
Chapter 40. Ruang Rahasia Mirage Group.
Siang pun tiba, Saga dan lainnya kembali ke rumahnya masing-masing namun, Saga tidak langsung pulang. Dia mengantar pulang Tanya terlebih dahulu.
Dengan bergandengan tangan, Saga dan Tanya berjalan pelan sambil berbincang kecil. Inilah salah satu yang di suka Saga. Tanya sosok wanita yang banyak cerita. Apapun Tanya bisa ceritakan dan Saga senang mendengar semua ceritanya.
Beberapa saat kemudian, mereka pun sampai di rumah Tanya.
Tanya melangkah kedepan dan membalik badannya menghadap Saga namun tangannya masih bergandengan.
"Yaa, kita sudah sampai," ucap Tanya sambil cemberut manja.
"Iya, begitulah," jawab Saga seraya senyum kepada Tanya.
"Padahal aku masih pengen jalan bareng," ucap manja Tanya sambil menggoyangkan badannya seperti anak kecil yang meminta es krim.
Saga tertawa kecil dan mengelus-elus kepala Tanya dengan tangan kirinya. "Nanti sore. Mas, lagi ada urusan dulu," jawab Saga.
"Iya, Beb. Aku mengerti," ucap Tanya sambil tersenyum lebar tanpa gigi terlihat serta kedua matanya tertutup.
Saga pun terpesona dengan keimutan dari Tanya. Lalu, Saga maju mendekat kan jarak terhadap Tanya setelah itu, Saga mengencup dahi Tanya. Hingga Tanya yang lagi tertutup matanya sontak membukanya dan tersenyum senang hingga membuat wajah Tanya memerah.
Sesudah itu, Saga melepaskan gandengan dan memegang kedua bahu Tanya.
"Sekarang, kamu masuk dan mandi! badanmu sudah bau keringat!" ucap Saga diakhiri dengan tawa kecil.
"Apa sih, Mas?! gak lucu," ucap ngambek sengaja sambil tersenyum dan memukul pelan badan Saga.
Sesaat kemudian, Tanya berjalan mundur sambil melihat Saga.
"Jangan lupa chat ya!" seru Tanya yang terus berjalan mundur.
__ADS_1
Saga menganggukan kepala nya. Lalu, Saga terus memperhatikan Tanya sampai benar-benar masuk rumah. Setelah itu, Saga barulah meninggalkan rumah Tanya.
Setibanya didalam, Tanya dipergoki oleh Ibunya yang sedang berdiri didekat pintu masuk. Tanya pun sontak terkejut melihatnya.
"Ma, Kenapa ada disini?" ucap Tanya.
Ibunya Tanya menatap tajam Tanya, "Tanya, kamu pacaran ya sama Saga?"
Tanya tersenyum tanpa terlihat gigi serta menganggukan kepalanya.
"Sejak kapan?" tanya Ibunya Tanya.
"3 hari yang lalu, sewaktu ibu menyuruh ku belanja dan di antar pulang sama mas Saga," jawab Tanya.
Ibunya pun tersenyum, "Akhirnya, kamu bisa lepas dari mantan mu yang preman itu! Ibu kenal Saga, dia orang yang baik jadi kamu jangan pengaruhi dia ya!" seru Ibunya Tanya.
Awalnya Tanya berpikir ibunya tidak menyetujuinya namun pemikiran itu salah. Tanya pun sontak memeluk ibunya itu, "Iya, Ma. Aku kan orang baik-baik," jawab Tanya.
Disisi lain, Saga yang baru pulang berolahraga. Dia bergegas mandi dan berpakaian rapih setelah itu, pergi dengan mengunakan mobil Lexus nya.
Tibalah Saga di apartemen matahari dan langsung pergi ke ruang rahasia di apartemen tersebut. Setibanya disana sudah ada Rizal, Dina dan kedua orang lainnya.
Saat Saga datang mereka memberikan hormat kepada Saga dan Rizal menghampiri Saga Lalu, melaporkan segala informasi yang ada dihadapan Saga.
Ruangan itu merupakan ruang rahasia milik dari Mirage Group yang dimana terdapat 300 kg emas Antam, empat Milliar USD dan satu Hard disk
Menurut Rizal sendiri yang paling diincar oleh Mirage Group ialah Hard disk itu karena berisikan data-data menyuapan kepada para pejabat yang terkait berikut skandal-skandal yang hilang di media seperti video porno, pelecehan seksual dan pengunaan obat yang semua dilakukan oleh Kim Nino beserta Ayahnya.
Mendengarkan itu Saga tersenyum lebar. Saga merasa beruntung dan berpikir ini merupakan kesempatan yang tidak boleh di sia-sia kan.
"Mari kita mulai permainan nya!" seru Saga.
__ADS_1
"Baik!" jawab serempak.
Beberapa saat kemudian, Dina melacak nomor ayahnya Kim Nino, Kim Alex. Setelah, Dina mendapatkan nomor itu, Saga pun langsung menelepon Kim Alex.
"Halo, Pak Kim Alex," sapa Saga dengan bahasa Inggris.
Kim Alex terkejut dengan suara asing yang meneleponnya. Dia pun melihat sejenak layar ponsel namun tidak ada nomor pada layar itu. Lalu, Kim Alex kembali menaruh nya di telinga.
"Ini siapa?" jawab Kim Alex yang mengunakan bahasa Inggris.
"Saga Indraguna," jawab Saga.
"Apa? Bagaimana kamu bisa menelepon ku?!" ucap Kim Alex yang mulai panik.
"Itu tidak penting. Saya telah menemukan sesuatu yang sangat berharga didalam apartemen ini. Mungkin, sebuah Hard Disk," jawab Saga.
"Apa mau mu? katakan berapa yang kamu inginkan?" sambung Alex Kim.
"Bagaimana kalau kita melakukan negosiasi? Tertarik?" ucap Saga.
"Baiklah, sebutkan tempat dan waktunya!" ucap Alex Kim.
Saga pun menyebutkan tempat dan waktu nya yang dimana Saga merencanakan Minggu besok malam di semenanjung pelabuhan Jakarta. Alex Kim pun menyetujuinya.
Komunikasi pun usai.
Sesaat itu juga, Alex Kim memerintahkan Seketaris nya untuk mekanik melakukan perbaikan malam itu. Tanpa ada keluhan, Seketaris itu pun pergi meninggalkan ruangan.
Sedangkan, Saga mengambil nafas panjang setelah menelepon Alex Kim. Rizal yang berada disamping Saga memegang bahunya.
"Aga, lakukan yang terbaik!" ucap Rizal.
__ADS_1
Saga pun menganggukan kepala, "Terimakasih, Riz," jawab Saga.