
Chapter 42. Reuni.
Setelah acara makan bersama di restoran. Saga dan Tanya berdiam diri hingga sampai rumah bahkan saat tiba di depan rumah Tanya. Dirinya langsung pergi meninggalkan Saga.
Saga pun hanya bisa menghela nafas dan membiarkannya sendiri dahulu. Lalu, Saga kembali ke rumahnya.
Setibanya di rumah, ada kejanggalan disana yang dimana pintu rumah Saga terbuka. Dalam dugaannya mungkin rumahnya sudah dimasuki maling.
Karena dugaan itu, Saga mengambil sapu yang ada didepan rumah. Lalu, mematahkan nya hingga menjadi tongkat. Sesudah itu barulah Saga masuk kedalam rumah dengan kuda-kuda katana yang diajarkan oleh Date Masamune.
Saga pun berjalan secara mengendap-endap sampai ditengah rumahnya ada seseorang dibelakangnya. Saga yang menyadari itu, dia pun memutar badannya dan mengayunkan tongkat secara vertikal kearah sosok itu namun, serangan ditangkis oleh sosok pria yang ditutup wajahnya oleh masker dan topi hitam.
Saga pun tidak berhenti disitu, Dia melanjutkan serangan dengan memutar tongkat dan melesatkan tebasan ke badannya hingga pria hitam itu mundur beberapa langkah serta tongkat yang dipegang Saga patah.
Pria merenggangkan tangan nya lalu, dia mengambil pisau. Saga pun juga melempar tongkat yang sudah patah dan memasang kuda-kuda karate yang diajarkan juga dari Date Masamune.
Pria hitam itu pun melesatkan serangan pisau dengan sangat cepat sampai-sampai Saga kesulitan untuk mencari cela. Saling jual beli serangan pun terjadi, semua barang di rumah Saga menjadi pecah dan patah.
Tendangan dan pukulan terus diadukan. Tidak ada yang mau mengalah sampai Saga melihat ada tongkat besi yang berasal dari patahan meja di ruang makan. Saga pun sontak mengambil tongkat besi itu dan melesatkan teknik samurai nya.
Tongkat besi itu berbeda dari tongkat sebelumnya karena memiliki patahan tajam diujung nya maka serangan Saga mampu melukai tangan dan kakinya.
Saga bisa saja langsung menusuk pria hitam itu namun, Saga bukanlah pembunuh dan saat ini, dia lebih membela diri.
Disaat serangannya membuahkan hasil. Saga meluruskan pedangnya keatas seperti posisi kuda-kuda olahraga Kendo.
"Kamu kuat juga, Saga," ucap pria hitam dari balik maskernya.
Mendengar itu, Saga terkejut dan dia sepertinya mengenal suara tersebut. "Mungkinkah?!"
Ditengah Saga mencoba menebak, Pria hitam itu melesat kan serangan pisaunya. Saga pun sontak melakukan serangan balasan dengan memperlebar kaki kuda-kudanya serta memutarkan tongkat besi 90 derajat lalu, menebas perut pria hitam karena itu benda tumpul jadi pria hitam itu hanya terhembas ke tembok yang membuat pria hitam itu tidak sadarkan diri.
Pertarungan pun usai. Saga pun membuang tongkat besi dan menghampiri pria hitam itu
Lalu, Saga membuka master pria hitam itu dan dia pun terkejut bahwasannya pria hitam itu ialah sahabat kecilnya dahulu, Raya.
__ADS_1
"Raya?!" kaget Saga.
Saga yang mengetahui orang yang mengincar nyawanya adalah sahabatnya sendiri maka dia pun mengikat Raya dengan cable tie dan Saga pun bersandar di sisi tembok yang berhadapan dengan Raya untuk menunggunya tersadar kembali.
Saga yakin Raya orang yang terlatih. Dia tidak butuh waktu lama untuk tersadar dan bangun dari pingsan nya.
Benar dugaan Saga, setengah jam kemudian Raya terbangun.
"Hei, Raya. Lama tidak berjumpa!" sapa Saga.
Raya yang terbangun, dia sontak memeriksa dirinya dan dia pun menyadari bahwa dirinya terikat oleh cable tie.
