Ruang Kekayaan Milik Saga

Ruang Kekayaan Milik Saga
Chapter 70. Taktik Rachel dan Senja


__ADS_3

Chapter 70. Taktik Rachel dan Senja.


Dihari yang sama, Saga pergi berkencan dengan Rachel. Kali ini Saga harus mengocek uang yang cukup banyak yang dimana. Rachel mengajak jalan Saga untuk membeli beberapa pakaian yang bermerek dengan harga yang fantastis, perhiasan dan sepatu. Hingga Saga dan Rachel makan malam di resturant bintang lima.


Saat menunggu makanan datang, Rachel terus menatap Saga. Saga pun sedikit merasa tidak nyaman dengan tatapan nya itu.


"Ada apa terus menatap ku?"


"Aku suka saja memandang wajahmu. Lagipula, kita tidak bertemu seminggu ini namun, Saga kamu terlihat sangat tampan dan berkarisma," jawab Rachel yang terus memandangi Saga.


"Kamu terlalu berlebihan."


Sesaat kemudian, Rachel terpikir sesuatu.


"Hei, Saga. Kamu mau di idolakan banyak orang lagi?"


Mendengar itu, Saga menatap heran dan bingung, "Bagaimana caranya?"


Rachel tersenyum genit lalu, beranjak dari kursinya setelah itu, Rachel mencium Saga didepan umum dan memotretnya.


Saga masih terdiam dan mematung.


Setelah beberapa lama bermain bibir. Rachel melepaskan ciumannya. "Lihat! gampang bukan?!"


Setelah itu, Saga menoleh ke ponsel Rachel yang ternyata dirinya sedang melakukan streaming live di akun sosial media sontak saat itu juga jumlah like dan penonton meningkat tajam yang dimana berkomentar bahwa Saga dan Rachel berpacaran.


Saga pun meresponnya dengan datar dan memberikan senyuman karena Saga tahu bahwa Rachel ingin memperkenalkan dan mempublikasi Saga di media sosial sebelum dia memperkenalkan kepada ayahnya, Andreas Prima.


Sejak saat itu dalam seminggu, semua social media milik Saga tambah meningkat drastis bahkan follower nya mencapai angka 10 juta follower yang sebelumnya 3 juta follower.


Dan, dalam seminggu juga Rizal telah membantu Saga dalam pengalihan nama dan proses pembelian 10 persen prima group dari Haiden. Selain itu juga, Saga dan Rizal membuat perusahaan investasi yang bernama Sunshine Trading dan tentu saja, banyak pengusaha yang tertarik untuk investasi kepada Sunshine Trading.


Itulah yang terjadi selama seminggu dan Chamber sendiri tidak ada masalah.



Diwaktu seminggu itu, ada sebuah kisah dari Rizal yang dimana hari empat. Dia didatangi oleh salah satu pengacara wanita junior yang juga salah satu dari anak buah di Firma nya.

__ADS_1


Wanita cantik berbadan tinggi dengan rambut panjang bergelombang. Tidak hanya cantik, sosok wanita itu juga pintar dan menjadi bunga di firma nya bahkan banyak pria yang menyukai nya. Namun, dia bersikap sombong dan tidak ada yang mau dia terima namun, saat ini wanita itu memelas menghadap Rizal.


Wanita itu bernama Senja.


Saat itu, Rizal sedang mengurus dokumennya dan terhenti oleh Senja yang masuk ke kantornya.


"Pak, ada yang saya ingin sampaikan."


Rizal yang mendengar ucapan Senja, dia menghentikan aktifitasnya.


"Oh, Senja. Ada apa? Ayo duduk dahulu!"


Senja pun menundukan kepala. Lalu, duduk di kursi yang berhadapan dengan Rizal.


"Senja, sekarang katakkan ada apa? apakah ada kasus yang mempersulit mu?"


"Tidak pak Rizal."


"Lalu, ada apa?"


Senja mengambil nafas berkali-kali dan memberanikan diri untuk berbicara.


"Berapa?"


"600 juta. Pak."


Rizal mengerut kan dahinya seraya memperhatikan Senja dari atas sampai bawah.


"Dengan apa kamu membayar atau menjamin nya?"


"Potong saja gajiku."


"Itu butuh waktu yang sangat lama. Jadilah sekx friend ku!"


Rizal tersenyum lebar seraya menatap senja seperti hewan buas yang ingin menerkam mangsa nya yang membuat Senja terdiam lama. Tangan Senja pun gemetar sampai-sampai air mata menetes ditangannya.


"Apakah tidak ada cara lain?" Senja mencoba menawar.

__ADS_1


"Tidak ada, lagian sekarang aku tidak membutuhkan uang. Jika kamu menolak, aku tidak memaksa. Semua pilihan ada di tanganmu."


Mendengar jawaban itu, Senja mengepal kedua tangan. Dia pun mengingat saat dirinya di rumah sakit yang dimana Ibu nya harus segera dioperasi karena penyakit jantungnya yang semakin kronis.


Karena itulah, Senja membulat tekadnya.


"Baik, Pak Saga. Aku akan menjadi Sekx friend anda."


Rizal tersenyum dan mengangkat satu alisnya.


"Good Choice."


Seusai mengatakan itu, Rizal mengambil ponselnya dan melakukan transfer 600 juta rupiah ke rekening Senja.


"Oke, done. Cek rekening mu, Senja!"


Senja pun sontak mengambil ponsel dan memeriksa rekening dari bank mobile. Senja pun melihat jumlah rekening sudah bertambah 600 juta.


Melihat itu, Senja menutup mulutnya sambil menangis.


Rizal tersenyum melihat ekspresi Senja.


"Senja, sekarang kamu pulang atau ke rumah sakit. Nanti malam tunggu kabar dari ku. Sekarang, kamu boleh pergi dan jangan beritahu siapapun tentang ini. Aku mengerti!"


"Iya, Pak Rizal. Saya mengerti."


Rizal menghela nafas panjang lalu, memberikan sapu tangannya kepada Senja.


"Sebelum itu, hapus air matamu!"


"Iya." Senja pun mengambil sapu tangan itu dan mengusap air matanya. "Pak, saya pamit dahulu."


"Silahkan!"


Senja pun meninggalkan ruangan Rizal lalu, sesaat kemudian Rizal mengelengkan kepada dan tersenyum sendiri.


"Menarik! money power memang menarik!"

__ADS_1



__ADS_2