
...Chapter 99. Make out With Rachel (21+) & Sarapan bersama....
Dimalam yang dingin oleh hujan dan petir, Tanya duduk seorang diri di Rooftop Cafe dengan secangkir susu hangat dan hujan yang turun dari luar jendela.
Melihat itu, Angela pun menghampiri Tanya dan duduk dihadapan Tanya.
"Hei, ada apa?"
Tanya mengalihkan pandangan ke Angela.
"Tidak, apa-apa hanya aku ingin memberikan ruang untuk Rachel dan Saga menghabiskan malam berdua."
Mata Tanya berkaca-kaca namun dia tetap tersenyum. Angela tahu bahwa Tanya menahan rasa sakitnya. Walaupun, dimulut Tanya tidak masalah di madu namun, perasaan wanita tidak bisa dibohongi.
Angela pun beranjak dari kursi dan memeluk Tanya dan belakang.
"Tidak apa-apa. Jika, kamu ingin menangis."
Tanya yang mendengar itu, dia pun menempel wajahnya ke tubuh Angela dan menangis.
Ditempat berbeda, Saga yang baru saja keluar dari kamar mandi dengan mengenakan piyama mandi. Dia dikejutkan dengan Rachel yang sudah ada diatas kasur dengan pakaian merah yang seksi. Paha yang begitu putih serta bahu dan leher yang menggoda juga senyuman nakal dengan tatapan mesra membuat hasrat Saga meningkat dan naik.
"Let' party, honey!" ucap Rachel dengan nada yang menggoda.
Saga tidak sanggup menahan godaannya lagi. Lalu, Saga tanpa bahasa dan senyuman. Saga pun merangkak keatas Rachel. Begitu pun Rachel, dia menerimanya dengan suka cita. Disaat posisinya sejajar dengan Rachel, Saga memulainya dengan mencium leher hingga membuat hasrat Rachel meningkat. Dia pun tidak diam dengan melepaskan piyama mandi Saga yang dimana tubuh Saga yang penuh otot terlihat. Rachel pun memainkannya.
Saga juga sambil memainkan tubuh Rachel dengan bibirnya berlahan dia melepaskan pakaian Rachel.
__ADS_1
Dan, permainan tubuh satu sama lain terus berlanjut dengan berbagai posisi dilakukannya terutama posisi untuk mempercepat mengandung. Lebih kasar dari sebelumnya, lebih besar hasrat mereka tanpa mengunakan hasrat mereka.
Kebesaran hasrat itu berdasarkan obat perangsang yang mereka minum dari guru Avicenna.
Permainan ini itu pun sampai berjam-jam mereka menahannya.
Sedangkan, Tanya menginap di penthouse nya Angel.
Keesokan paginya, Saga pun membuka matanya yang dimana dia disuguhi oleh Rachel yang tanpa busana sehelai pun menempel pada tubuh Saga.
Saga pun tersenyum sambil merapihkan rambut juga mengelus-elus keningnya Rachel yang membuat dia juga membuka mata.
"Selamat pagi, Rachel" ucap pelan Saga.
Rachel tersenyum, "Selamat pagi, Honey!"
"Sepertinya Adik ku membuatkan sarapan," ucap Rachel.
"Kalian berdua memang luar biasa," ucap Saga yang diakhiri dengan kencupan kening.
Didapur, Tanya sedang sibuk membuat sarapan yang dimana Tanya membuat menu yang bagus untuk kandungan dan janin baik dirinya sendiri dan kakak nya, Rachel.
Tidak lama kemudian, Tanya dikagetkan dengan Saga yang memeluk dirinya dari belakang disaat Tanya sedang masak.
"Selamat pagi, Sayang!" sapa Saga.
Tanya pun melihat kearah Saga dan Saga pun mencium bibir Tanya sebentar.
__ADS_1
"Selamat pagi, adik imutku!" ucap Rachel yang saat itu sudah duduk di kursi makan hanya dengan pakaian dalam saja.
"Pagi, Kakak. Sebentar lagi, sarapan siap!"
"Sini, aku saja. Kamu juga duduk dan jangan begitu capek ya!" seru Saga yang mengambil alih pekerjaan Tanya.
"Baik, sayang."
Tanya pun duduk didekat Rachel sambil menunggu sarapan.
Diruang makan, Rachel pun membuka pembicaraan.
"Adik, kamu ingin punya anak perempuan atau laki-laki?"
"Perempuan atau laki-laki, aku pasrah saja dan pasti tetap menyayangi nya," jawab Tanya seraya mengelus-elus perut nya.
"Kalau aku sih, ingin memiliki anak laki-laki." Rachel melihat Saga, "Agar kuat dan cerdas seperti ayahnya."
Tanya tidak menanggapi ucapan itu, dia hanya memberikan senyuman.
Beberapa saat kemudian, Saga datang dan menyajikan hidangan sarapan terakhir. Lalu, mereka bertiga pun sarapan bersama.
Setelah itu, Saga pergi ke Chamber untuk bekerja. Yang dimana, Operator memberitahu.
"Lapor. Sekelompok Goblin datang ke Chamber dalam kondisi melepaskan senjata mereka."
catatan kecil:
__ADS_1
Hei, semua karena ada kritik dengan alur yang terlalu cepat dan tidak jelas maka dari chapter 85 sampai 100. aku akan revisi demi untuk meningkatkan kualitas novel ini dan untuk teman-teman yang tetap setia mendukung novel ku ini. terima kasih.