"Raya, apa kamu mencari ini?" ucap Saga sambil menunjukkan pistol handgun kedap suara kearah Raya.
Raya tersenyum melihat Saga, "Saga, kamu tidak berubah. Kamu selalu cerdas dan kuat," ucap Raya.
"Terimakasih, kuanggap itu pujian. Kembali ke topik! Kenapa kamu ingin membunuhku? Dan, kenapa kamu tidak lakukan? Bisa saja dengan pistol ini kamu menyelesaikan nya dengan mudah?" ucap Saga.
Raya tersenyum kembali, "Saga, kamu mau mendengar sebuah cerita?"
Raya pun mulai menceritakan dirinya. Keluarga Yamamoto merupakan Yakuza yang disegani di Jepang. Dia mengadopsi anak-anak terlantar untuk di latih menjadi pembunuhan bayaran yang bernama Mekanik.
Setelah lulus pelatihan maka, pembunuh bayaran ini akan diberikan nomor dan Raya mendapatkan nomor 47.
Saat Raya menyandang nomor itu berbagai misi di dunia gelap pun terus dikerjakan dari seorang cleaner, mata-mata, pembunuhan dan masih banyak lainnya.
Cleaner yang dimaksudkan Raya ini dimengerti oleh Saga. Mereka merupakan orang-orang yang mampu menghilangkan bukti baik itu jasad, barang yang pecah diganti baru dan sebagainya hingga media sama sekali tidak bisa meliputnya.
Hingga suatu ketika, Saga masuk dalam target pembunuhan. Raya pun mengambil misi itu agar tidak ada orang lain yang mencoba membunuhnya dan disisi lain Raya ingin menguji kemampuan Saga.
"... jadi begitulah cerita nya," ucap Raya yang mengakhiri ceritanya.
Sesaat itu juga, Saga berdiri dan menghampiri Raya lalu, dia pun melepaskan nya. Raya sempat bingung dengan sikap Saga.
"Aga, apa yang kamu lakukan?" tanya Raya.
__ADS_1
Saga tersenyum dan memberikan tangannya, "Raya bergabunglah dengan ku dan katakan berapa kompensasi yang harus kubayar untuk merekrutmu!"
"Mahal lho, apa kamu bisa?" jawab Saga.
"Tidak masalah, aku memiliki ruang Kekayaan!" jawab bangga Saga.
Raya pun tertawa kecil lalu, dia pun meraih tangan Saga, "Baiklah, jika kamu sanggup!" jawab Raya sambil berdiri.
Saga dan Raya pun saling berjabat tangan dan tersenyum.
Pada malam itu juga, Raya menghubungkan diri ke host dan mengatakan bahwa misi gagal selain itu, dia meminta misi pengawalan untuk mengawal Saga.
Host pun menerima nya dengan syarat. Saga harus membayar biaya kompensasi sebesar 10 juta USD. Lalu, biaya pengawalan sebesar 2 juta USD. Saga pun tidak mempermasalahkan dan membayar 12 juta USD atau setara 180 milliar rupiah dengan kartu hitam nya.
Sejak saat itulah, Raya berada di sisi Saga.
...$$...
Di Osaka, Jepang. Seorang pria Jepang berjas berjalan menelusuri rumah besar tradisional Jepang dengan penjagaan yang ketat. Pria itu berjalan sampai di ruangan besar yang dimana terdapat seorang pria paruh baya yang mengenakan yukata berdiri menatap bulan.
Pria itu mulai melaporkan pesannya.
"Oyaji (ayah besar), No. 47 telah berganti misi menjadi pengawalan kepada seorang pemuda bernama Saga Indraguna," lapor dari pria berjas.
"Terus awasi mereka!" seru pria paruh baya.
"Baik," jawab pria.
Sesaat menerima perintah itu, pria berjas langsung meninggalkan ruangan.
Lalu, pria paruh baya melihat ke bulan kembali.
"Lili -chan, anakmu sudah dewasa dan aku sudah memberikannya senjata. Sekarang, mari kita lihat apa yang akan dilakukannya!" ucap pria paruh baya yang diakhiri dengan senyuman.
Dan, pria paruh baya itu ialah Tuan Besar dari keluarga Yamamoto, Ryu Yamamoto.
__ADS_1