
Chapter 56. Keributan di Panti Asuhan Mentari.
Saga dan lainnya telah tiba di panti asuhan Mentari namun, kehadiran mereka disambut keributan warga.
Melihat hal itu, Saga tidak tinggal diam begitu juga Rizal maks dari itu, Saga meminta satu perwakilan untuk bicara dan mendistribusikan secara baik-baik.
Para warga pun mempercayakan kepada ketua RT.
Dan, diskusi pun terjadi di ruang tamu panti.
Dalam sudut pandang warga, salah satu anak panti telah melakukan pencurian baik itu makanan, sepatu, pakaian yang dijemur. Selain itu juga, peliharaan panti yaitu @njing dan kucing berkeliaran di rumah warga serta membuang air di rumah mereka.
Sedangkan, sudut pandang Bu Rosa. Anak-anak panti tidak mungkin melakukan pencurian dan Bu Rosa percaya kepada pengakuan anak-anak panti dan tentang peliharaan hewan.
Memang keadaan, panti kurang lahan sehingga untuk peliharaan kurang terjaga.
Saga pun mengingat saat dirinya masih kecil yang dimana Saga harus berkali-kali membersihkan kotoran hewan di rumah tetangga. Tidak hanya itu saja, Saga sendiri sering tidak dihargai dan disepelekan di masyarakat sekitar itu karena dirinya anak yatim piatu yang tidak pernah mendapatkan pendidikan dari ayah dan ibunya.
Tapi, saat semua warga menjadi segan terhadap Saga yang dimana beberapa orang yang menghina Saga juga hadir di rumah panti.
Melihat keadaan itu, Saga menjadi teringat akan pelajaran dari guru Aritoteles.
Biarlah harta yang bicara.
Itulah pemikiran manusia umum dari zaman ke zaman.
Maka dari itu, Saga pun membuat penyelesaian dengan uang.
"Berapa kerugian kalian dalam pencurian? Saya yang akan bayar!" tanya Saga.
Semua warga membuka lebar matanya dan saling menatap satu sama lain.
"Biar kami diskusikan!" ucap pak RT.
__ADS_1
"Silahkan!" jawab Saga.
Pak RT pun berdiskusi dengan warga yang lain.
Bu Rosa yang duduk dekat membujuk Saga.
"Nak Saga, tidak perlu melakukan seperti itu. Ibu bisa membayar ganti ruginya!"
Saga tersenyum dan memegang kedua tangan Bu Rosa.
"Bu, simpan saja tabungan ibu untuk anak-anak! ibu masih banyak kebutuhan," jawab Saga disertai senyuman.
Ibu Rosa pun tersenyum dan menitihkan air mata.
"Kamu sudah dewasa, Nak Saga!" Bu Rosa juga melihat Rizal, "Kamu juga, Rizal!"
Rizal tersenyum bangga.
"Raya, kamu terlihat tampan!" ucap Bu Rosa sambil melihat Raya.
Sesaat kemudian, Pak RT datang kembali dengan membawa kertas berisikan hitungan warga. Lalu, Rizal mengambil kertas itu dsn terkejut melihat nominal yang tertulis.
"Apa? 5 milliar rupiah? apa kalian sudah gila? ataukah rumah kalian kebakaran, Huh! ini pemerasan namanya!" ucap kesal Rizal sambil semua warga.
Pak RT dan warga lainnya menundukkan kepala dan terdiam.
Saga yang mendengar itu, dia memegang bahu Rizal dan memberikan kode anggukan kepala.
Rizal yang mengerti isyarat itu jadi terdiam dan menghela nafas panjang seraya menahan rasa kekesalannya.
Sesudah itu, Saga menyambung pembicaraan.
"Baiklah, sebagai permintaan maaf kami. Aku membayar angka itu namun, aku memiliki persyaratan!" jawab Saga.
__ADS_1
"Persyaratan apa?" tanya pak RT.
"Jika kalian mengusik panti asuhan ini maka aku akan mengambil tindakan untuk mengalih alih tanah perumahan ini dan mengusir kalian dari wilayah sini dengan kompensasi dibawah rata-rata! Apa kalian bersedia?!" ucap Saga dengan tatapan tajam.
Mendengar itu, semua warga menjadi panik dan takut bahwasannya mereka tidak mau meninggalkan tanah lahir mereka di wilayah itu.
Lalu, Pak RT pun memutuskan untuk tidak mau melakukan persyaratan itu dan merubah uang kompensasi nya menjadi 10 juta.
Saga pun tidak keberatan dengan angka itu dan memberikannya dengan sukarela yang membuat para warga pergi.
Sesaat kemudian, anak-anak yang awalnya bersembunyi keluar dari ruangan dan menghampiri Saga.
"Kakkk Saga!" ucap serempak anak-anak sambil memeluk Saga.
Saga pun menerima pelukan mereka.
Ditengah memeluk anak-anak panti, Saga melihat kearah Tanya yang tersenyum senang melihat sikap Saga tersebut.
Saga pun juga membalasnya dengan senyuman.
Ditempat berbeda, Rachel yang sedang duduk santai dengan iPad nya. Dia lagi-lagi melihat video Saga bersama dengan Tanya.
Hal tentu membuat hati Rachel terluka yang dimana mereka berada di malang dan Saga sendiri tidak memberitahu kepergiannya kepada Rachel.
Mata Rachel pun mengerut dan jari-jemarinya gemetar.
"Aku pasti bisa mendapat hati nya," gumam Rachel sambil melihat video Saga.
Sesaat kemudian, Rachel pun menelepon seseorang.
"Dad, saya ingin perayaan ulang tahun di Tokyo, Jepang?!" ucap Rachel.
__ADS_1
Tidak lama, Rachel pun menutup teleponnya sambil tersenyum.