Ruang Kekayaan Milik Saga

Ruang Kekayaan Milik Saga
Chapter 67. Perubahan yang curang


__ADS_3

Chapter 67. Perubahan yang curang.


Saat ini paman Cahya sedang berbincang dengan Saga dan menceritakan tentang hubungannya dengan ibunya Saga, Liliana Indraguna.


Setelah itu, Saga menyajikan makanan dengan masakan Saga sendiri. Hal itu tentu membuat Paman Cahya senang. Sesudah itu, Paman Cahya pun pergi.


Paman Cahya berpamitan dengan Saga dan dia pun memutuskan untuk pensiun dari dunia Hukum. Segala asset lembaga hukum dan anak buahnya sudah diserahkan kepada Rizal.


Saga dan Rizal pun menghormati keputusannya itu dan Saga sendiri memberikan salah satu rumah keluarga nya yang ada di Lombok, Nusa tenggara timur dan uang tabungan sebagai dedikasinya kepada keluarga Indraguna.


Paman Cahya awal nya menolak namun, Saga tetap memaksa dan pada akhirnya,Paman Cahya pun menerima nya.


Hari semakin siang, Saga dan Tanya pun memutuskan weekend dengan berjalan-jalan, menonton bioskop, makan siang berdua bahkan bermain funzone.


Hal ini dilakukan Saga untuk menghibur diri Tanya yang sudah belajar dan menjalani berbagai ujian sekolah dari beberapa hari yang lalu.


Malam pun tiba, Saga dan Tanya makan malam bersama di sebuah restoran atap (House Rooftop). Disana mereka selain makan, bisa melihat pemandangan malam di kota padat metropolitan.


Saat ditengah makan, Tanya menghentikan makan nya sejenak dan memulai pembicaraan.


"Mas, apa kamu pacaran juga sama Rachel?"


Saga tersenyum dan memegang tangan Tanya yang ada diatas meja, "Iya, maaf jika jawaban ini menyinggung mu," ucap Saga.


Tanya mengelengkan kepalanya seraya senyum diwajahnya, "Tidak, Mas. Aku tidak tersinggung malah aku senang mas bisa jujur kepadaku. Lagipula, aku tidak masalah Mas memiliki pacar selain aku. Tapi, Jangan tinggalkan aku!" ucap Tanya.


"Tidak akan, Sampai mati. Aku akan tetap disampingmu," ucap Saga sambil tersenyum.


Tanya yang mendengar itu, dia pun juga memberikan senyuman.


"By the way, Mas. Kok kamu terlihat beda ya?" ucap Tanya.

__ADS_1


"Berbeda apa nya?" tanya balik Saga.


"Mas, terlihat lebih tampan dan tekstur badan Mas lebih berisi," ucap Tanya.


"Benarkah, padahal aku memang seperti ini," ucap Saga mengelak.


"Lihat, sekeliling mu, Mas. Banyak wanita disini mencuri pandang kearah, Mas." ucap Tanya.


"Biarkan mereka memandang tapi, aku hanya memandang mu seorang," jawab Saga.


"Ihhh, Dasar gombal!" ucap Tanya yang tertawa kecil.


Tanya dan Saga pun saling bertukar senyum dan tawa kecil.


Sesungguhnya yang dikatakan Tanya itu benar. Perubahan itu terjadi pada saat hari kerja terakhir di minggu itu yang dimana, Guru Avicenna memberitahu bahwa pohon evolusi sudah tumbuh dan panen.


Pada saat itu, Saga yang masih berada di Chamber sontak menghampiri pohon tersebut. Lalu, terlihatlah disana beberapa buah yang berbentuk kelapa berwarna coklat.


"Dalam buku keterangan, efek dari buah evolusi ialah meningkatkan kekuatan fisik, panca Indra, serta perbaikan struktur tulang dan otot," ucap Avicenna.


"Oh, begitu. Baiklah, bagaiman kalau kita coba satu?" ucap Saga yang langsung mengambil buah dari pohon tersebut.


Saga pun menyantapnya. Meski, buah itu sangatlah mentah dan tidak memiliki rasa. Saga menahan nya serta menghabiskannya.


Setelah abis, Saga belum bisa merasakan efek apapun dari buah tersebut.


"Aneh? mungkin, kurang konsumsi nya?" ucap Avicenna yang menganalisa.


"Oke, aku akan mencoba memakan sampai efeknya muncul," ucap Saga.


Lalu, Saga pun mengambil dan menyantap satu persatu sampai buah yang kesepuluh. Dada Saga merasa sesak dan seluruh badannya sakit.

__ADS_1


Suara tulang berbunyi hingga Saga menjerit kesakitan karena tidak hanya ada disatu titik melainkan di seluruh badannya.


Raya yang melihat itu merasa khawatir dan ingin membantu Saga namun, Raya dihentikan oleh guru Avicenna.


Sesaat kemudian, rasa sakit Saga menghilang dan beranjak dari tanah lalu, Saga mengambil nafas panjang.


"Bagaimana?" tanya guru Avicenna.


"Entahlah. Tapi, badanku serasa lebih ringan dibandingkan sebelumnya," jawab Saga.


Raya yang melihat wajah dan tubuh Saga, dia menyadari sesuatu.


"Aga, buka bajumu!" seru Raya.


"Oh, iya," ucap Saga.


Tanpa ada penolakan, Saga pun membuka bajunya. Sesudah itu, Saga pun terkejut yang dimana badannya telah berotot seperti layaknya artis action juga perut yang buncit menjadi eight pack. Padahal Saga tidak pernah sekalipun fitness.


Melihat itu, Saga tersenyum lebar. "Efek buah ini memang luar biasa," ucap Saga.


Raya dan guru Avicenna juga tersenyum senang.


Sesaat kemudian, Tanya menyadarkan lamunan Saga untuk mengajaknya pulang dan Saga pun mengantarnya pulang.


Setibanya dirumah Tanya, Saga mencium Tanya untuk mengakhiri kencan mereka dan tidak lama, Tanya pun keluar mobil dan masuk ke rumahnya.


Setelah itu, Saga pun melajukan mobilnya kembali tapi, tidak untuk pulang melainkan ke sebuah tempat janji temu dengan paman nya Rachel, Haiden Prima.



Catatan kecil: pohon dan buah evolusi diadaptasi dari anime - Shinka no mi.

__ADS_1


__ADS_2