Ruang Kekayaan Milik Saga

Ruang Kekayaan Milik Saga
Chapter 24. Kerja Sama


__ADS_3

Chapter 24. Kerja Sama.


Tanpa terasa weekend pun datang kembali. Sebelum Saga meninggalkan Chamber, dia melihat saldo poin tidak terikat yang ternyata telah bertambah 1.550 poin jadi saldo bertotal 9.515 poin.


Melihat jumlah yang cukup banyak Saga memutuskan untuk menukarnya. Maka Saga menukar 2.000 poin maka, Saga mendapatkan 1 milliar rupiah di rekening miliknya. Tidak hanya itu, Saga mendapatkan cashback hingga Saga mendapatkan 1,5 milliar rupiah.


Jadi Saldo rekening bank nya saat ini berjumlah 1.612.000.000 rupiah dan saldo tidak terikat menjadi 7.515 poin. Sedangkan, pengunaan poin terikat Saga tidak pernah menghitungnya lagi karena setiap pengunaannya poin akan bertambah 50 persen. Sistem Cashback memang luar biasa. Itulah pemikiran Saga.


Awalnya, Saga ragu dan takut untuk meyimpan uang gemuk di rekening banknya namun, Rizal memberi tahu bahwa maksimal saldo orang umum sebesar 10 Milliar jika lebih dari itu, pihak berwajib akan memeriksa dan akan dituduh sebagai dana pencucian uang.


Memahami hal itu, Saga pun memberanikan diri untuk menambah saldo Bank nya.


Selain pengaturan keuangan, Saga juga mengambil dokumen rumah yang ditempatinya saat ini dan meminta tolong Rizal untuk pengalihan nama.


Sinar matahari di Sabtu pun tiba, Saga bangun dan membasuh diri lalu, dia membuat sarapan dan menyantapnya sambil membuka Ipad Pro yang sebelumnya di beli secara online seharga 16 jt dengan pengiriman instan.


Saat sarapan Saga sambil membuka berita, ini merupakan kebiasaan dirinya setiap pagi. Ditengah membaca, ada satu berita yang menarik perhatian yang dimana Rizal sedang melakukan sidang untuk mempertahankan hak milik tanah apartemen di barat kota.


Meski, kasusnya yang membuatnya heboh. Para penghuni disana menolak untuk relokasi tempat tinggal karena biaya kompensasi yang kecil dari pihak lawannya Rizal yaitu Mirage Group.


Keluarga dari Mirage Group ialah keluarga yang menyerang Saga sewaktu mengantar Rachel. Dari informasi Rachel, pemuda itu bernama Kim Nino, keturunan Korea-Indonesia.


Melihat itu, Saga pun tersenyum senang karena dalam benaknya ini merupakan kesempatan untuk naik panggung di dunia bisnis.


"Kesempatan yang tidak boleh kulewatkan," gumam Saga.


...$$...


Ditempat yang berbeda, Rizal baru menyelesaikan sidangnya. Dia sedang merapihkan segala berkas dimeja nya.


Para tamu sidang dan hakim sudah meninggalkan podium sidang sedangkan pengacara lawan menghampiri Rizal. Dia pengacara Situmorang yang terkenal dan pengacara dengan harga yang tinggi.


"So, jadi bagaimana? kamu menyesal?" ucap pengacara Situmorang.


"Ha .. ha ... ha, sidang belum selesai, bro," jawab Rizal yang tertawa dibuat-buat.

__ADS_1


"Iya, ya. Keluarga Candrawinata memang tidak pernah menyerah dalam masalah hukum sampai Jaksa Cahya Candrawinata jatuh pingsan selama bertahun-tahun," ucap ledek Situmorang.


Saat Rizal mendengar itu, dia menahan rasa marahnya namun, dia harus bersikap tenang dan profesional.


Rizal pun telah usai merapihkan barang dan beranjak dari kursinya sambil membalas ucapan pengacara Situmorang.


"Itulah keluarga kami," jawab Rizal.


