Ruang Kekayaan Milik Saga

Ruang Kekayaan Milik Saga
Chapter 23. Kepercayaan dan Chamber yang baru.


__ADS_3

Chapter 23. Kepercayaan dan Dungeon yang baru.


Hari Senin pun tiba, Saga kembali bekerja di Chamber atau dungeon. Sebenarnya Saga bingung dengan langkah-langkah selanjutnya karena pembuatan dungeon tidak seperti didalam game yang dimana adanya sebuah misi. Maka dari itu, Saga meminta pendapat dari gurunya, Aritoteles.


"Guru, jika ayah disini. Apa yang dilakukannya untuk mengembangkan Chamber ini?" tanya Saga yang duduk berhadapan dengan Aritoteles.


"Aku pernah bertanya seperti ini kepada ayahmu, Apa tujuan mu untuk membangun Chamber ini? untuk kekuasaan kah? kekuataan kah? kekayaan kah? atau untuk membantu sesama." Aritoteles yang awalnya duduk, dia berdiri lalu, berjalan pelan ke kiri dan ke kanan sambil menyambung penjelasan nya.


"Tentu saja, aku ingin membantu sesama. Tapi, aku harus mengunakan cara seperti apa?" tanya Saga yang masih bingung dengan penjelasan gurunya.


"Apa yang paling dibutuhkan makhluk hidup?" tanya Aritoteles yang menghentikan langkahnya dan melihat kearah Saga.


"Uang? Sumber daya?" jawab Saga.


Aritoteles tersenyum dan menggelengkan kepalanya, "Bukan. Tapi, kepercayaan."


"Kepercayaan?" balik tanya Saga.


"Iya. Jika kamu mendapatkan kepercayaan maka, ketiga G akan kamu dapatkan. Gold (emas/harta), Glory ( Kejayaan ) dan Gospel ( Ajaran ).


"Jadi, aku harus mendapatkan kepercayaan dari makhluk dunia lain ini?" tanya Saga.


"Itu tergantung keyakinanmu," jawab Aritoteles.


"Bagaimana jika kepercayaan itu dikhianati?" tanya Saga.


"Jika itu terjadi, introspeksi diri. Apakah kamu sudah melakukan yang terbaik bagi sang pengkhianat itu. Sebagai contoh, beberapa rakyat di sebuah kerajaan melakukan pemberontakan karena rakyat itu kelaparan dan mereka berkhianat kepada Raja karena mereka tidak diberikan makan atau pajak yang tinggi. Menurutmu, siapa yang salah sang rakyat ataukah raja?" ucap penjelasan Aritoteles.


"Raja kah?" jawab Saga.


"Bukan. Tapi, salah keduanya. Ini dikarenakan pasti ada seseorang yang telah mendalangi dan menghasut rakyat lalu, rakyat lebih percaya kepada penghasut tersebut," jawab Aritoteles.


"Jadi begitu, aku mengerti," jawab Saga.


"Lalu, apa keputusan mu, Saga?" tanya Aritoteles.


"Aku ingin membuat dungeon yang mampu mendapatkan banyak kepercayaan yaitu sebuah kota yang memiliki fasilitas yang lengkap meskipun di dunia lain sedang perang. Aku akan tetap menjadi pihak netral yang tidak memihak siapapun. Bagaimana, guru?" ucap Saga.


"Lakukan yang menurutmu baik, Saga!" ucap Aritoteles.


"Danna -sama, aku juga akan terus membantu anda apapun keputusan Anda," ucap Date Masamune.

__ADS_1


"Terima kasih, guru, master," jawab Saga.


Aritoteles dan Date pun tersenyum begitu juga Saga.


Setelah itu, Saga pun memulai project nya yaitu menyatukan semua lantai dalam satu lantai serta memperluas hingga 5 hektar luasnya pada pintu masuk. Saga menyuguhkan hutan belantara yang luas dengan penjagaan ketat yang bersembunyi dibalik pohon.


Lalu, Saga membuat penginapan klasik bergaya Eropa abad pertengahan. Setelah itu, Saga membuat pertokoan yang berisikan berbagai barang dan senjata. Meski itu tidak laku, Saga tidak mempermasalahkannya karena semua barang tercipta dari poin dungeon terikat.


