
Chapter 74. False Proposal.
Seusai menyelesaikan kasus rekaman, Saga dan Rachel pun berjalan-jalan mengelilingi Tokyo untuk membuang waktu sebelum acara dimulai.
Lebih dari itu, kedua orang tuanya belum datang maka dari itu, Rachel pun bisa berjalan-jalan dengan Saga.
Dikarenakan waktu yang tidak lama maka, Saga dan Rachel hanya pergi ke tiga tempat; Shinjuku, Akihabara dan Shibuya meski hanya sebentar, Saga dan Rachel merasakan suka cita dan tawa menemani kencan mereka.
Hingga tanpa terasa, matahari sudah mulai terbenam. Saga yang menggandeng Rachel masuk kedalam hotel dan disana, Saga berpapasan dengan kelompok berjas dengan seorang pria dewasa didepan kelompok itu.
Rachel pun tersenyum senang.
"Itu Papa ku! Ayo aku kenalkan!"
Rachel pun menarik Saga untuk ikut berlari menghampiri ayahnya. Disisi lain, Saga menatap tajam pria yang dikatakan oleh Rachel ayahnya. Jatungnya berdegup kencang. Bagaimana tidak? Dialah sosok dibalik kebenaran dari kematian ayah nya dan mungkin kaabr dari ibunya.
Dengan pasrah ikut berlari, saat sudah dekat dengan ayahnya. Rachel melepaskan genggaman tangan dari Saga dan memeluk ayahnya.
"Papi, akhir datang juga! Rachel pikir papi tidak datang!"
Ayah Rachel tersenyum dan memecet hidung Rachel.
"Masa papi tidak datang ke ulang tahun putri kesayangan papi."
Sesaat kemudian, wanita dewasa batuk dengan sengaja namun, Rachel bersikap biasa.
"Halo, Mi!"
"Hm!" gumam datar Ibunya Rachel, Sandra Prima.
Sesaat kemudian, mata ayahnya Rachel tertuju menatap Saga begitu pun juga ibunya. Rachel yang menyadari itu, dia pun memperkenalkan nya.
"Pi, Mi. Kenalin! Ini pacar Rachel, Saga Indraguna."
Ayahnya Rachel memberikan senyuman ramah berbeda dari Ibunya Rachel, Sandra. Dia menatap tajam Saga dengan penuh kebencian dan kemarahan. Saga menyadari tatapan dari Ibunya Rachel namun, dia abaikan dan terfokus kearah Ayahnya Rachel.
"Saya Saga Indraguna, Om," ucap Saga sambil memberikan tangannya.
"Saya Andreas Prima, ayah dari Rachel," jawab Andreas yang menerima tangan Saga.
__ADS_1
Saga dan Andreas saling bertukar senyum serta berjabat tangan.
"Saga, apa kamu kenal dengan Liliana Indraguna?" tanya ketus Sandra, ibunya Rachel.
"Beliau adalah ibu saya."
Andreas yang mendengar itu, dia tersenyum dan terlihat senang bagaikan mendapatkan sebuah hadiah.
"Pantas saja!" jawab ketus Sandra.
"Nak Saga, nanti kita bicara lebih lanjut. Om dan Tante masih ada urusan," sambung Andreas yang memotong percakapan.
"Iya, Om."
Sandra melihat kearah Rachel, "Rachel, kamu ikut mama!"
"Iya, Ya," jawab malas Rachel.
Sesaat kemudian, Andreas dan Sandra pergi meninggalkan Saga. Lalu, disusul oleh Rachel. Namun, sebelum pergi Rachel mengencup pipi kanan Saga dan berpamitan.
"Sampai ketemu nanti malam!"
Sesudah itu, Rachel pergi menyusul kedua orangtuanya.
Disaat mereka sudah pergi, Rizal dan Raya menghampiri Saga yang ternyata mereka sudah ada disana sejak pertemuan Saga dengan Andreas.
"Target utama di depan mata," ucap Rizal.
"Iya. Tapi, kita harus bersikap hati-hati dan tetap waspada. President Komisaris Andreas Prima bukanlah orang yang bodoh," jawab Saga.
"Pastinya," sambung Rizal.
Waktu pun berlalu, matahari sudah terbenam. Saga saat ini sedang berpakaian serapih dan seelegan mungkin, menampilkan yang sekarang sungguh berbeda dari penampilan sebelumnya.
