Ruang Kekayaan Milik Saga

Ruang Kekayaan Milik Saga
Chapter 77. Human Chess part I


__ADS_3

Chapter 77. Human Chess part I.


Ditempat yang berbeda, Jaka yang baru menutup cafenya. Dia mendapatkan pesan dari Rizal untuk memeriksa keadaan Tanya. Jaka sempat bingung dengan pesan itu meskipun begitu Jaka tetap pergi untuk ke rumah Tanya.


Setibanya di sana, Jaka melihat keanehan yang terjadi maka dari itu, Jaka pun turun dari mobil dan berjalan berlahan masuk kedalam rumah. Ketegangan pun dirasakan oleh sehingga hingga dia menarik nafas dalam-dalam. Saat ini, Jaka merasa seperti masuk ke rumah yang angker.


Saat dipintu masuk, Jaka membuka pintu dengan mudahnya lalu masuklah dia kedalam.


"Permisi! Tanya!" seru pelan Jaka.


Jaka yang tiba didalam, dia pun harus meraba-raba melangkah sampailah tiba di ruang keluarga yang dimana ruangan itu sudah berantakan dan pecah belah. Hal itu tentu membuat Jaka ketakutan.


"Tanya! ... Om! ... Tante!" seru pelan Jaka.


Jaka pun tidak mendengar jawaban dari siapapun maka dari itu, Jaka yang dalam keadaan panik bergegas mengirimkan pesan kepada Saga. Namun sebelum mencapai pesan penuh, Jaka menyadari ada seseorang disana lalu, dia pun melihatnya dan terlihatlah sosok pria tinggi besar yang mengenakan pakaian disertai dengan topi dan sarung tangan hitam.


Melihat nya membuat Jaka mengidik dan mundur beberapa langkah, "Siapa kamu?"


Pria hitam itu tidak mempedulikan dan terus mendekati Jaka yang mundur. Jaka tahu bahwa dirinya tidak memiliki ilmu bela diri selain itu, Jaka merasakan perbedaan antara pria hitam itu dengan para preman yang pernah ditemuinya dahulu.


Saat Jaka memutuskan untuk melangkah mundur tanpa sengaja kakinya membenturkan sesuatu. Jaka yang penasaran akan hal itu, dia menoleh kebawah.


"Bngsat!" kaget Jaka saat melihat ayah dari Tanya sudah tergeletak dengan berlumuran darah. Hal itu membuat juga Jaka terjatuh diatas jasad ayahnya Tanya.


Jaka pun tambah ketakutan dan kembali melihat pria hitam yang ternyata pria hitam itu sudah menodongkan pistol kedap suara kepada Jaka.


"Hah, sial. Sepertinya aku akan mati konyol!" pasrah Jaka dan mempersiapkan diri untuk ditembak nya.

__ADS_1


Disisi berbeda, pesan Jaka masuk ke ponsel Saga dan dia pun meminta izin Andreas untuk membaca pesan. Andreas pun mengizinkannya.


Saga mengambil ponsel dan membuka pesan yang ternyata itu dari Jaka yang bertuliskan.


Rumah Tanya di rampok da.


Pesan pun terpotong.


Walaupun, pesan terpotong Saga sudah mengerti maksudnya dan Raya pun sudah meninggalkan ruangan.


"Saga, apa permainan masih berlanjut?" tanya Andreas.


Saga memasukan ponsel kedalam sakunya dan kembali ke permainan.


"Tentu, aku tidak akan kalah."


"Good, aku suka semangat kaum muda."


"Raya, aku mengandalkan mu!" batin Saga.


Diruangan berbeda, Raya sudah meninggalkan ruangan. Dia kembali ke kamar, Raya kembali bukan untuk beristirahat. Disana, dia mengambil serbuk gerbang yang tersimpan rapih di tasnya.


Setelah diambil, Raya meniupkan serbuk itu dengan tujuan rumah Tanya. Lalu, Raya pun masuk gerbang dan dalam sekejap Raya sudah berada rumah Tanya.


Melihat pintu yang sudah dibuka, Raya pun mencurigai sesuatu yang membuatnya bergegas masuk kedalam. Setibanya didalam Raya melihat Jaka yang sedang terjatuh dan pria hitam yang sedang menodongkan pistol.


Raya pun sontak berlari dan menendang pria hitam itu sehingga tembakan asal terjadi sehingga Jaka terkejut dengan suara itu.

__ADS_1


Raya melihat kearah Jaka, "Oi, Cepat kamu periksa Tanya!"


Jaka menyadarkan lamunan nya dan beranjak diri. "Baik." setelah itu, Jaka pergi ke tangga yang dimana ada dua orang pria hitam. Salah satunya, ada yang membawa Tanya.


"Tanya, lepaskan dia!" ujar Jaka yang mencoba mengambil Tanya namun, tidak berhasil. Kedua pria hitam itu pun pergi meninggalkan rumah.


Jaka pun juga tidak menyerah. Dia berdiri kembali dan mengejar kedua pria hitam itu yang ternyata kedua pria hitam itu dijemput oleh mobil Van hitam yang melaju cepat sehabis menaikan kedua pria hitam.


Jaka sempat terdiam dengan nafas yang terengah-engah melihat kepergian mobil Van hitam.


Tidak lama kemudian, mobil Van silver datang dibelakang nya dan terhenti tepat di depan Jaka.


"Yo, Jaka. Cepat naik!" seru Boim.


Jaka yang menyadari di mobil silver itu Boim. Dia pun bergegas naik dan Boim melajukan mobilnya dengan cepat untuk mengejar mobil Van Hitam.


Sedangkan, Raya masih di rumah Tanya. Dia melihat pria hitam yang di tendang mulai berdiri dan mengambil pisau dari pinggangnya.


"Lama tidak bertemu, 47!" ucap pria hitam yang berbahasa Jepang.


"52, Senang bertemu dengan mu!" ucap Raya yang memasang kuda-kuda.


Ditempat yang berbeda, Andreas memojokan permainan catur Saga.


"Saga, apa kamu bisa melepaskan nya?" ucap Andreas sambil memindahkan bidak catur.


Saga tersenyum sambil memindahkan bidak nya, "Jangan terlalu percaya diri! kemungkinan masih lah banyak!"

__ADS_1


Sesudah Saga memindahkan bidak. Andreas dan Saga saling bertukar senyum.


Bersambung ....


__ADS_2