
Chapter 34. Kedatangan anak-anak Kerajaan dan Agitta kembali.
Saga yang terlalu fokus dengan pencarian kelemahan dari Mirage Group membuatnya harus membuang waktu weekend nya.
Sampai-sampai, Saga harus pulang pagi di hari Senin. Saga pun mengunakan taksi online untuk sampai ke rumahnya.
Saga tidak ingin merepotkan Rizal. Selain itu, Rizal harus mempersiapkan sidang lanjutan yang kali ini dirinya yakin akan memenangkan persidangan.
Saga pun juga yakin dengan kemampuan nya. Beberapa saat kemudian, Saga pun tiba di rumahnya lalu, langsung merebahkan kan dirinya diatas kasur. Tidak perlu waktu lama, Saga tertidur.
Tidak lama kemudian, alarm berbunyi kembali. Saga yang masih mengantuk, dia memaksa diri untuk bangun dan beraktivitas pagi. Namun, Saga tidak menjalankan misi olahraga harian. Dia hanya mandi dan sarapan setelah itu, pergi ke Chamber.
Setibanya di Chamber, Operator tidak melaporkan sesuatu yang penting dan Saga tertidur saat belajar bersama Aritoteles.
Aritoteles yang melihat itu, dia hanya tersenyum dan membiarkan Saga untuk tidur. Hingga ditengah tidurnya, Operator memberitahu sesuatu.
"Master, Nona Agitta dan kelompoknya telah tiba di dungeon."
Saga yang mendengar itu, dia sontak bangun dari tidur.
"Nona Agitta, datang?!" ucap kaget Saga.
Aritoteles yang duduk dihadapan Saga, dia tersenyum, "Iya, Saga. Nona Agitta datang. Lalu, apakah tidurmu nyenyak?" sindir Aritoteles.
__ADS_1
Saga pun menyadari ucapan dari guru itu menyindir nya karena tidur disaat belajar. Saga pun sontak menundukkan kepalanya dan meminta maaf.
"Guru, saya minta maaf," ucap Saga.
"Aku tidak ingin memaafkan mu sebelum memberitahu yang sedang kamu lakukan di dunia nyata!" seru Aritoteles.
"Hehehe, Iya. Guru. Setelah urusan dengan Nona Agitta selesai, saya akan ceritakan," ucap Saga.
Aritoteles hanya memberikan senyuman dan meninggalkan Saga terlebih dahulu untuk bertemu dengan Agitta. Tidak selang lama Saga pun menyusul nya.
Saga sudah mengizinkan untuk Agitta masuk kota maka dari itu, Agitta bersama dengan beberapa pengawal dan anak kecil sudah menunggu kehadiran Saga.
Agitta sudah terbiasa dengan pemandangan kota di Chamber ini tapi tidak dengan anak-anak yang dibawa Agitta. Pandangan mereka kesana-kemari melihat sekeliling kota.
"Putri Agitta, anda sudah tiba," ucap Saga yang menyapa.
"Salam kepada Tuan Saga!" ucap Agitta sambil menarik sedikit rok gaunnya dan membungkuk kan badan sedikit.
para pengawal Agitta ikut memberikan hormat begitu juga anak-anak yang ikut dengan Agitta.
Saga yang melihat itu, dia memberikan senyuman.
Setelah pemberian hormat, Agitta memperkenalkan anak-anak itu, "Tuan Saga, mereka anak-anak yang akan diasuh disini mereka berjumlah 358 anak." Agitta menyuruh anak-anak itu untuk memperkenalkan diri mereka.
__ADS_1
"Salam kenal, Tuan Saga! mohon bimbingannya!" ucap serempak anak-anak.
"Iya, salam kenal juga. Saya Saga, pemilik dungeon Chamber ini," jawab Saga seraya senyum di wajah Saga.
Mendengar keramahan Saga, anak-anak tersenyum.
"Mari saya antarkan!" seru Saga.
"Baik," jawab Agitta.
Sesaat kemudian, Saga dan lainnya pun pergi ke gedung berlantai Empat yang dibuat sendiri oleh Saga. Awalnya, Saga berpikir apakah gedung panti asuhan itu cukup menampung 358 anak-anak? Namun, perhitungan Aritoteles dan info dari Oracle secara rinci meyakini Saga bahwa rumah itu cukup menampung.
Setibanya di gedung panti asuhan, anak-anak terkagum melihat gedung yang begitu besar dan saat didalam, anak-anak langsung berlarian kesana-kemari dengan teriakam kegembiraan.
"Hei, anak-anak. Tunggu! jangan berlarian!" ucap Agitta yang mencoba menghentikan perilaku anak-anak namun, Agitta tidak bisa.
"Sudah biarkan, Putri Agitta. Lagian juga mulai sekarang, ini adalah rumah mereka," jawab Saga.
Agitta menghela nafas dan menjawab pasrah, "Baiklah." Agitta membalikan badan dan menghadap Saga. "Aku tidak tahu anda bisa membuat gedung sebesar ini dalam waktu singkat. Tapi, lepas dari itu. Terimakasih," ucap Agitta yang diakhiri dengan senyuman lebar.
Saga terpesona dengan keimutan dari Agitta yang membuat Saga memperlakukannya seperti anak kecil dengan mengelus-elus rambut Agitta seraya menjawabnya, "Sama-sama juga mulai hari ini, rumah dan kota ini juga kotamu."
Agitta terdiam kaku dengan wajah memerah dan menundukkan kepalanya seraya senyuman lebar.
__ADS_1
Keseharian di dungeon pun masih berlanjut.