Yang dimana, saat ini Saga mengunakan setelan jas lengkap Brioni Vanquish II, setelan Jas Pria dengan jahitan berlapis emas. Harga jas itu saja sekitar 43 ribu USD atau sekitar 600 juta rupiah.
Hal ini tentu tidak masalah untuk Saga yang dimana, saat ini dia harus menghadiri pesta mewah di kalangan atas.
Setelah persiapan usai, Saga pun pergi ke acara pesta yang ada di ballroom hotel tersebut. Setibanya disana, Saga pun menjadi sorotan orang banyak yang dimana mereka terpesona melihat sosok Saga.
__ADS_1
Pesta itu bukanlah pesta berdiri melainkan sebuah pesta yang sangat rapih dengan meja bundar yang sudah dipersiapkan untuk semua tamu yang diundang. Saga pun melihat acara itu bertamu kan para pengusaha, artis bahkan pejabat pemerintahan seperti perdana menteri Jepang dan Duta besar Indonesia yang ada di Tokyo, Jepang. Lalu, Saga sendiri duduk bersama dengan Sofie, Jonathan namun, kursi itu untuk Saga dan Rizal. Sedangkan, Raya harus berdiri.
Raya pun mengerti dan dia pun berdiri disisi ruangan seperti pengawal lainnya.
Sesaat kemudian, Saga melihat kearah Rachel yang ternyata Rachel terus menatap nya. Saga pun menatap Saga dan memberikan senyuman lalu, Rachel memberikan ciuman udara kepada Saga yang membuat Saga dan Rachel tertawa kecil.
Beberapa saat kemudian, acara pun dimulai. Lampu ruangan dimatikan Lalu, lampu sorot menyala yang memfokuskan Andreas disana untuk memberikan pidato pendeknya. Sesudah itu, Andreas memanggil Rachel untuk naik ke atas panggung. Tentu Rachel dengan senang hati naik keatas panggung.
Disana Rachel juga memberikan pidatonya lalu, pidato pendek itu diakhiri dengan pemotongan kue yang besar dan bertingkat. Sesudah kue terpotong para tamu dan Saga pun bertepuk tangan.
Sesudah itu, Andreas dan semua tamu harus mengambil Sampanye untuk bersulang namun, sebelum bersulang Andreas mengucapkan sesuatu.
"Maaf, ada yang ingin. Saya sampaikan, ucapan ini bukan hanya untuk ulang tahun putriku, Rachel. Namun, Saya akan memberitahu sebuah kabar gembira yang dimana Rachel akan bertunangan dengan seorang pengusaha muda yang lagi viral dan tidak lain, dia Saga Indraguna. Putra dari Liliana Indraguna, pemilik group Indraguna 20 tahun yang lalu menghilang pewaris nya."
Saga sangat terkejut saat mendengar ucapan, hal membuat dirinya kesal dan marah. Saga tahu, ini adalah taktik untuk menjatuhkan dirinya. Jika Saga menolak, ini akan berakibat pada dirinya dan Rachel. Sedangkan, kalau menerima. Saga sudah masuk ke dalam jebakan nya.
"Dasar rubah licik!" gumam pelan Saga sambil tersenyum.
Disisi lain, Rachel sangat senang mendengar yang membuat dirinya terus menatap Saga dengan penuh kebahagiaan.
Saga pun menghela nafas panjang dan setelah, tenang Saga tersenyum dan beranjak dari kursinya untuk memperkenalkan diri.
Sesudah itu, Saga dipanggil Andreas untuk naik ke atas panggung dan setibanya di panggung, Andreas memberikan sebuah cincin kepada Saga. Dengan wajah yang penuh senyuman, Saga menerima nya.
Lalu, diatas panggung Saga berlutut satu kaki dihadapan Rachel.
"Beberapa waktu telah kita lewati. Banyak yang sudah dilalui bersama. Tidak mudah memang. Tapi, aku selalu heran. Segala kesulitan bagiku seperti tak apa asal itu tentang Kamu.
Boleh saja, bila mendapatkan kesulitan yang besar jika itu bersamamu. Tapi, bukankah segala hal di dunia ini selalu diterima dengan konsekuensi? Tidak ada kesulitan yang berdiri sendiri.
Kesulitan selalu seiring dengan kebahagiaan. Menikahlah denganku!"
"Tentu saja. Aku mau menikah dengan mu."
Saga pun mengenakan cincin ke jari manis Rachel dan mereka pun saling berciuman.
Momen itu membuat seluruh tamu bertepuk tangan dan video momen itu pun menjadi viral didunia maya.
__ADS_1