
Chapter 82. Stay out In Tanya (21+)
Malam cerah mengiringi seorang wanita yang sedang kasmaran yang dimana perjuangan dia belajar tekun dan mendapatkan peringkat akan terpenuhi.
Sekembalinya di rumah, Tanya bergegas pergi berganti pakaian dan membasuh diri. Dia bahkan membeli segala sesuatu untuk persiapan hari ini dari sabun, lotion dan lainnya. Produk itu yang dibeli juga bukan lah produk murah melainkan memiliki harga yang diatas rata-rata. Uang yang didapatkan dari kekasihnya itu, dia ingin mengembalikan untuk nya juga.
Dengan penuh suka cita Tanya membasuh diri mengiringi rumah yang saat itu sedang kosong dan Tanya seorang diri disana. Kakaknya, Aziz sedang bertugas di Hongkong atas perintah dari Saga juga.
Tanya tahu, Mas Saga bukanlah pria desa yang pernah ditemuinya empat bulan yang lalu. Dalam sekejap mata, Mas Saga sudah menjadi sosok pria kalangan atas. Meski begitu, Tanya berusaha sebaik mungkin untuk bisa berjajar dengannya.
Tanya tahu bahwa Saga akan menerimanya apa adanya namun, disamping Saga bukan hanya dirinya melainkan seorang wanita yang lebih cantik, kaya dan lebih berkelas dibandingkan dirinya.
Setelah mandi, Tanya mempersiapkan gaun yang khusus dibelikan untuk malam ini. Pelepasan kesucian bukanlah hal yang mudah dan dia juga tidak ingin berpenampilan buruk seperti wanita diprkosa.
Seusai mengenakan gaun, Tanya juga merias dirinya secantik mungkin dan persiapan selesai. Tanya menunggu kehadiran Saga diruang tahu. Setiap kali, Tanya selalu melihat jam berharap pangeran nya lekas datang.
Sampai-sampai Tanya pun ketiduran di sofa.
Sebuah bell pintu pun terdengar membuat Tanya lekas membuka matanya dan beranjak dari sofa untuk membuka pintu. Saat terbuka, terlihat lah pria yang ditunggu-tunggunya memberikan senyuman kepadanya.
"Hei, maaf. Aku sedikit terlambat."
__ADS_1
Tanya mengelengkan kepala dan tersenyum lebar.
"Tidak apa. Aku selalu menunggu." seusai mengatakan itu, Tanya meraih tangan Saga dan menariknya masuk ke rumah. Lalu, saat Saga dan Tanya sudah berada didalam. Tanya bergegas menutup dan mengunci pintu lalu, tertawa kecil yang diakhiri dengan mengigit bibirnya dengan tatapan nakal. "Mas Saga, Ayo kita rayakan! aku sudah mempersiapkan makanan."
Tanya pun meraih tangan dan menarik Saga namun, Saga menahan tarikannya sehingga Tanya terhenti.
"Apa apa, Mas Saga?"
Saga menarik Tanya sampai dirinya menempel ditubuh Saga dan mereka pun saling menatap dan bertukar senyum.
"Aku cantik sekali malam ini."
"Terimakasih, Mas Saga. Ini aku persiapkan untuk Mas."
"Eh? itu-"
Sebelum Tanya merespon, Saga langsung menutup matanya bibirnya dengan bibir Saga. Tanya pun terbujur kaku dan membiarkan bibir Saga bermain di bibirnya. Lambat laun Tanya menerima dan menikmatinya. Dia pun mengalungkan dirinya dileher Saga. Ciuman terus dilakukan sambil berjalan kearah kamar Tanya.
Setibanya dikamar, hasrat Saga dan Tanya semakin besar. Didalam ciumannya, Saga melepaskan pakaian Tanya begitupun Tanya melepaskan pakaian Saga sampai mereka hanya mengenakan pakaian dalam saja. Jari jemari Saga mulai menggenggam buah dada Tanya dan meremasnya didalam balutan Bra.
Lalu, Saga dan Tanya bermain diatas ranjang dan saat ini mencapai *******. Saga ingin mengambil pengamanan namun, Tanya mengehentikan nya.
__ADS_1
"Mas Saga. Aku ingin punya anak lebih cepat dibandingkan kak Rachel agar nantinya anak ku menjadi anak pertama. Aku minta padamu, Mas!"
Saga pun tersenyum dan mencium kening Tanya setelah itu, menempelkan keningnya ke kening Tanya.
"Baiklah, jika itu yang kamu minta."
"Terima kasih, mas Saga."
"Mohon izin untuk itu!"
"Iya, aku izinkan!" ucap Tanya sambil memegang pipinya Saga dan memberikan senyuman.
Saga pun menaruh tangan nya di atas tangan Tanya setelah itu, melepaskan nya dari pipi dan mencium tangan tersebut.
Permainan diranjang pun dilanjutkan hingga mereka mencapai kepuasan maksimalnya.
Saga yang saat itu masih dalam efek obat Sleepless yang membuatnya tetap terjaga. Semalam, Saga hanya terus menatap Tanya yang sudah tertidur lelap.
"Aku akan terus bersama mu sampai ajal menjemput ku. Yang tercinta ku, Tanya."
Saga pun mengakhiri ucapannya dengan kecupan kening Tanya.
__ADS_1
Catatan kecil: Pingin menuliskan hot tapi malah ditolak hahaha...