Ruang Kekayaan Milik Saga

Ruang Kekayaan Milik Saga
Chapter 41. Dilema


__ADS_3

Chapter 41. Dilema


Hari semakin sore, langit pun berubah senja mengiringi perjalanan Saga pulang. Setibanya, di rumah Saga pun membasuh diri dan rebahan sejenak. Saga merasa lelah apalagi dia harus berkomunikasi dengan orang yang mungkin bisa membunuhnya.


Itulah dunia uang.


Berlahan mata Saga tertutup dan tidur di sofa. Saat itu, Saga bermimpi tentang masa kecilnya yang dimana Saga memiliki dua sahabat, Rizal dan Raya.


Mereka bertiga selalu bersama dalam suka dan duka. Tapi, satu persatu mereka di adopsi sedangkan Saga masih harus tetap di panti asuhan.


Rizal diadopsi oleh keluarga Jaksa sedangkan Raya diadopsi oleh keluarga ternama di Jepang, keluarga Yamamoto.


Beberapa saat kemudian, Tanya datang ke rumahnya Saga. Dia mengetuk pintu dan menekan bell tapi tidak ada jawaban.


"Mas Saga! Mas!" panggil Tanya sambil mengetuk pintu.


Saga yang sedang terlelap tidur membuatnya tersadar dan membuka mata oleh suara Tanya. Dia melihat jam yang ada dinding sudah menunjukkan pukul 7 malam.


Melihat sudah malam, Saga pun terkejut dan tersadar sepenuhnya, "Gawat, aku tertidur!" gumam Saga.


Lalu, Saga pun beranjak dari kursi dan membuka pintu dalam kondisi dirinya yang berantakan dengan rambut yang tidak beraturan.


"Hei, Beb. Maaf, aku ketiduran," ucap Saga.


Saat Tanya melihat Saga, dia pun tertawa kecil melihat kondisi Saga yang baru bangun.


"Beb, Kamu lucu banget sih. Sumpah," ucap Tanya yang tidak lepas senyuman nya.

__ADS_1


"Hehehe .. iya. Masuk, Beb!" ucap Saga sambil meraih tangan Tanya dan menarik pelan masuk kedalam rumahnya. "Kenapa kamu kesini?"


"Semua orang sudah nunggu traktiran mu lho kecuali Ayu, dia kata nya ada pekerjaan yang tidak bisa ditinggalkan," jawab Tanya.


Langkah Saga terhenti dan sontak terkejut sampai melepaskan genggaman tangannya.


"Oh, iya. Tanya, kamu tunggu sini! aku mandi dulu," ucap Saga sambil bergegas ke kamar mandi.


"Mau mandi bareng gak?!" teriak ledek Tanya.


"Mau dong?" jawab Saga dari kejauhan.


"Yeeee, mau nya. Cepat Sana mandi!" teriak Tanya.


"Iya," jawab Saga dari kejauhan.


Ditengah Saga mandi, Tanya melihat ponsel Saga diatas meja ruang tamu yang dimana Tanya melihat ada sebuah panggilan masuk dan beberapa notifikasi yang terus berdatangan.


Tanya pun jadi ingin tahu isi dari notifikasi dan panggilan itu. Maka, Tanya mengambil ponsel Saga dan melihat beberapa chat yang belum dibaca dan panggilan masuk berasal dari satu orang yaitu Rachel.


"Rachel?" gumam Tanya.


Tanya yang ingin tahu lebih lanjut, dia tidak bisa membukanya karena pin yang dipasang oleh Saga.


Beberapa saat kemudian, Saga kembali ke ruang tamu yang dimana Tanya menunggu Saga.


Tanya yang melihat langkah Saga menghampiri dirinya. Dia pun langsung bergegas menaruh ponsel Saga di meja dan berpura pura tidak mengambil ponsel dengan duduk manis di sofa.

__ADS_1


Sesaat kemudian, Saga datang. "Maaf, kamu nunggu lama ya!" ucap Saga.


Tanya mengelengkan kepalanya, "Gak apa-apa."


Saga dan Tanya pun saling bertukar senyum lalu, Saga mengambil ponselnya namun sebelum menaruhnya disaku. Saga melihat chat dan panggilan masuk dari Rachel yang mengatakan bahwa dirinya akan pulang besok serta meminta Saga untuk menjemputnya.


Saga pun membalasnya, dia bersedia menjemput Rachel. Sesudah itu, barulah ponselnya dimasukan kedalam saku.


Tanya yang duduk di sana hanya bisa terdiam dan berpura pura tidak tahu.


Lalu, Saga menghampiri Tanya dan memberikan tangannya untuk digenggam nya.


"Ayo, Tanya! kita berangkat!" seru Saga.


Dengan wajah penuh senyuman, Tanya menerima tangan itu dan beranjak dari kursi.


Lalu, Tanya dan Saga pun pergi ke restoran yang dijanjikan dengan mengunakan mobil Lexus milik Saga.


Ditengah perjalanan, Tanya memberanikan diri untuk bertanya tentang wanita yang menghubungi Saga.


"Mas, Rachel itu siapa?" ucap Tanya sambil melihat Saga dengan ekspresi serius.


"Dia teman ku. Nanti juga Saya akan perkenalkan." Saga melihat kearah Tanya dan mengelus-elus kepalanya Tanya, "Jadi, jangan sedih ya!"


Tanya pun menjawab nya dengan senyuman tanpa gigi dan mengangguk kepala. Namun, dalam hati Tanya masih tersimpan kecemburuan nya melihat foto dari Rachel yang begitu cantik dibandingkan dengan dirinya.


Beberapa saat kemudian, mereka pun tiba di restoran. Disana Jaka dan Boim sudah menunggu kehadiran Saga dan Tanya. Tawa dan canda dilontarkan oleh Boim yang membuat suasana menjadi lebih meriah namun, Tanya hanya memaksa tertawa dan tersenyum.

__ADS_1


Melihat sikap Tanya itu, Saga tersadar. Hal ini sebabkan oleh dirinya.


__ADS_2