Lalu, Rizal pun meninggalkan ruang pengadilan. Sesaat di luar, Rizal melampiaskan kekesalannya dengan menendang kaleng dan sampah di jalan.


"Njir, emang dia pikir siapa dirinya? beraninya menghina ayah?! bgst!" seru kekesalan Rizal.


Sesudah terlampiaskan, Rizal duduk di tepi jalan sambil menyalakan rokok dan menenangkan pikirannya.


Tidak lama kemudian, Saga memanggilnya.


"Yo, Riz!" sapa Saga.


Rizal yang mendengar itu, dia menoleh kesamping yang dimana Saga sedang melemparkan minuman kaleng kepada dirinya sontak dia terkejut dan menangkap minuman kaleng tersebut.


"Ayo, kita jalan-jalan! Daripada ngedumel sendirian," ajak Saga.


"Hihihi, Ayo! Saya juga bete," jawab Rizal.


Lalu, Saga dan Rizal pun pergi ke taman nasional Monas yang dimana banyak orang yang sedang lari pagi dan berreaksi disana.


Sedangkan, Saga dan Rizal sedang bersandar di sisi samping mobil Saga dengan minuman kaleng ditangannya serta makanan kecil yang ditaruh diatas mobil.


Saat hendak merokok lagi, Rizal menawarkan rokoknya kepada Saga, "Aga, Mau?" tanya Rizal.


"Aku tidak merokok," jawab Saga.


"Oh begitu. Kamu memang masih sama seperti yang dulu," respon Rizal yang menarik menawarannya dan mengambil satu untuk dia hisap.


Saga hanya memberikan senyuman mendengar komentar dari Rizal.

__ADS_1


"Ngomong-ngomong, bagaimana perkembangan mu dengan Rachel? Lancar?" tanya Rizal.


"Sejauh ini lancar saja, Minggu kemarin aku jalan sama dia dan perkembangan nya bagus," jawab Saga.


"Lalu, apa rencanamu berikutnya?" tanya Rizal sambil mengambil makanan kecil dan menyantapnya.


"Riz, aku butuh bantuanmu!" ucap Saga.


"Bantuan apa?" tanya balik Rizal.


"Aku ingin terjun ke dunia bisnis," jawab Saga.


"Ohh, menarik. Apapun itu, aku bantu. Lalu, bisnis apa?" tanya Rizal.


Saga tersenyum sambil melihat Rizal serta menaikan satu alisnya, "Aku ingin mengambil alih Mirage Group dan membantumu memenangkan sidang," ucap Saga.


Mendengar itu, Rizal tersenyum lebar. "Sungguh menarik, jadi kamu ingin memanfaatkan ku untuk mendapatkan Mirage Group. Satu batu kena dua burung. Lalu, apa alasannya?" ucap dan tanya balik Rizal.


"Sederhana saja, anaknya telah menghalangi langkahku dan aku punya dugaan. Mirage Group memiliki hubungan dekat dengan prima Group. Jika, aku berhasil mendapatkan nya maka lebih mudah untuk mengorek informasi tentang ayah dan ibumu," jawab Saga.


"Baiklah, aku mengerti. Jadi, manfaatkan aku sesuka hatimu," Rizal pun menegakan badannya dan memberikan tangannya, "Tapi, biaya untuk itu tidaklah sedikit dan diluar akal orang biasa, kamu siap?"


Saga tersenyum dan memberikan tangannya, "Iya, aku sudah mempersiapkan nya," ucap Saga.


Saga dan Rizal pun berjabat tangan dan bertukar senyum.


Saga pun membelikan mobil sport BMW M4 yang memiliki harga 85.000 USD sebagai tanda persahabatan dan juga Saga menyerahkan segala dokumen rumah maupun Obligasi.


Saga tidak begitu memikirkan biaya yang dikeluarkan dari black card karena kartu itu juga terdapat sistem cashback 50 persen seperti saldo lainnya.


War of Money pun dimulai ....


...$$...


Saldo tidak terikat: 7.515 poin.

__ADS_1


Saldo Bank: 1.612.000.000 rupiah.


__ADS_2