Tiga hari pun berlalu sampai seorang petualang datang ke Chamber. Pada saat itu, Saga sedang belajar dengan Aritoteles.


"Lapor. Ada penyusup yang kuat datang ke dungeon!" suara peringatan dari Operator.


Saga yang mendengar itu sontak mengehentikan pelajarannya.


"Maaf, guru. Aku harus menunda sejenak," ucap Saga.


"Iya," jawab Aritoteles.


Lalu, Saga memerintahkan Operator untuk menampilkan layar udara pada lokasi proses pertarungan.


Empat layar udara 12 inci pun muncul dihadapan Saga yang dimana dirinya terkejut melihat semua unit penjaga sudah dikalahkan.


Date yang melihat itu, dia malah tersenyum senang.


"Baiklah, aku izinkan! Tapi, jangan membunuh sembarang sebelum tahu maksud dan tujuan petualang ini!" seru Saga.


"Baik!" jawab Date.


Sesaat kemudian, Date berlari dengan sangat cepat kearah petualang ditengah berlari, Date langsung mengayunkan katana nya dan mengerluarkan skill nya.


"Teknik naga pertama, Tebasan Naga!" ucap Date yang langsung mengeluarkan katananya.


Petualang itu pun menyadari gerakan Date dan mencoba menangkisnya namun petualang itu kalah kekuatan yang membuat nya terpental dan pedang yang digunakan petualang itu terbelah.


Saat petualang tergeletak di tanah, Date mengalungkan pedang ke leher petualang tersebut.


"Katakan kepadaku, apa tujuan mu datang ke sini?" tanya Date.


"Maaf atas kecerobohan ku masuk ke dungeon. Aku hanya diutus untuk memastikan apakah dungeon bini milik raja iblis atau bukan," ucap petualang sambil mengangkat kedua tangannya.


Saga yang mendengar itu, dia pun menyambung ucapan petualang itu sambil menghampiri petualang tersebut. Saga pun di dampingi oleh Aritoteles disamping Saga.

__ADS_1


"Jadi, apa penilaian mu?" ucap Saga.


Petualang itu menyadari sesuatu bahwa Saga Master dari dungeon.


"Maafkan kelancangan Saya," ucap petualang sambil berlutut dihadapan Saga.


"Aku ulangi pertanyaan, apa penilaian mu?" tanya Saga.


"Anda Dungeon yang baik dan bukan milik raja iblis," ucap petualang.


"Bagaimana kamu bisa tahu?" tanya Saga.


"Jika anda dungeon raja iblis maka nyawa saya akan melayang saat ini juga," jawab petualang.


Mendengar itu, Saga memberikan isyarat kepada Date untuk menyarung pedang nya. Date pun menuruti nya.


"Lalu, apa setelah mengetahui tentang dungeon ini?" tanya Saga.


"Saya akan kembali dan utusan akan datang kembali untuk melakukan negosiasi. Pesan ini, Saya sampaikan setelah mengetahui bahwa Dungeon ini aman untuk dimasuki," jawab petualang.


"Aku mengerti jadi sejenis survei kah," ucap Saga sambil melihat kearah Gurunya.


Aritoteles pun menganggukan kepala nya.


"Baiklah, kamu boleh pergi dan bawalah ini untuk bukti bahwa kamu telah terhubung pada dungeon master," ucap Saga sambil memberikan sebongkah kristal hitam bernama Mystril.


"Ini Mystril?!" ucap kaget petualangan.


"Iya, tidak hanya itu. Aku akan memberikan mu bekal untuk pulang dari sini," ucap Saga.


"Terima kasih, Master Dungeon," ucap petualang sambil tersujud.


Beberapa saat kemudian, petualang itu pun pergi meninggalkan dungeon.


"Guru, seperti nya permasalahan di dungeon akan segera dimulai," ucap Saga.


"Aku juga merasa begitu," jawab Aritoteles.


"Tenang saja, Danna -sama! siapapun lawannya aku pasti bisa menang," ucap percaya diri Date Masamune.


Saga pun tersenyum melihat Date, "Iya, aku mengandalkan mu, Master Date," ucap Saga.

__ADS_1


"Iya, serahkan kepadaku!" jawab Date.


Saga, Aritoteles, dan Date Masamune saling bertukar senyum.


__ADS_2