
...Chapter 86. Peringatan dari Sofia dan Jonathan (Revised)....
Banyak orang bilang bahwa setiap manusia memiliki kasta walaupun system kasta sendiri sudah dihapuskan dari hukum internasional. Namun, kebiasaan mereka masihlah sama yang dimana sistem kasta berlaku.
Orang kaya bergaul dengan orang kaya, orang miskin bergaul dengan orang miskin, orang kaya menindas yang miskin juga yang miskin menindas orang yang lebih miskin. Yang kuat dialah yang menang. Itulah pemikiran dari seorang bernama Tanya.
Disaat Saga dan Rachel ke Singapura. Tanya saat ini sedang tertidur lelap seraya memimpikan Saga.
BIP! BIP!
Mendengar suara alarm, Tanya berlahan membuka matanya dan dengan malas bangun lalu, pergi ke kamar mandi.
Saat Tanya melangkah seperti Zombie, Aziz kakaknya menyapanya.
"Dek, kamu tuh seperti hantu saja. Cepat mandi dan sarapan! Juga ..." ucapan Aziz terhenti.
Langkah Tanya pun juga terhenti karena penasaran dengan perkataan kakaknya.
"Juga apa kak?"
"Sudah! Nanti, kakak beritahu."
Dengan wajah asam, Tanya melanjutkan langkahnya untuk mandi. Sesudah itu, barulah sarapan bersama dengan kakaknya.
"Kak, sebenarnya. Ada apa?"
Aziz pun menghela nafas panjang dan menunjukan artikel dari iPad kepada Tanya yang dimana artikel itu bertuliskan bahwa Saga dan Rachel akan menikah bulan depan dengan tanggal yang sudah ditentukan. Acara itu akan menjadi acara termegah di tahun tersebut.
__ADS_1
Tanya yang melihat itu hanya memberikan senyuman kecil. Tanya sudah mempersiapkan mental untuk hal itu. Namun, disisi lain Aziz khawatir dengan adiknya.
"Kamu baik-baik saja?"
Tanya melihat Aziz dengan senyuman lebar, "Aku baik-baik saja."
Beberapa saat kemudian, Ayu, Jaka dan Boim datang mengunjungi rumah Tanya.
"Tanya! Tanyaaa! Tanyaaa!" seruan dari Jaka dan lainnya.
Mendengar itu, Tanya beranjak kursinya dan pergi meninggalkan rumahnya.
"Tanya! Sarapan tidak dimakan!" seruan Aziz yang saat itu berada di ruang makan.
"Gakkk, aku mau lari pagi!" teriak Tanya yang sudah ada diluar rumah.
"Iya, Kak. Aku pamit!" ucap Tanya sambil menutup pintu.
Sesudah itu, Tanya dan lainnya pergi ke taman olahraga untuk berlari pagi. Seperti pada weekend lainnya taman sangat ramai dikunjungi oleh banyak orang. Namun, pada hari sabtu itu berbeda dari weekend biasanya yang dimana, Jonathan dan Sofia ada disana sedang memperhatikan Tanya dan teman-teman nya.
"Dia kah, Sang pelakor Tanya?" ucap Jonathan.
"Iya," jawab Sofia.
"Aku kita kasih pelajaran!" seru Jonathan.
Ditengah beristirahat, Tanya dan Ayu didatangi oleh Jonathan dan Sofia. Disana, Tanya hanya dengan Ayu. Jaka dan Boim sedang membeli minum.
__ADS_1
"Hei, loe Tanya ya?!" ucap nantang Jonathan.
"Iya, ada apa ya?" jawab santai Tanya.
"Songong banget, Lue!" ucap kesal Sofia.
Tanya dan Ayu pun merasa bingung dan mereka pun beranjak dari kursi nya dan menghadap Sofia dan Jonathan.
"Apa maksudnya, ya? gue gak ngerti!"
"Hei, prek! gue peringatkan ya. Mending loe jauh-jauh dari Saga. Dia udah mau nikah dengan sahabat kami Rachel. Jadi, jangan macam-macam, ya!" ancam Sofia
Mendengar itu, Tanya pun menjadi kesal. "Apa urusan loe, Njing! Mas Saga juga tunangan gue bukan hanya milik Rachel aja!"
"Dasar prek!" ucap kesal Sofia yang langsung menjambak Tanya.
Tanya pun tidak mau kalah, dia menjambak juga Sofia. Berbagai makian pun mereka lontarkan hingga banyak pengunjung yang melihat perkelahian mereka termasuk Jaka dan Boim dari kejauhan. Mereka pun gegas berlari dan memisahkan mereka.
"Udah cukup! lebih baik kalian pergi!" seru kesal Jaka.
"Siapa Loe?! beraninya ngatur!" ucap Jonathan yang nantang Jaka.
"Gua anak buahnya Saga. Kalo loe gak pergi, gua akan laporkan loe ke polisi!" jawab Jaka.
Saat mendengar itu, Jonathan dan Sofia pun memilih untuk meninggalkan Tanya untuk menghindari konflik dengan Saga.
__ADS_1