Ruang Kekayaan Milik Saga

Ruang Kekayaan Milik Saga
Chapter 37. Pernyataan rasa Saga


__ADS_3

Chapter 37. Pernyataan rasa Saga.


Dimalam yang cerah, Saga melaju dengan kecepatan sedang sambil mendengarkan cerita dari Tanya tentang kesehariannya di sekolah.


Adapun Saga baru tahu bahwa Tanya saat ini sedang sendiri atau jomblo. Mantan pacarnya selingkuh dengan teman baiknya sendiri.


Tanya pun marah kepada temannya itu Namun hal itu membuat Tanya di jauhi oleh teman-teman sebelumnya dan lebih memilih wanita yang mengambil pacar nya Tanya.


Disitu juga Saga menghiburnya sambil mengemudi.


"Tenang saja, Tanya! Mati satu tumbuh seribu," ucap percaya diri Saga.


Ucapan itu membuat Tanya tertawa kecil dan memukul pelan bahu Saga, "Apa sih,Loe, basi tau gak?!"


Saga yang mendengar itu, dia juga tertawa kecil.


Tibalah mereka di Supermarket. Saga membawa trolly sedangkan Tanya membawa keranjang. Mereka pun belanja bersama-sama berbagai barang Saga masukan untuk kebutuhan bulanan nya.


Tanya tipe gadis periang dan bawel. Selalu saja ada cerita untuk menemani Saga bahkan saat berbelanja.


Hingga mereka pun tiba dikasir untuk melakukan pembayaran yang saat itu, Saga lah yang lebih dahulu melakukan pembayaran. Setelah selesai menghitung barang belanjaan nya. Saga mengambil keranjang yang dibawa Tanya. Lalu, menaruhnya di meja kasir yang membuat Tanya sedikit terkejut.


"Mbak, hitung yang ini juga!" ucap Saga kepada Kasir.


"Baik, Mas," jawab kasir yang langsung menghitung barang belanjaan Saga.


Tanya pun mencubit pelan Saga dan menanyakan nya pelan, "Mas Saga, ngapain bayar belanjaan Gue?!"


Saga melihat kearah Tanya dan memberikan senyuman lalu, menjawabnya.


"Ini bayaran sudah menemaniku untuk berbelanja," jawab Saga.


"Tunggu, Tapi, kan?!"


Saga tidak mendengar respon tanya, dia memasukan kembali belanjaan yang sudah dihitung serta ditaruh di tas belanjaan ke dalam trolly.

__ADS_1


Tanya pun masih mengoceh, "Yang minta belanja kan gue, kenapa loe yang terima kasih?"


Saga tidak menjawab, dia melihat Tanya dan mencubit hidung nya.


"Udah, yuk Pulang!" ucap Saga dan setelah mencubit hidung Tanya, Saga berjalan keluar.


"Apa sih, Mas?!" gumam Tanya yang mengusap-usap hidungnya. Lalu, dia menyusul langka Saga.


Seusai belanja, Saga dan Tanya pun berencana untuk pulang tapi, ditengah perjalanan perut Tanya berbunyi dan dia tersenyum malu.


"Kamu lapar?" tanya Saga sambil mengemudi dan melihat Tanya.


Tanya mengangguk kan kepalanya.


"Kamu mau makan apa?" sambung Saga.


"Gue mau nasi goreng aja di ujung komplek. Gak apa-apa kan?!" ucap Tanya dan dia melihat Saga dengan malu-malu.


"Yakin makan itu aja? gak mau ke restoran mana gitu?" tanya Saga.


"Oke lah," jawab Saga.


Lalu, Saga dan Tanya pun berhenti tepat di depan komplek rumahnya yang dimana ada banyak tenda makan yang buka malam hari.


Setelah itu, Saga memesan nasi goreng special dua dan mereka makan bersama didalam mobil. Sesudah makan, Saga dan Tanya masih bersantai di dalam mobil sambil menyeruput minum yang dipesan mereka.


Didalam keheningan, Tanya memulai pembicaraan.


"By the Way, terima kasih ya buat semuanya," ucap Tanya sambil melihat Saga.


"Sama-sama. Aku juga terima kasih sudah membantu hari ini," jawab Saga.


Mereka pun saling bertukar senyum.


Sesaat kemudian, Tanya menoleh kebelakang dan melihat buah ceri yang dibeli oleh Saga.

__ADS_1


Tanya pun tersenyum dan mengambil salah satu ceri lalu, mengembalikan posisi badannya ditempat duduk.


"Mas Saga, lu tahu kalau orang ciuman pake ceri terus batang bisa dibuat simpul katanya ciuman jago," ucap Tanya sambil melihat dan memutarkan buah ceri itu.


"Bagaimana kita tahu jago tidak nya?" jawab Saga.


Mendengar itu, Tanya melihat Saga, "Mau coba?"


Saga pun sedikit terkejut dan melihat Tanya hingga mereka pun saling menatap, "Kamu yakin?"


Tanya pun tersenyum lalu, memasukan ceri kedalam mulutnya dan batang ceri diarahkan diluar mulut serta Tanya menaikan satu alisnya.


Saga yang melihat itu, dia pun merespon baik dengan mendekatkan wajah nya kearah Tanya begitu juga Tanya hingga mereka pun saling berciuman dengan permainan lidah didalamnya untuk membuat simpul.


Setelah Saga merasa simpul dari batang ceri telah terbuat. Saga melepaskan ciumannya dan kembali ke posisi duduk yang semula lalu, mengeluarkan batang ceri dari mulut Saga yang sudah tersimpul.


Sedangkan, Tanya juga mengembalikan posisi badannya dan tertawa kecil.


"Wow, gila. Sumpah Jago banget ciuman Lo. Udah berapa cewe yang Lo cium, Mas?" komentar Tanya.


Saga hanya memberikan senyuman kecil.


"Gak juga," jawab datar Saga.


Setelah itu, Tanya dan Saga terdiam lalu, mereka saling menatap lagi satu sama lain.


Tatapan itu membuat jantung mereka berdebar hingga hanya saling memberikan senyuman dan Saga mengatakan sesuatu yang tidak disangka oleh Tanya.


"Tanya, Aku menyukaimu. Maukah kamu pacaran denganku?" tanya Saga.


Tanya tersenyum lebar lalu, dia mencium bibir Saga kembali namun tidaklah lama. Setelah mencium nya, Tanya mengalungkan tangan di leher Saga sehingga wajah Tanya sangat dekat dengan Saga.


"Gue, Bukan. Aku menyukai mu juga, Mas Saga. Jadi, aku pasti menerima nya!" ucap Tanya seraya senyum diwajahnya.


Saga pun tersenyum, "Terima kasih, Tanya," seusai mengatakan itu Saga mencium kening Tanya dan memeluknya.

__ADS_1


Meski tidak romantis seperti di novel atau di film. Namun pernyataan itu membuat Saga dan Tanya gembira.


__ADS_2