Ruang Kekayaan Milik Saga

Ruang Kekayaan Milik Saga
Chapter 44. Ini tidak bisa mengantikan mu


__ADS_3

Chapter 44. Ini tidak bisa mengantikan mu.


Pagi berganti siang, Saga mengantar pulang Tanya. Setibanya di depan rumah Tanya, Saga melihat kearah Tanya.


"Maaf, Tanya. Hari ini sepertinya aku tidak bisa mengajakmu jalan," ucap Saga.


Tanya pun melihat Saga seraya senyum diwajahnya, "Iya, Gak apa-apa kok, Mas," jawab Tanya.


Saga yang mendengar itu, Dia memegang pipi Tanya dan mengusap-usapnya, "Bagaimana kalau Sabtu depan kita pergi ke Malang. Tempat panti asuhan ku dibesarkan? kamu mau ikut?"


Tanya yang mendengar itu membuatnya mata nya terbuka lebar disertai dengan senyuman lebar.


"Beneran?! Aku mau ikut!" jawab senang Tanya. Lalu, Dia memegang tangan Saga yang berada di pipinya.


Melihat ekspresi senang Tanya, Saga pun menarik Tanya dan mengencup kening nya. Sesudah itu, Saga dan Tanya saling menatap dengan jarak yang sangat dekat disertai senyuman.


"Mungkin, ini bukanlah seberapa dibandingkan kehadiran mu disisi ku tapi, gunakanlah untuk bermain atau apapun sesuka mu," ucap Saga sambil memberikan kartu gold bank swasta kepada Tanya.


Tanya yang mendengar itu, Dia pun marah dan kesal bahkan karena kekesalan nya Tanya menampar Saga.

__ADS_1


"Memang kamu pikir, saya wanita murahan yang bisa disogok sama uangmu!" Tanya yang kesal, dia pun berbalik badan dan ingin keluar dari mobil namun ditahan oleh Saga.


"Tunggu, aku tidak bermaksud seperti itu," jawab Saga yang mencoba menenangkan Tanya.


Tanya berbalik badan dan dengan tangan satunya, dia mencoba untuk melepaskan genggaman ku di lengan nya, "Apa sih? lepas!"


Saga tidak mendengar malah dia menarik dan memeluknya dengan erat Tanya. Didalam pelukannya, Saga mencoba menyakinkan nya.


"Tanya, kamu sudah bagian belahan jiwa ku maka Kekayaan ku juga merupakan kekayaan mu karena itu juga bukti bahwa aku selalu mencintaimu dan berada selalu di sampingmu."


Tanya yang awalnya berontak di pelukan Saga. Mulai tenang dan diam serta menyandar kan kepalanya di badan Saga.


Sesaat kemudian, Saga melepaskan pelukannya lalu, dia memegang kedua bahu Tanya seraya menatap Tanya dari dekat.


Tanya awalnya menundukan kepala namun itu tidak lama untuk menatap Saga dengan senyuman juga, "Iya, Maaf. Aku yang kurang dewasa."


Sesudah itu, Tanya mengambil kartu gold yang terjatuh. Setelah itu, Tanya menunjukkan kartu tersebut.


"Tapi, ingat satu hal. Seberapa pun uang yang ada disini. Hal itu tidak akan bisa mengantikan dirimu, Mas Saga!" ucap Tanya dengan nada yang ketus.

__ADS_1


"Iya, ya. Mas paham," jawab santai Saga dengan senyuman lebar.


"Satu hal lagi!" sambung Tanya.


"Apa?" tanya Saga.


"Cium aku!" ucap ketus Tanya namun, diakhir dengan senyuman manja.


Saga pun tertawa kecil dan menatap Tanya. Begitu juga Tanya yang menatap Saga seraya senyuman genitnya.


Sesaat kemudian, Saga dan Tanya saling mendekatkan wajah mereka lalu, saling berciuman dengan sedikit permainan lidah didalamnya.


Ciuman itu pun tidak berlangsung lama. Mereka melepaskan ciuman nya lalu, mengadukan dahi mereka. Disaat momen itu, Saga dan Tanya tertawa kecil. Lalu, saling berbincang pelan.


"Kamu tahu, Mas. Aku merasa beruntung memiliki pacar seperti mu," ucap Tanya.


"Aku juga beruntung memiliki pacar seperti mu," ucap Saga.


"Aku mencintaimu," ucap Tanya.

__ADS_1


"Aku lebih mencintaimu," ucap Saga.


Seusai mengatakan itu, mereka menutup mata dan menikmati momen tersebut.


__ADS_2