipe terkenal sebagai monster pemusnahan sebuah kota dan negara bahkan sihir atau serangan fisik tidak mempan terhadapnya.


Penasihat itu tidak menjawab.


Seluruh mengawal dan satu jenderal mengelilingi naga tersebut.


Sesaat kemudian, seorang wanita berambut biru dan berwajah dingin turun dari naga itu, dia Nicol.

__ADS_1


"Siapa pemimpin kerajaan ini?" ucap Nicol.


Saat Nicol mengatakan itu, jenderal dan para prajurit disana mengambil tindakan dengan menyerang Nicol.


Bahama yang melihat itu, dia berusaha menghentikan namun mereka tidak mendengar kan dengan percaya dirinya terus menyerang Nicol sampai Nicol meluruskan tangan dan mengunakan sihirnya.


"System' Call: Naraku. Discharge."


Sebuah pusaran kecil hitam muncul di tangan Nicol yang menghisap seluruh prajurit beserta jenderal nya sampai halaman yang sebelumnya dipenuhi prajurit kini tidak ada sesuatu.


Bahama pun menjadi ketakutan dan mengaku dirinya.


"Aku Bahama, Raja negeri Baharuth ini!" seru takut Bahama.


"Bagus."


Suara Nicol tiba-tiba berada disamping Bahama yang membuat panik Bahama dan lainnya di balkon.


"Apa yang kamu inginkan?" ucap takut Bahama.


"Saya Nicol. Salah satu jenderal Dungeon Chamber dan ingin memberikan pesan untuk pemimpin kerajaan ini."


"Dee .. ngeon Chamber?!" ucap bingung dan dia menoleh kearah penasihatnya.


"Dungeon yang menjadi tempat persembunyian raja Alexander Grindwald dan putrinya."


"Apa? dungeon pengecut itu! kenapa mereka memiliki unit kuat seperti itu!"


"Hmm, permisi saya akan memberikan hadiah dan pesan nya!" potong Nicol.


"Iya, Baik."


Salah satu jenderal yang menjaga Bahama maju untuk mengambil kotak dari Nicol dengan penuh ketakutan dan dia pun memberikan nya kepada rajanya. Saat dibuka terkejut lah dia bahwasannya isi dari kotak itu kepala dari jenderal Col dan langsung melemparnya.


"Pesan saya sampaikan," ucap Nicol.


Pesan itu sebuah hologram dari Saga yang mengatakan bahwa Chamber dungeon bukan dungeon perang melainkan dungeon pedagang dan diplomasi tapi, jika ada yang mengusiknya maka Saga tidak segan-segan untuk menghancurkan kerajaan itu.


Kedatangan Jenderal Col merupakan peringatan pertama. Jika, baharut berani invansi lagi maka, Saga tidak segan menghancurkan nya.


Kerajaan Grindwald sudah berada didalam aliansi Chamber maka segala urusan kerajaan Grindwald akan menjadi urusan Chamber.


Jika kerajaan Baharuth mau beraliansi maka Saga dengan tangan terbuka menerimanya.


Begitulah pesan Saga. Setelah itu, Nicol dan naga Machina pun pergi.


Sesaat itu juga, Raja Bahama terduduk dengan nafas yang terengah-engah karena ketakutan nya.


"Dungeon macam apa dia? mengirim Boss nya ke kerajaan musuh?" ucap panik Bahama.


"Yang jelas, pemilik dari dungeon itu bukanlah manusia melainkan Raja Iblis," sambung penasihat Bahama.


__ADS_1


Catatan kecil:


- System' Call diadaptasi dari anime - SAO Alizication.


__ADS_2