
Chapter 45. Menjemput Rachel.
Bandara Internasional Soeharto-hatta, Indonesia. Terlihat wanita cantik, tinggi dengan mengunakan kaca mata hitam disertai dengan pakaian blazer hitam bermerek. Telinga dan lehernya dihiasi oleh berlian yang mengkilap.
Wanita itu tidak lain tidak bukan, Rachel Prima. Sebenarnya, Ayah dan ibunya ingin Rachel dikawal oleh bodyguard khusus Prima Group Namun, Rachel menolaknya. Dia memilih untuk dijemput oleh Saga.
Setibanya diluar bandara, Rachel menghentikan langkahnya dan membukanya kacamata hitamnya. Dia melihat sekitarnya untuk mencari keberadaan Saga namun, dia tidak menemukan nya.
Tidak lama kemudian, Kim Nino menghampiri Rachel.
"Hei, Rachel. Apa kabar? mau gua anter?" sapa Kim Nino.
Rachel pun melihat kearah Kim Nino dengan tatapan tajam, "Ngapain Lo disini?!" jawab cules Rachel.
"Gue sengaja kesini buat jemput loe, Rachel," bujuk Kim Nino yang tersenyum paksa.
"Idih, sorry. Gue udah ada yang ******! Jadi, gak usah repot-repot," balas jutek Rachel.
"Maksud loe itu, pacar boongan loe itu yang ngambil uang bokap gue, itu!" ucap remeh Kim Nino.
"Bukan urusan gue kali," jawab Rachel yang semakin jutek.
Melihat sikap Rachel, Kim Nino pun semakin kesal dan dia menunjukkan jari kearah.
"Asal loe tahu ya! Gue lebih kaya dan lebih pantas buat jadi pacar dan suami Loe," ucap kesal Kim Nino.
"Idih, PD banget loe. Ga bakal gue jadi pacar loe lagi. Njis Gue!" umpat Rachel.
Kim Nino semakin kesal namun, dia masih menahan nya. Demi untuk orang yang disukainya.
"Loe bakalan nyesel. Di Indonesia ini cuman gue yang mengendarai mobil Ferrari LaFerrari Aperta ini. Lagian juga pria sampah itu sudah tidak ada di dunia ini lagi!" ucap bangga Kim Nino.
Rachel yang mendengar itu, dia terkejut. "What?! apa maksud Loe? Jangan-jangan Loe yang-"
Sebelum Rachel menyelesaikan ucapannya, suara Saga memotongnya.
__ADS_1
"Kata siapa aku berada di dunia lain?" ucap Saga.
Rachel yang mendengar itu sontak melihat kerarah samping yang dimana Saga sedanf berdiri tegak dengan kedua tangannya yang dimasukan kedalam saku celananya. Saga saat itu juga mengenakan jas mewah dan penampilan nya sangat menawan.
Rachel yang melihat itu tersenyum bahagia dan langsung meninggalkan Kim Nino dan berjalan menghampiri Saga.
Saat sudah dekat, Rachel pun mencium pipi kiri dan kanan Saga serta memeluknya sebentar sampai Rachel melepaskan setengah pelukannya dan memegang kedua bahu Saga dengan tatapan Rachel yang sangat dekat.
"Kamu baru datang! Aku tunggu dari tadi," ucap pelan Rachel.
"Maaf, jalanan macet," jawab Saga.
Sedangkan, Kim Nino terkejut bukan main yang dimana dia baru mengetahui bahwa rencana untuk membunuh Saga gagal.
"Kenapa Loe ada disini?" tanya kaget Kim Nino.
Mendengar itu, Rachel melepas pelukan seutuhnya Lalu, berdiri disamping Saga sambil menatap dan tersenyum remeh kepada Kim Nino.
"Saya disini tentu untuk menjemput pacar ku yang cantik," ucap Saga sambil menatap Rachel dengan senyuman.
Tentu saja Kim Nino yang melihat pemandangan itu menjadi lebih kesal dibandingkan sebelumnya.
"Dasar NJing!" umpat kesal Kim Nino.
"Oiya, satu lagi. Emang Saya tidak memiliki Ferrari LaFerrari Aperta tapi, Aku memiliki ini," Saga pun memamerkan mobil yang dibawanya.
Rachel yang melihat mobil yang dibawa Saga membuatnya tersenyum lebar dan menaikan satu alis nya.
Bagaimana tidak?
Saga membawa mobil Rimac C Two yang memiliki harga 2,4 juta USD sedangkan mobil Ferrari LaFerrari Aperta yang dipakai Kim Nino untuk tahun itu hanya memiliki nilai 1 juta USD.
Mobil itu didapatkan dari Rizal yang sengaja dibeli untuk Saga mendekati Rachel. Menurut Rizal mobil itu hanya ada satu orang yang memiliki nya di Indonesia yaitu Saga sendiri.
"Bjingan!" gumam Kim Nino.
__ADS_1
Rachel pun tersenyum senang, " Yuk, Sayang. Kita pulang jangan ladenin orang gila itu!" sindir Rachel.
"Tuan Muda Kim, Saya pamit dahulu," ucap Saga sambil mengangguk kan kepalanya.
Saga pun membuka pintu dari kunci mobil dan pintu itu terbuka secara vertikal lalu, mereka pun masuk, menutup pintu dan meninggalkan Kim Nino di bandara.
Ditengah perjalanan, Saga dan Rachel tertawa senang saat membicarakan ekspresi Kim Nino.
"Lihat ekspresi dia, sumpah freak banget," ucap senang Rachel.
"Apa sifat dia seperti itu ya?" tanya Saga.
"Iya, begitulah Kim Nino. Aku sempet nyesel pernah pacaran sama dia. Ya, walau cuman tiga bulan penyesalan nya sampai sekarang," jawab Rachel.
"Oh, begitu," jawab santai Saga.
"By the way, Thanks ya udah mau jemput dan udah mau jadi pacar pura-pura ku lagi," ucap Rachel sambil menatap Saga.
"Sama-sama, Aku juga lagi ada sedikit waktu luang," jawab Saga yang sepintas melihat Rachel namun, tidak lama Saga melihat kedepan lagi.
Sedangkan, Rachel terus menatap Saga. Hal itu tentu membuat Saga sedikit terganggu.
"Rachel, ada apa?" tanya Saga yang sepintas melihat Rachel
"Saga dari yang kulihat kamu semakin tampan saja dan aku juga mobilmu ini," ucap Rachel yang masih terus menatap Saga.
"Oiya, kamu juga semakin cantik," ucap Saga yang menatap Rachel.
Saga dan Rachel pun terus saling menatap dan tersenyum meskipun Saga masih dalam kondisi mengemudi bahkan Saga mempercepat laju mobilnya.
Sampai akhirnya, Saga menghentikan laju mobilnya di lampu merah.
Sesaat kemudian, Saga dan Rachel pun saling tertawa kecil melihat cara mengemudi Saga yang gila.
Perjalanan Saga dan Rachel pun masih berlanjut.
__ADS_1