Ruang Kekayaan Milik Saga

Ruang Kekayaan Milik Saga
Chapter 43. Money power in Black


__ADS_3

Chapter 43. Money power in Black.


Pagi menjelang, Tanya yang sedang tidur berlahan membuka matanya. Namun, dia tidak segera bangun melainkan masih terpikir tentang sikapnya kepada Saga. Hal itu membuat hati gundah.


Tanya pun berpikir ulang, Kenapa dia bersikap kekanak-kanakan seperti itu yang mungkin bisa Saga meninggalkan dia.


Tanya mengayunkan kakinya seperti berlari diatas kasur sambil duduk diatas kasur, "Aaaaa, Siaall!" ucap kesal Tanya terhadap dirinya sendiri.


Disaat pikiran sudah tenang, Tanya memutuskan untuk membuatkan sarapan untuk Saga sebagai tanda permintaan maaf nya.


Tanpa mandi dan berganti baju, Tanya bergegas ke dapur dan membuat sarapan sendiri. Hal itu tentu mengejutkan Ibu dan kakaknya.


"Di kerasukan apa sampai membuat sarapan pagi-pagi gini," ledek Aziz.


"Kerasukan Dewi cinta. Biarin aja ziz, mama senang melihatnya," ucap Bu Lani.


Beberapa saat kemudian, Tanya selesai membuat sarapan lalu, dia bergegas mandi dan berganti pakaian.


Untuk Minggu pagi ini, Tanya tidak pergi olahraga. Dia lebih memilih untuk menyelesaikan permasalahannya dengan Saga.


Sesudah mandi, Tanya langsung pergi dengan membawa bekal buatan nya melewati keluarganya yang sedang sarapan bersama.


Melihat sikap Tanya, Ibu Lani meneriaki nya.


"Tanya, kamu tidak sarapan dulu!"


"Gak usah, Ma," jawab teriak Tanya yang bergegas keluar rumah.


Tanya pun berjalan pergi menuju rumah Saga. Dia beberapa kali mengambil nafas panjang untuk menenangkan ketegangan serta jantung yang berdetak begitu kencang.


Setibanya disana, Tanya melihat ada mobil mewah dan mobil box yang sedang parkir serta beberapa orang yang keluar masuk rumah Saga. Hal itu tentu membuat Tanya khawatir dan mempercepat langkahnya.

__ADS_1


Tibalah Tanya di rumah Saga yang dimana saat itu pagar terbuka yang membuat Tanya berlari kedalam dengan ekspresi penuh kekhawatiran.


"Mas Saga, Apa yang terjadi?! Kamu baik-baik saja?" ucap panik Tanya.


Setibanya didalam, Tanya terdiam yang dimana dia melihat tiga pria tampan berdiri menatap Tanya.


"OOO ... ada gadis cantik, siapa ini?" tanya Rizal yang menghampiri Tanya.


Tanya menundukkan kepala untuk menutup wajah malunya.


"Riz, dia Tanya pacar ku," jawab Saga sambil menghampiri Tanya dan dia memegang bahunya serta melihat wajah yang ditundukkan nya. "Selama Pagi, kesayangan ku Tanya. Tumben pagi-pagi sudah datang. Ada apa?" tanya Saga.


Saat Tanya yang berbicara, Tanya menaikan kepalanya dan menatap Saga dari dekat.


"Aku membuat sarapan untuk kamu," ucap pelan Tanya sambil menunjukan kotak bekal yang dibawanya dan tersenyum kepada Saga.


"Terimakasih. Kamu tahu banget kalau aku belum sarapan," jawab Saga sambil memberikan senyuman kepada Tanya dan Tanya juga tersenyum menatap Saga.


"Ayo kita keluar sebentar!" seru Saga.


Tanya hanya tersenyum dan memasrahkan diri nya kepada Saga untuk dibawa.


"Riz, Ray, aku serahkan ini kepada kalian!" seru Saga yang berhenti sejenak.


"Baik," jawab Raya.


"Serahkan kepadaku dan selamat bersenang-senang!" jawab Rizal.


Saga hanya memberikan senyuman lebar kepada mereka berdua. Lalu, melanjutkan langkahnya keluar sambil bergandengan tangan Tanya.


Tanya tersenyum serta menganggukan kepala untuk berpamitan dengan kedua sahabatnya Saga.

__ADS_1


Lalu, Saga dan Tanya pergi meninggalkan rumahnya ke taman olahraga yang biasa dikunjungi oleh mereka berdua diakhir pekan tapi saat ini, mereka tidaklah untuk berolahraga melainkan untuk menyantap sarapan buatan Tanya.


Saga pun menikmati sarapan buatan Tanya. Sedangkan, Tanya yang duduk disamping Saga terus menatap pacarnya dengan penuh senyuman.


"Bagaimana masakan buatanku?" ucap Tanya.


"Enak banget. Calon istri ku memang berbakat masak!" jawab Saga sambil mengelus-elus kepala Tanya.


Tanya terdiam, jantung nya berdebar kencang serta wajahnya memerah. "Calon istri?" gumam pelan Tanya.


Meski Saga mendengar gumaman Tanya, dia berpura pura tidak mendengar nya.


"Tanya, kamu sudah sarapan?" tanya Saga.


"Belum, aku buru-buru ke rumah Mas buat memberikan bekal ini," ucap Tanya.


"Oh, begitu. Bagaimana kalau kamu ikut sarapan?" ucap Saga. Lalu, Saga memberikan satu sendok makanannya untuk menyuapi Tanya.


Tanya tersenyum dan membuka mulutnya lalu, menerima suapan dari Saga.


Saga dan Tanya pun makan bekal bersama. Ditengah makan, Tanya bertanya penyebab kerusakan rumah Saga yang dilihatnya.


Saga pun tidak bisa menceritakan sejujurnya. Saga mengatakan bahwa dirinya ingin ganti beberapa perabot yang sudah rusak.


Sebenarnya, seusai pertarungan Saga dan Raya. Saga mengunakan jasa mekanik untuk membersihkan rumahnya dan menganti semua perabot dengan fasilitas cleaner.


Awalnya juga Saga ingin mendaftarkan diri di organisasi Hitam itu namun, Host mengatakan bahwa Saga telah terdaftar bahkan di member Gold.


Saat mengetahui itu, Saga sedikit terkejut namun setelah berpikir dan menganalisa, Saga mengambil kesimpulan bahwa Organisasi Mekanik telah mengenal ayah atau ibunya yang mungkin mereka pernah mengunakan jasa mekanik.


Sejak itu, Saga berpikir bahwa dia bisa melakukan apapun bahkan membunuh orang yang tidak disukainya memakai jasa mekanik. Namun, Saga tidak akan mungkin melakukan hal sekeji itu.

__ADS_1


__ADS_2