Ruang Kekayaan Milik Saga

Ruang Kekayaan Milik Saga
Chapter 54. Dilema Rachel


__ADS_3

Chapter 54. Dilema Rachel.


Didunia maya sedang ramai membincangkan Tanya yang digosipkan berpacaran dengan Saga.


Tanya pun menjadi buah bibir di sekolahnya. Ada yang mendukungnya namun tidak sedikit juga yang membencinya.


Tanpa pengetahuan Saga, dirinya sudah menjadi selebriti bahkan sudah memiliki fanbase tersendiri dalam beberapa hari saja.


Mungkin wanita lain tidak begitu mengenal nya tapi, tidak dengan Rachel. Dirinya yang sedang berkumpul dengan teman-teman nya.


Sofie terkejut saat melihat sebuah video penjemputan Saga di sekolah Tanya di ponselnya.


"Rachel, ini bukannya Saga Loe ya?!" ucap Sofie sambil menunjukan ponsel kearah Rachel.


Rachel yang saat itu sedang berbincang, dia pun menghentikan pembicaraan dan menerima ponsel dari Sofie untuk menyaksikan video tersebut.


Saat menonton itu kedua mata Rachel membesar. Dia terkejut dan ada sedikit perasaan kesal namun ditahannya.


"Bener kan, Chel. Dia Saga, pacar Loe?" tanya pertegas Sofie.


Rachel hanya tersenyum kecil, "Ya, mungkin, wanita itu memang pacar nya," jawab santai Rachel.


Jonathan yang berada disamping Rachel menjadi penasaran, "Coba gue lihat!"


Rachel pun memberikan ponsel Sofie kepada Jonathan dan dirinya pun juga terkejut, "Gila nih orang, berani banget! Didepan orang banyak lagi!" ucap Jonathan sambil memberikan kembali ponsel Sofie.


Rachel tidak berbicara banyak dan hanya tersenyum.


Sofie pun khawatir kepada Rachel, "Rachel, kamu tidak apa-apa?"


Rachel menganggukan kepalanya seraya senyuman. Rachel tidak ingin membuat teman-temannya lebih khawatir namun sesungguhnya hatinya sangat tersakiti.

__ADS_1


Jonathan tidak bisa dibohongi dan bebrspay saat kemudian, Rachel pun pergi.


"Sorry, guys. Gue pamit dulu! ada urusan mendadak!" ucap Rachel yang beranjak dari kursinya dan berpamitan.


Sofie dan Jonathan terus melihat langkah Rachel sampai benar-benar. Dia meninggalkan mereka.


Sesaat setelah itu, Sofie melihat kerarah Jonathan.


"Joe, mending lu tanya Saga deh, Serius gak sih sama Rachel. Kenapa dia mengelakuin seperti itu ke Rachel," ucap Sofie.


"Iya, gue coba minta penjelasan ke dia," jawab Jonathan.


Beberapa saat kemudian, Jonathan menelepon Saga yang dimana saat itu, Saga sedang memeriksa dokumen yang harus ditandatangani.


Saga yang melihat panggilan dari Jonathan. Dia pun mengangkat nya.


Dalam telepon itu, Jonathan menanyakan perihal tentang keseriusan Saga terhadap Rachel.


Begitulah jawab Saga. Selain itu juga Jonathan bertanya perihal video penjemputan Tanya. Saga pun tidak mau menjelaskan hal itu dan lebih baik dirinya menjelaskannya kepada Rachel.


Mendengar jawaban itu, Jonathan pun mengerti dan meminta Saga menyelesaikan permasalahannya dengan Rachel.


Saga pun menerima permintaan tersebut.


Malam harinya, Saga menjemput Rachel yang sedang sendirian di sebuah cafe berbintang dalam keadaan mabuk. Informasi itu didapatkan dari Jonathan yang sebelumnya meminta salah satu pengawal mengikuti Rachel agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.



Setibanya di cafe, Saga melihat Rachel yang sedang duduk seorang diri dengan beberapa gelas kecil yang sudah kosong. Dia terus minum dan minum.


Saat Saga ingin menghampiri, ada seorang pria yang mencoba menggoda Rachel. Namun, Rachel menolak bahkan mendorong pelan pria itu tapi pria itu terus mencoba mendekati Rachel.

__ADS_1


Namun, pendekatan terakhirnya dihentikan oleh Saga dengan memegang Pria itu.


"Hoi, apa yang kamu lakukan dengan pacar ku?" ucap Saga.


Pria itu pun menoleh ke belakang dengan ekspresi menantang. Saga pun mempertajam pandangan sampai pada tingkat ingin membunuh dia.


Pria itu sontak merubah ekspresi nya menjadi ketakutan dan meninggalkan Saga.


Seusai itu, Saga mengalihkan pandangannya ke arah Rachel. Dia terus menatap Saga dengan senyuman lebar dalam keadaan yang sempoyongan.


"Pangeran ku telah datang," ucap Rachel sambil senyum-senyum sendiri.


Saga pun menghela nafas panjang dan memberikan senyuman. Sesudah itu, Saga pun duduk disamping Rachel.


"Ayo kita pulang!" seru Saga sambil Memegang tangan Rachel.


Rachel mengelengkan kepalanya, "Aku tidak ingin pulang ke istana dingin," jawab Rachel.


Lalu, Rachel memindahkan tangan Saga ke pipinya.


"Saga, aku ingin tetap berada disampingmu," ucap Rachel.


Seusai mengatakan itu, Rachel beranjak dari kursi lalu, mengalung tangannya di leher Saga. Sesaat kemudian, Rachel mencium bibir Saga.


Saga pun tidak menolak nya dan membiarkan bibir Rachel bermain di bibirnya. Sesaat kemudian, Rachel pun pingsan karena terlalu mabuk dipelukan Saga.


Saga sendiri pun hanya tersenyum dan mengelus-elus kepala Rachel didalam pelukan nya.


"Selamat tidur, Rachel! Dan, mimpi indah."


Setelah itu, Saga pun mengantar pulang Rachel ke rumah nya.

__ADS_1



__ADS_2