
Chapter 39. Weekend bersama Tanya dan Jackpot!
Weekend pun tiba, Tanya dengan semangatnya bangun pagi mandi dan berpakaian olahraga meski Tanya tahu bahwa nanti nya dirinya akan berkeringat dan harus mandi lagi. Tapi, Tanya ingin bertemu dan olahraga bersama pacarnya, Saga. Dia ingin berpenampilan sempurna.
"Yosh! waktunya, berangkat!" ucap Tanya seusai mengikat tali sepatunya lalu, dia berdiri dan berpamitan dengan kedua orangtuanya.
Setelah itu, Tanya keluar rumah yang ternyata Saga sudah berada di luar rumah Tanya.
Tanya pun tersenyum dan bergegas menghampiri Saga, "Selamat pagi, beb!" sapa Tanya.
"Pagi juga, Ayo kita berangkat!" ajak Saga.
Tanya pun menganggukan kepalanya. Lalu, mereka pun lari bersama-sama.
Setibanya di Taman, Saga dan Tanya melihat teman-teman nya, Ayu, Jaka dan Boim. Saat menghampiri mereka Saga dan Tanya diledek oleh Boim.
"Cie! Cie! ada pasangan baru nih, Traktiran dong, Jack," ucap Boim.
Setelah Boim bekerja dibawah Saga. Dia hormat dan santun saat ditempat kerja tapi diluar Boim menjadi temannya Saga. Hal itulah yang diminta oleh Saga sendiri kepada Boim.
"Iya nih. Kita kan teman sama dilupain," sambung Ayu.
"By the way, Selamat ya, bro, Tanya!" ucap Jaka sambil tersenyum.
Saga dan Tanya saling menatap dan tersenyum. Lalu, mereka melihat kearah Jaka lagi.
"Terimakasih, Bro," jawab Saga.
"Takyu," jawab Tanya.
"Et, jangan lupa traktirannya!" ucap Jaka dan diakhiri dengan tawa kecil.
"Siap," jawab Saga.
Mereka pun tertawa kecil. Setelah itu, mereka lari bersama. Pada weekend ini, suasana berbeda dari sebelumnya. Hal ini disebabkan banyak pengunjung taman disana memperhatikan Saga terutama para gadis-gadis.
Tanya menyadari tatapan para gadis-gadis itu yang mungkin mengidolakan bahkan menyukai pacarnya namun, dia tidak marah bahwasannya Saga dan dirinya sudah berkomitmen.
Tanya pun teringat malam saat jadian mereka yang dimana sesaat Saga mengantar Tanya pulang. Dia membicarakan sesuatu didalam mobil.
__ADS_1
"Tanya?" ucap Saga sambil menatap Tanya.
"Iya, kenapa, mas?" jawab Tanya yang juga menatap Saga.
"Jikalau, aku memiliki pacar selain dirimu. Apakah kamu akan meninggalkan ku?" tanya Saga.
Tanya tersenyum dan memegang pipi kanan Saga dan mengelusnya.
"Kalau aku tidak masalah selama kamu tidak pernah meninggalkan ku sekalipun kamu memiliki 100 pacar sekalipun namun satu yang kuminta, Jangan tinggalkan aku!" jawab Tanya.
Saga memberikan senyuman dan memegang tangan Tanya yang ada di pipinya, "Tentu saja, aku tidak akan pernah meninggalkanmu sekalipun kamu pergi ke neraka. Aku akan tetap bersama mu."
Setelah itu, Saga dan Tanya berciuman lagi.
Ingatan itulah yang membuat Tanya tidak cemburu dan dia menghilangkan lamunan nya dengan menatap Saga yang sedang berlari.
Saga pun menyadari tatapan Tanya yang berada disampingnya, "Ada apa?" tanya Saga.
Tanya tersenyum dan menggeleng kan kepala nya, "Tidak ada." seusai mengatakan itu Tanya mempercepat larinya.
Saga hanya memberikan senyum melihat sikap Tanya.
Beberapa saat kemudian, Saga bersama Boim pergi ke pedagang asongan untuk membeli minum. Ditengah membeli itu, Boim berbicara pelan.
"Iya, nanti. Aku akan periksa. Kabari tim untuk selalu mengawasi!" seru pelan Saga.
"Baik, ketua," jawab Boim.
Sesaat kemudian, Saga dan Boim kembali ke teman-temannya yang duduk di sisi taman dan memberikan satu persatu minuman kepada mereka.
Saga juga memberikan air ion kepada Tanya, "Beb, minuman mu!"
"Terimakasih, Beb," jawab Tanya seraya senyum menerima air tersebut.
"By the way, kalian ingin traktiran dimana?" tanya Saga.
"Bagaimana kalau kita makan di Namaaz Dining? restoran itu lagi viral lho," saran Boim.
"Wuah, boleh juga tuh. Gue juga pengen banget kesana," sambung Jaka.
__ADS_1
Mendengar itu, Tanya juga bersemangat. "Iya, gue pernah lihat masakan unik-unik," jawab Tanya.
"Oke sepakat ya. Saya reservasi dulu," jawab Saga.
"Yeeee," seru senang teman-temannya.
Saga pun mengambil ponsel dan reservasi untuk malam minggu ini.
...$$...
Ditempat yang berbeda, Rizal bersama Dina menelusuri ruang bawah tanah dan tibalah mereka disebuah pintu besi dengan kontrol keamanan di tengah pintu itu.
Rizal melihat Dina dan memberikan kode untuk meretaskan pintu itu dan Dina pun menganggukan kepalanya.
Setelah itu, Dina menghampiri pintu dan memeriksa kontrol keamanan. Seusai memahami keamanan itu, Dina menyambung kabel dari ponselnya ke alat keamanan pintu itu.
Tidak sampai lima menit, lampu yang awalnya merah berubah menjadi hijau.
"Bingo!" gumam Dina.
Sesaat kemudian, pintu terbuka kesisi kiri dan kanan. Dina pun mundur untuk menjaga jarak.
Beberapa saat kemudian pintu terbuka sepenuhnya, Rizal dan Dina saling bertukar senyum lalu, masuk ke dalam ruangan itu yang dimana membuat mereka takjub melihat isi didalamnya.
"Jackpot!" ucap Rizal sambil mengangkat satu alisnya.
Dina yang melihat juga tersenyum senang melihatnya.
Ruangan rahasia itu merupakan banker yang berisikan setumpuk emas Antam hingga membuat ruangan itu bersinar kuning keemasan.
"Pantas saja, Mirage Group tidak mau menyerah dan memaksa membeli gedung ini," ucap Rizal.
...$$...
Ditempat yang lain juga, Raya baru sampai di bandara, Indonesia. Dia pun melangkah keluar lalu, memanggil taksi.
Setibanya taksi berhenti didepannya, Raya melihat ke langit.
"Sudah 10 tahun kah," gumam Raya.
__ADS_1
"Pak?" tegur supir.
Raya mengembalikan sadarnya dan menaiki taksi tersebut.