Ruang Kekayaan Milik Saga

Ruang Kekayaan Milik Saga
Chapter 38. Mekanik no.47


__ADS_3

Chapter 38. Mekanik no.47


Sejak malam Saga mengungkap perasaan nya dan berpacaran dengan Tanya. Mereka pun sering bertemu di malam hari ataupun juga chat lebih banyak sampai tengah malam.


Hal itu membuat Saga kehilangan konsentrasi dalam belajar dan bekerja di Chamber sehingga Saga ditegur oleh gurunya Aritoteles saat belajar.


"Saga, ingat jangan terbuai oleh perasaan! Tetap fokus terutama lawan mu tidaklah ringan," ucap peringatan Aritoteles.


"Baik, guru. Maaf kan Saya," jawab Saga.


"Cih, ini semua gara-gara Master mu," sindir Aritoteles yang melihat tajam Date Masamune.


Date yang menyadari itu, dia melihat keatas sambil bersiul-siul seakan-akan bukan salahnya.


Memang beberapa hari lalu, Date lah yang mengajarkan untuk mendekati wanita secara aggresif sedangkan Aritoteles mengajarkan Saga untuk pelan dan bersabar.


Saga pun tidak menyangka sosok pengila perang senang mendekati wanita.


Saga pun hanya bisa tersenyum.


Seusai pelajaran, Saga mengunjungi rumah panti yang ada di Chamber. Memang sejak kehadiran Agitta dan anak-anak panti Saga selalu datang dan membantu Agitta mengurusi anak-anak yang membuat hubungan Saga dan Agitta semakin dekat.


Melalui percakapan dengan Agitta lah Saga mengerti akan sihir di dunia lain tempat Agitta berada.


Saga pun belajar beberapa sihir meski itu tidak akan bisa dipraktekkan di dunia nyata. Namun, Saga sangat Antusias.


...$$...


Ditempat yang berbeda, Tokyo, Jepang. Seorang pria berjaket hitam, topi hitam dan masker hitam berjalan kearah sebuah gedung tua.

__ADS_1


Pria itu terus berjalan hingga gedung tua itu. Disana, dia mengambil kotak hitam dan merakit senjata laras panjang lalu, dia menodongkan senjata itu kearah seberang gedung yang tempat pria itu berdiri.


Saat pria itu meneropong nya, didapatilah target yang harus pria itu eliminasi. Lalu, tanpa segan-segan pria itu menembaki target.


Setelah melihat misi selesai. Pria bertopi hitam itu berganti pakaian lalu, pergi meninggalkan gedung berikut senjatanya. Setibanya diluar, mobil polisi melalui pria itu.


Dengan langkah yang cepat, pria itu kabur sampai ke tempat persembunyian nya dan langsung melaporkan misinya di laptop.


"Host! Misi selesai," ucap pria tersebut.


Dilayar laptop itu suara panggilan menjawab nya, "Kerja Bagus! uang telah ditransfer kan ke rekening anda. Apakah anda ingin menerima misi baru lagi?"


"Saya terima," jawab pria itu.


Layar pun berubah menjadi foto-foto Saga beserta rumah tinggalnya. Pria itu sontak terkejut melihatnya.


"Target Saga Indraguna, 19 tahun, tinggal di Jakarta, Indonesia. Pekerjaan CEO dari Sunshine Finance. Hadiah 2 juta USD. Apakah anda terima?" ucap Host.


Pria itu menyandarkan badannya dan menghela nafas panjang. Lalu, dia mengambil keputusan.


"Mekanik no. 47. Terima!" jawab pria tersebut.


"Dimengerti! Good Luck Mekanik No. 47!" jawab Host.


Komunikasi pun terputus lalu, pria itu mengambil foto yang ada didalam dompetnya yang dimana foto itu merupakan foto dirinya, Saga dan Rizal sewaktu kecil dengan latar rumah panti asuhan Mentari.


Pria itu mengambil misi ini dikarenakan dirinya tidak mau orang lain yang membunuh sahabatnya sendiri. Jika pun misi gagal karena Saga sudah menjadi kuat. Itu lebih baik dan dia juga mengharapkan Mati ditangan sahabatnya sendiri.


Saat pria itu melihat foto masa kecilnya berlahan ingatannya muncul yang dimana mereka sedang bermain bola sepak.

__ADS_1


"Raya, oper bola!" seru Saga yang sedang berlari disamping Saga.


"Tidak akan aku biarkan!" seru Rizal sambil berlari kerarah berlawanan dan ingin merebut bola Raya.


Raya yang melihat gerakan dan teriakan Rizal membuatnya ketakutan hingga dia pun terjatuh oleh dorongan pelan Rizal begitu juga Rizal sendiri.


Saga yang merasa khawatir tentu menghampiri mereka.


"Kalian tidak apa-apa?" tanya Saga.


Ditanah Rizal dan Raya tertawa kecil satu sama lain lalu secara bersamaan mereka menarik Saga ke tanah hingga mereka bertiga rebahan di tanah sambil tertawa-tawa.


Raya yang sudah menjadi mekanik tersenyum sendiri dan dia pun menghilangkan lamunannya untuk mempersiapkan segala kebutuhannya.


...$$...


Ditempat berbeda, Kim Nino berjalan menelusuri gedung Mirage Farmasi yang dimana banyak penjaga serta ilmuan yang memberikan salam kepadanya.


Sampai dia berjalan ke lantai bawah tanah yang dimana Kim Nino memasuki ruangan yang penuh dengan wanita muda sedang diikat di papan berdiri dan lab itu sedang mengambil kromosom ya atau DNA nya.


Sampai-sampai, wanita yang diikat ya itu keringat dingin dan geram kesakitan. Kim Nino tidak mempedulikan nya, Dia terus melangkah sampai bertemu ayahnya yang sedang tranfusi DNA.


"President. Saya sudah memanggil mekanik untuk menghabisi Saga," ucap Kim Nino dengan bahasa Korea.


"Hmmm. Sudah sana, saya lagi sibuk!" jawab ayahnya Kim Nino.


"Baik," jawab Kim Nino yang menundukkan kepala setelah itu, dia membalikan badan serta tersenyum lebar.


Sedangkan, Saga belum mengetahui badai yang akan datang menghampiri nya.

__ADS_1


__ADS_2