Ruang Kekayaan Milik Saga

Ruang Kekayaan Milik Saga
Chapter 22. Hari Minggu bersama teman


__ADS_3

Chapter 22. Hari Minggu bersama teman.


Saga yang tidur pagi, dia terpaksa harus bangun siang hingga sinar matahari yang sudah tinggi menyinari badan Saga hingga dia pun membuka matanya.


"Ahh, capeknya!" gumam Saga sambil melihat kearah atap.


Tidak lama, suara bel rumah berbunyi.


Ding! Dong!


Saga yang mendengar itu, dia pun keluar dari kamar dan membuka pintu rumah.


"Siapa ya?" tanya Saga sambil mengucek matanya.


"Oi, udah siang, Bro! masih tidur aje!" ucap Boim.


Saga pun mengumpulkan kesadaran dan melihat ada Jaka dan Boim. Mendengar suara Boim, Saga pun tersenyum lalu, menghampiri mereka dan membuka pagar.


"Ajibbb, mobil lu ini," ucap Boim sambil melihat sekeliling mobil Saga.


"Iya, itu mobil Saya," ucap Saga.


"Salut! gua sama lu," ucap Jaka sambil memegang bahu kanan Saga dan mengacungkan jempol.


"Yo, masuk! Saya mau mandi dulu," ucap Saga.


Sesaat itu, Saga dan lainnya pun masuk kedalam rumah.


"Anggap saja rumah sendiri ya! Saya mau mandi dulu!" ucap Saga sambil melangkah ke kamar mandi.


"Oke!" jawab Boim.


Diruang tamu, Jaka sibuk dengan ponselnya sedangkan Boim, dia melangkah ke dapur lalu, mengambil Snack simpanan Saga dilemari dapur.


"Sempurna," ucap Boim lalu, dia mengambil banyak Snack disana.


Dengan santainya Boim kembali ke ruang tamu dengan membawa banyak makanan. Jaka yang sedang sibuk di ponsel sampai terhenti dan melihat Boim.

__ADS_1


"Im, perasaan lu udah makan?!" tanya Jaka.


"Itu tadi pagi, lagi ini bukan makan tapi ngemil," jawab Boim sambil menyantap Snack.


"Dasar perut karet!" ucap Jaka sambil menggelengkan kepala nya.


Beberapa saat kemudian, Saga datang dengan penampilan santai dan parfum yang sangat wangi. Jaka dan Boim pun terbengong melihat Saga.


"Jaka, Boim, anda yang salah?" tanya Saga.


"Tidak ada," jawab Jaka.


"Orang ganteng memang beda," ucap Boim sambil menggelengkan kepalanya.


Saga hanya memberikan senyuman.


"Lalu, kenapa kalian ke sini?" tanya Saga.


Jaka dan Boim menyadarkan diri mereka dari lamunan.


Boim pun berdiri dan merangkul Saga, "Bro, ayo kita pergi ke cafe nya Jaka. Ada yang mau ketemu sama Lu!" ucap Boim.


Jaka beranjak dari kursi dan mengajak Saga dan Boim, "Ayo cabut, guys! nanti kesiangan!" ajak Jaka.


Mendengar ajakan itu Saga pun melangkah namun, Boim masih menempel kepada Saga.


"Bro, wanginya enak banget sampe gua gak mau lepas!" ucap Boim sambil melangkah keluar dengan merangkul Saga.


Lalu, Saga menaiki mobilnya yang dimana Jaka dan Boim ikut di mobil Saga. Sebenarnya, Jaka membawa mobil namun dia ingin merasakan mobil sport begitu juga Boim.


Meski mobil Lexus memiliki dua pintu namun kapasitas bisa empat orang. Itulah kelebihan mobil lexus yang disukai oleh Saga.


Tidak lama, Saga dan lainnya sampai di cafe yang di tuju. Mobil Saga pun menjadi perhatian untuk para pengunjung disana. Begitu juga Ayu dan Tanya yang sudah tiba terlebih dahulu.


Saat Saga keluar dari mobil, Tanya pun terkejut melihat Saga yang membuatnya memegang dada nya.


Ayu yang berada sampingnya dibuat tersenyum oleh tingkah Tanya.

__ADS_1


Selain, Saga. Jaka dan Boim keluar dari mobil itu dengan pembicaraan kecil. Lalu, mereka memasuki cafe.


Saat Saga sudah dekat, Tanya menjadi salah tingkah bahkan dia bersembunyi di bawah meja. Ayu pun tertawa kecil serta menggelengkan kepalanya.


"Hei, Ayu," sapa Saga.


"Hei, Saga," jawab Ayu sambil tersenyum.


"Udah lama?" tanya Saga.


"Tidak juga, baru sampai," jawab Ayu lalu, Ayu memberikan isyarat untuk melihat kebawah. Saga mengerti isyarat itu.


Lalu, Saga pun menjongkok kebawah dan menyapa Tanya, "Hei, Tanya!"


Saat Saga menyapa Tanya, dia pun terkejut lagi dan salah tingkah sampai kepalanya ingin terbentur meja namun, Saga berhasil menghentikan nya dengan memegang kepala Tanya. Hal itu membuat Saga dan Tanya saling menatap.


Tidak lama, Tanya sontak mundur dan keluar dari balik meja. Begitu pun juga Saga.


"Ngapain lu pada?" tanya Boim.


Saga dan Tanya tidak menjawab, mereka hanya memberikan senyuman.


Lalu, Saga dan lainnya pun duduk sedangkan Jaka meminta karyawannya untuk membuatkan temannya jus. Sedangkan, Tanya masih terdiam hingga membuat Ayu menyenggol Tanya pelan.


Tanya pun tersadar dengan senggolan itu dan memulai bicara.


"Mas Saga, sebenarnya aku ingin ucapkan terima kasih telah mengantarkan ku pulang juga lupakan semua yang terjadi selama aku mabuk tadi malam!" ucap Tanya sambil menundukkan kepalanya.


"Sama-sama. Tapi, kamu umur berapa tahu?" tanya Saga.


"18 tahun," Tanya pun melihat Saga, " Asal love tahu ya, Mas. Gue udah dewasa titik. Yaaa sangkin masih sekolah aja. Lagian, beberapa bulan lagi gue lulus," ucap Tanya yang sedikit kesal.


"Iye, kalo lulus. Kalo gak?!" sambung Boim.


"Yeee, jangan doain gitu dong kan gue jadi takut," ucap Tanya.


Saga dan lainnya pun tersenyum. Lalu, mereka pun makan bersama di cafe milik Jaka.

__ADS_1


Sejak saat itu, Saga dan Tanya saling membalas chat. Disisi lain, Saga juga merasa nyaman jika chatting dengan Tanya yang memiliki sifat urakan dan blak-blakan.


Hari weekend pun berlalu, Saga kembali pekerja di Chamber.


__ADS_2