
Chapter 65. Kedatangan Raja Alexander Grindwald.
Kemarin merupakan malam yang cukup special untuk Saga. Dimana Rachel telah menyatakan perasaan nya kepada Saga untuk menjadi pacar secara resmi meski Rachel tahu. Dirinya pacar kedua untuk Saga.
Namun, Rachel mengikuti prinsip dari Tanya. Yang hanya ingin selalu ingin disamping Saga menemaninya hingga akhir hayat.
Keesokan paginya, Saga pun bangun telat dan secara terburu-buru untuk membersihkan diri, sarapan dan lain-lainnya. Lalu, bergegas pergi ke Chamber.
Sebenarnya bisa saja Saga bersantai meskipun masuk Chamber telat. Namun, Raya mengabarkan ada sekelompok pasukan besar datang ke Chamber.
Maka dari itu, Saga, Raya dan bebebrapa pahlawan menghampiri kelompok itu yang sudah terkepung kelompok boneka sihir yang dipimpin oleh Date Masamune.
Saga pun memberikan instruksi untuk menurunkan senjata mereka. Date dan para unit pun mematuhi nya.
Saat disana, Saga pun menyambut mereka.
"Salam kenal, Aku Saga pemilik dari Dungeon ini. Ada yang bisa aku bantu?" ucap Saga.
Saat Saga memperkenalkan dirinya. Seorang pria berjanggut dengan armor emas dan makhota kecil diatas kepala nya, turun dari kudanya.
"Salam kenal, Master Saga. Aku Alexander Grindwald, Raja dari kerajaan Grindwald menghadap Anda," ucap Alexander Grindwald.
Saga yang mendengar itu, dia sedikit terkejut.
"Mungkin kah anda?" gumam Saga.
__ADS_1
Disaat yang bersamaan, Saga mendengar teriakan dari Agitta.
"Ayahandaaa!" teriak Agitta dari belakang kerumunan.
Saga pun menoleh kebelakang dan terlihat lah Agitta yang sedang berlari menghampiri Alexander dengan ekspresi khawatir.
Alexander pun juga membuka matanya dan pandangan melihat kearah Agitta.
"Agitta!" ucap Alexander dengan wajah yang senang.
Saga dan unitnya pun memberikan jalan dan Agitta sontak memeluk Alexander. Temu haru pun mereka rasa disertai dengan tetesan air mata di wajah mereka tapi, mereka tidaklah menangis atau bersedih melainkan terharu satu sama lain.
Saga yang mengetahui itu, dia pun mempersilakan Raja Alexander ke gedung pertemuan.
Barulah disana, Raja Alexander menceritakan jalan perang antar kerajaannya dengan Kerajaan Baharuth.
Maka dari itu, Raja Alexander dan pasukannya lebih memilih untuk mundur kembali ke kerajaan namun, tidak sampai tiga hari pasukan Baharuth datang dan menginvasi kerajaan Grindwald.
Sehingga membuat raja Alexander terpojok dan memutuskan untuk ke dungeon yang baru yang dimana tempat putri nya tinggal.
"... Itulah kenapa aku ada disini?" sesudah cerita, Raja Alexander beranjak dari kursi dan berlutut dihadapan Saga.
Saga yang melihat itu sontak terkejut dan beranjak juga dari kursi untuk menghampiri raja Alexander, "Raja, apa yang sedang anda lakukan? berdiri lah!" ucap Saga yang memegang bahu Raja.
"Maaf! Aku melakukan ini untuk meminta bantuan Anda untuk menyelamatkan kerajaan ku! Aku mohon!" ucap Raja Alexander yang bersikeras untuk berlutut dan memohon.
__ADS_1
Agitta yang melihat ayahnya itu, dia pun juga berlutut.
"Tuan Saga, aku mohon," ucap Agitta yang memperkuat permohonan ayahnya.
Saga pun menghela nafas panjang.
"Putri Agitta, seperti yang aku katakan sebelumnya bahwa Chamber bukan dungeon untuk kekuatan dan kekuasaan melainkan untuk perdagangan dan diplomatik!" ucap Saga dengan nada yang sedikit keras.
"Aku tahu ... tapi ..." ucap Agitta yang terbata-bata sambil menitihkan air mata ke lantai.
"Raja Grindwald, aku tidak bisa melanggar prinsip ku sendiri namun, aku bisa membantu anda dengan tinggal disini dan buatlah Grindwald yang baru di Chamber dengan begitu, aku akan melindungi anda dan seluruh rakyat Grindwald beserta prajuritmu disini di Chamber ini!" seru keras Saga.
Mendengar itu, Raja Alexander membuka matanya dan terlihat senang.
"Benarkah?!"
"Tapi, ada syaratnya. Jika ada yang mengusik kedamaian Chamber maka hukumnya, Mati!" seru Saga.
"Baik, tuan Saga tapi, izinkan aku dan prajurit memulihkan diri dan berlatih di Chamber!" ucap Raja Alexander.
"Aku izinkan dan lebih dari itu, aku akan memberikan fasilitas berlatih nya," jawab Saga.
Agitta dan Raja Alexander saling bertukar senyum. Lalu, tidak lama mengembalikan pandangan kearah Saga.
"Terimakasih, tuan Saga," ucap serempak Agitta dan ayahnya, Raja Alexander.
__ADS_1
Sejak saat itu, Raja Alexander bersama beberapa menteri, pasukan dan rakyat Grindwald tinggal di Chamber sekitar 30.000 jiwa.