Ruang Kekayaan Milik Saga

Ruang Kekayaan Milik Saga
Chapter 96. Raya Special Edition part III. (Revised)


__ADS_3

...Chapter 96. Raya Special Edition part III (Revised)...


Dimalam yang sunyi, Raya melajukan motornya dengan kecepatan tinggi menuju klub malam milik Haiden Prima.


Setibanya disana, Raya pun turun dari motor, melepaskan helm dan masuk ke klub melalui pintu belakang. Setibanya didalam, Raya melewati beberapa orang dan mereka melihat kehadiran Raya namun tidak ada yang berani menegurnya. Setelah melewati dapur, Raya pun tiba di hall utama. Gemuruh musik dan tarian banyak orang membuat langkah Raya terhambat.


Tujuan nya ke ruangan VIP yang ada dilantai dua. Setibanya di lorong tangga, ada dua penjaga yang menghentikan langkah Raya.


Raya pun tidak tinggal diam, dia menghajar dengan cepat dan membuat kedua penjaga jatuh pingsan. Sesudah itu, Raya pergi keatas yang dimana ada manager dari Haikal sedang menikmati minuman bersama dengan beberapa wanita berpakaian seksi.


Buaakkkkk!


Tiba-tiba pintu masuk terdobrak oleh penjaga keamanan nya. Manager itu sontak terkejut begitu juga wanita yang bersamanya.


Sesaat kemudian, Raya masuk dan melihat sekelilingnya.


"Kalian pergilah!" seru Raya kepada para perempuan seksi.


Mereka pun sontak bangun dari jongkoknya dan berlari melewati Raya. Diarah berlawanan Manager itu berusaha untuk mengambil pistol tapi langkah Raya lebih cepat mengambil pistol kedap suaranya dan langsung menembak tangan dan kakinya hingga manager itu menjerit kesakitan.


Raya pun tidak mempedulikan dan berjalan pelan menghampiri Manager yang kesakitan itu lalu, menodongkan pistol ke kepalanya.

__ADS_1


"Katakan dimana Haiden dan Haikal?"


"Mana aku tahu, brngsek!" jawab kasar manager.


Mendengar itu, Raya melesatkan kembali peluru nya kearah kaki Manager hingga dia lebih menjerit kesakitan. Raya tidak peduli dan kembali menodongkan pistol ke kepalanya.


"Sekali lagi, aku katakan. Dimana Haikal dan Haiden?"


"Diii ... a di pabrik!" ucap terbata-bata manager.


"Dimana?"


Manager itu pun menyebutkan alamatnya dan Raya meminta lokasi navigasinya kepada Dina. Dina pun menemukannya dan menampilkan hasil navigasi ke ponsel Raya.


"Bdebah!!!" teriak Manager.


Raya pun menodongkan pistol kebelakang tanpa melihat lalu, melesat tembakan kearah pundak dan lagi-lagi dia menjerit kesakitan.


Pabrik berada ditempat yang tersamarkan dengan penampilan toko mainan. Raya pun berhenti pada toko itu. Lalu, masuk kedalamnya. Kasir dan beberapa orang melihat sosok Raya itu dan terus menatap nya. Raya tidak peduli dan terus melangkah hingga sampai ke pintu belakang toko.


Raya tiba-tiba diserang oleh sosok pria besar yang membawa golok, Raya pun berhasil menghindar dan menangkap tangan pria itu lalu, Raya melesatkan pukulan uppercut hingga pria itu jatuh kelantai.

__ADS_1


Tidak hanya pria besar itu, beberapa orang mulai menyerang Raya. Raya pun jual beli serangan tapi kemampuan Raya. Dia dengan mudah menjatuhkan semua penjaga.


Saat masuk kedalam, Raya melihat tangga bawah tanah yang dimana para penjaga juga sudah ada di sana. Perkelahian di tangga pun terjadi satu demi satu Raya menjatuhkan mereka.


Setibanya di dibawah dan saat ini masuk ruangan bawah tanah. Beberapa orang melesatkan tembakan salah satunya memegang senjata submachine gun- Uzi yang digunakan Haikal.


Hal itu membuat Raya bersandar di sisi tembok pintu sambil menunggu kesempatan. Yang dimana saat tembakan sudah diam Raya menembakan dengan cepat para penjaga termasuk Haikal.


Meski, Raya menembak mati para penjaga tapi tidak dengan Haikal. Raya sengaja menembaki ke kaki nya.


Makian demi makian di lontarkan oleh Haikal. Raya pun tidak mempedulikan, dia pun memeriksa seluruh ruangan pabrik itu. Namun, Raya tidak menemukan Santi melainkan anak-anak yang terlantar lainnya. Haikal memperkerjakan anak-anak untuk membuat obat dipabrik itu dan tempat beristirahat anak itu berisikan kotoran dari anak itu yang hanya dialaskan koran menyatu dengan tempat tidur dan makannya.


Diruang sampingnya terdapat ruang operasi yang mirip seperti tempat jagal yang dimana terdapat lemari jenazah disana. Raya pun membuka itu yang ternyata ada jasad yang sudah di ambil beberapa organ yang bisa dijualnya.


Raya pun melaporkan semua itu kepada Saga. Tentu Saga murka akan hal yang dilakukan oleh Haiden sekeluarga. Lalu, Saga memberikan perintah Raya untuk membunuh Haikal.


Raya pun melaksanakan nya dengan mengikat Haikal, mengeluarkan anak-anak, lalu membuat bom dari bahan obat.


Makian dan ancaman terus dilontarkan oleh Haikal. Raya tidak mempedulikan dan meninggalkan toko itu.


Haikal yang ketakutan dia terus berlihat lilin yang berlahan-lahan membakar tali yang terikat dengan obat dan tidak lama, Toko itu pun meledak tepat beserta Haikal didalamnya. Raya dan anak-anak menyaksikan ledakan itu.

__ADS_1


Misi Raya pun belum selesai ...


__ADS_2